• Imagen 1 ONE LESS LONELY GIRL
    dyan itu pingint JadIe Yg TeRBaiK bUat SeMUa Iank kEnALL sAMA Dian,, aLL People In the World Lets Be A friend
  • Imagen 2 rafael landry tanubrata
    satu bintang dimana yang lain telah bersinar terang Rafel Landry Tanubrata adlah satu bintang yang bersinar in my soul...
  • Imagen 3 aKgu And My bEYbIe
    aGkU iNGin Dya TeMani DI SeIap Sepi SUnYI HIDUPKU,dIA menGISI hari hari Ku denGAN SENYUMANNYA , ILOVE BROTHER. selalu berharap Kamu baKALANT JAdiE saTU BINTANG DI HATI AYAH ,MAMA DAN Akgu
  • Imagen 3 DDDDDDDDDDDDDDDDDDD
    PUT SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE
  • Imagen 3 BEST FRIENDS FOREVER
    aKU pIngIN mereKa seLalu di sampingku, menemani dimana pun aku berdiri, mwngangkatku saat aku terjatuh dan mengusap air mataku di saat aku rapuh,, I LOVE U All,, gag ada yang lebih berharga dalam ingkat hidupku selain kalian,, tetaplah menjadi satu kesatuan terindah dalam jiwa ku,,,,,

STEVEN WILIAM

On Jumat, 30 Desember 2011 0 komentar





Anata wa watashi no kokoro no naka de eien no tame no hikari bI ****
YOU WILL BE A LIGHT FOR FOREVER IN MY HEART

Ketika CinTA harus Memilih Part II

On Minggu, 09 Oktober 2011 2 komentar

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH ( PART II )

Pertengahan bulan Maret 2011,
Keluarga Rafel telah sibuk merencanakan acara lamaran Rafael dengan Erika bulan depan. Rafael sendiri merasa ragu untuk melangkah maju, hatinya ingin menolak perjodohan itu sebelum terlambat. Namun, nuraninya berkata lain, dia masih menimbang-nimbang akibat dari kecerobohannya jika ia membatalkan acara lamaran yang hanya tinggal menghitung minggu.
Di Ruang tengah,
“Rafael,” panggil Ibunya dari ruang tengah, Rafael segera bergegas menuju arah suara tersebut. Sampai di ruang tengah Rafael melihat sesosok gadis mengenakan jilbab hitam duduk di samping ibunya. Ya itu adalah Erika. Rafael berjalan menghampiri Ibunya yang tengah mengobrol dengan Erika,calon menantunya itu.
“iya bu, ada apa manggil Rafael?” tanya Rafael santai. Ibunya hanya diam dan tersenyum kepada Rafael, Rafael menangkap perasaan aneh di balik senyum Ibunya itu. Ibunya beranjak dari tempat duduknya,
“Raf, hari ini kan kamu banyak waktu kosong, daripada kamu di kamar terus. Sana gih pergi jalan-jalan sama Erika, Erika sudah jauh-jauh kesini lo!” ujar Ibunya. Tidak tahu kenapa Rafael begitu sulit dan enggan mengucap kata “tidak”. Tak lama setelah Rafael berganti baju, dia segera pergi dengan Erika.
Di jalan,
“Raf, apa kamu yakin ingin menikahi ku?” tanya Erika. Rafael terkaget-kaget mendengar pertanyaan Erika yang tiba-tiba menanyakan satu hal yang ingin dia ungkapkan.
“Erika, mungkin pengakuanku ini akan begitu menyakiti kamu!” ucap Rafael dengan perasaan bersalah kepada Erika. Erika tersenyum kepada Rafael, dan saat kedua mata mereka bertemu Rafael merasakan Desir aneh yang tak seharusnya dia rasakan kepada perempuan lain selain Vianka. Rafael melihat sudut demi sudut wajah Erika. Dan memang benar apa kata keluarga dan teman-temannya Erika adalah gadis sederhana yang mampu memukau mata laki-laki mana punyang menatapnya,namun sesegera mungkin Rafael mengalihkan tatapannya. Dia takut perasaan yang tak seharusnya terjadi pada Erika.
‘ aku mencintai orang lain ‘ kalimat itu terucap begitu saja di bibir Rafael, Erika terlihat sangat shock mendengar apa yang baru saj Rafael katakan. Matanya berkaca-kaca,air matanya pun seolah ingin tumpah. Tiba-tiba muncul perasaan bersalah kepada Erika. Dia menyesal telah mengatakan hal itu, tapi dia harus mengatakannya demi kebaikan bersama.
“aku tidak akan memeprmasalahkan perasaan mu yang tidak seutuhnya untuk ku, jika memang kamu mencintai orang lain aku tidak akan merusak pertunangan ini. Aku akan tetap menunggu mu untuk bisa mencintai aku apa adanya.” Jawab Erika dengan yakin. Rafael tersentak kaget, dalam hatinya ia menginginkan Erika merelakan batalnya pertunangan ini, tapi Erika mengucapkan pernyataan yang bertolak belakang dengan apa yang Rafael harapkan. Rafael tersenyum kepada Erika untuk menutupi kekecewaan nya atas tanggapan yang di lontarkan dari mulut Erika.
***
Awal bulan April,
Hari ini Rafael pergi ke toko berlian bersama Ibunya membeli sepasang cincin untuk acara pertunangannya 2 minggu lagi. Tanpa di duga seorang perempuan memakai drees berwarna biru muda sedang mencoba-coba model cincin di toko tersebut. Rafael kaget bukan main melihat perempuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vianka kekasihnya. Rafael sempat menghentikan langkah kakinya dan meminta Ibunya untuk mencari Toko berlian lain. Namun Ibunya menolak karena Toko tersebut adalah langganan Ibunya. Rafael tidak bisa menolak Ibunya dan terpaksa meneruskan ke arah toko tersebut. Rafael dan Ibunya berdiri di sebelah kiri Vianka namun masih ada jarak yang membuat Vianka tidak menyadari kehadiran Rafael di situ. Rafael terus berdoa semoga saja Vianka tidak menyadari kedatangannya.
“saya mau mengambil pesanan cincin minggu lalu mbak?” pinta Ibunya ke pada karyawan Di toko berlian tersebut.
Baru saja Ibunya berhenti berbicara kepada karyawan tersebut, Vianka menatap Ibu-Ibu tersebut dan menyadari bahwa ada sosok yang sangat dia cintai tepat di sebelah kiri Ibu-ibu tersebut. Ya, Rafael . Vianka segera menghampiri Rafael.
“Rafael, kebetulan banget kamu ada di sini ,aku lagi milih cincin yang bagus dan indah buat kita. Sama siapa?” tanya Vianka yang terlihat bahagia dengan keberadaan Rafel di situ.
“Siapa ini Raf, Teman kamu? Teman kuliahnya ya?” tanya Ibu Rafael kepada Mereka berdua. Rafel terlihat kikuk dan salah tingkah. Bagaimana dia bisa menyembunyikan pertunangannya dengan Erika dari Vianka jika dia di situ jelas-jelas dengan Ibunya, Ibu yang sangat berharap putra pertamanya menikah dengan putri tunggal dari keluarga Rusadi yaitu Erika.
“ohh, ini Ibunya Rafael ya?’’ tanya Vianka yang langsunng mencium tangan Ibu Rafael. Dan tiba-tiba karyawan toko berlian datang dan menyerahkan sepasang cincin yang Indah kepada Ibu Rafael.
“aduh, Ibu ini calon menantunya ya, cocok kok, cantik. Ini cincin pesananya !” ucap Karyawan tersebut ,terlihat raut wajah bahagia di paras cantik Vianka. Namun berbeda dengan Ibu Rafael yang langsung menyangkal tebakan dari karyawan tersebut. Dan sekaligus mengatakan Rafael akan bertunangan dengan putri pengusaha ternama di kota itu yaitu Erika. Vianka terperanjat kaget. Dia tak mampu menyebunyikan perasaan nya itu. Dengan sopan tanpa mengurangi rasa hormat, Vianka langsung pergi meninggalkan Toko Berlian tersebut tanpa sepatah kata pun, air matanya mengalir deras, berkali-kali Vianka menghentikan langkah kakinya berharap Rafael akan menahan kepergiannya. Namun, harapan itu tinggal harapan, entah mengapa Rafael yang begitu mencintai Vianka tidak mengejar Vianka. Vianka merasa sudah tidak berarti lagi di mata Rafael. Vianka menyesal membelakan diri pulang ke Indonesia hanya demi laki-laki yang telah menghianatinya. Kesetiannya selama ini hanyalah sia-sia saja,dan pada akhirnya kebohonganlah yang Vianka dapatkan.
Di rumah,
Sesampainya di rumah Rafael selalu melamun, “Rafael ibu gak suka ya kalau kamu harus menyakiti perasaan Erika demi perempuan tadi...” bentak Ibunya. Namun, Rafael hanya diam seribu bahasa tak menjawab apapun. Dalam benaknya terpikirkan bagaimana menjelaskan segala kejadian ini kepada Vianka supaya dia mengerti bahwa Rafael pun sekarang dalam posisi yang sangat Rumit. Sesaat kemudian Rafael seolah mendapatkan semangat untuk menjelaskan masalah ini kepada Vianka. Dia segera bangun dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah. Terdengar dari dalam rumah Ibunya melarang Rafael untuk pergi karena Ibunya tahu Rafael pasti ingin menemui perempuan tadi. Namun, Rafael tidak memperdulikan suara-suara itu, dia terus beranjak pergi.
***
Di depan rumah Vianka,
Pintu rumah Vianka tertutup rapat,tak seorang pun didepan rumahnya. Beberapa kali Rafael mengetuk pintu Rumah Vianka, namun tak ada satu pun yang membukakan pintu,jangankan membukakan pintu menyahut sapaannya pun tak ada. Rafael berpikir bahwa Vianka sedang berada di taman tempat biasanya mereka menghabiskan waktu berdua dulu, saat Rafael beranjak pergi dari teras rumah itu, terdengar suara pintu terbuka. Dia segera menoleh ke arah pintu,walaupun bukan Vianka yang membuka pintu dia sangat bahagia, setidaknya dia akan tahu dimana Vianka.
“Mas Rafael mencari mbak Vianka?” tanya penjaga rumah Vianka selama dia belajar di Jerman.
“Iya, Vianka ada”
“Loh, mbak Vianka gak bilang apa-apa sama Mas Rafael ya?”
“ngomong apa ?” tanya Rafael penasaran.
“Kok aneh ya, Bukannya hari ini Mbak Vianka memutuskan untuk kembali ke Jerman,” jawab Ibu-Ibu stengah tua itu.
Rafael sangat kaget mengapa secepat ini Vianka meninggalkan Indonesia, padahal baru beberapa hari yang lalu dia datang dan mengingat masa-masa terindah mereka berdua. Ada perasaan berslah di hati Rafael, mengapa dia membiarkan Vianka kembali ke Jerman membawa Luka yanng tak seharusnya ia torehkan di hati Vianka. Dengan sepenuh hati Rafael segera bergegas menuju Bandara terdekat. Setelah sampai disana ternyata semua telah terlambat, Pesawat dengan tujuan Dusseldorf Jerman telah berangkat beberapa menit yang lalu. Tubuh Rafael lemas, seolah darahnya tlah berhenti mengalir,jantungnya tlah berhenti berdetak. Air matanya mengalir, mengiringi kepergian Vianka yang membawa perih sakit hati yang dia buat.
to be continued,,,,,,

LOVE STORY

On Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Ini Bukanlah cerpen fiktif yang di karang sedemikian rupa untuk menarik minat pembaca, ini hanyalah sepenggalan kisah yang tak ingin ku simpan sendiri. Kenangan manis yang menyakitkan namun akhirnya berakhir dengan indah.
Air mataku bahkan belum kering mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika aku harus merelakan orang yang aku sayang untuk perempuan lain. Aku mencoba untuk tetap bertahan meski itu semua sangat menyakitan, saat semua telah hancur, air mata yang terus mengalir dan titik titik hujan ini lah yang menjadi saksi kepahitan kisah ku bersamanya yang harus terhapus oleh waktu. Aku mulai tersadar oleh waktu yang terus berjalan, aku tak akan bisa mengubah segalanya ataupun memaksa Hafis untuk mencintaiku seperti aku mencintaiya. Hari ini aku putuskan untuk melupakan segala yang tak perlu untuk di ingat kembali. Dia hanya bayangan semu untukku tak akan pernah menjadi nyata.
Saat aku terjatuh Angga lah yang selalu ada untukku, tak hanya saat aku terjatuh bahkan setiap saat pun ketika aku butuh seseorang untuk bersandar dia selalu ada untukku. Angga hanyalah orang asing yang tiba-tiba muncul dalam episode kehidupanku, dia datang dengan kasih sayang yang tak pernah terbatas untukku. Bahkan ketika dia tahu bahwa aku adalah kekasih sahabatnya pun dia tak pernah kecewa, dia terus mendukung segala sesuatu yang membuat ku tersenyum bahagia walaupun akhirnya luka lah yang aku terima. Saat aku mulai menyadari bahwa Angga menyimpan perasaan kepadaku, semuanya berubah kecuali perasaan ku kepada Hafis, meski waktu terus berputar memaksaku melupakan dia, namun aku tak pernah bisa membohongi perasaanku dari hati yang terdalam dan paling dalam Hafis seolah terpatri dalam hatiku. Ini sangat konyol. Bibirku dengan mudahnya membenci Hafis, tapi hatiku tidak.
Aku merasa bersalah kepada Angga, selama ini dia selalu ada untukku selalu menerima meski itu menyakitkan untuknya. Dia selau mengakah untukku agar aku selalu tersenyum. Aku tahu suatu saat Angga akan meminta ku untuk menjadi bintang di hatinya dan aku tak yakin akan mengatakan ‘iya’ , saat itu lah kegundahan besar melanda hatiku, aku tak mungkin menerima Angga jika sampai sekarang hatiku masih sepenuhnya untuk Hafis, aku pun tak mengerti mengapa sosok Hafis yang pernah membuat ku menangis yang telah membuatku terpuruk, yang telah menghancurkan harapanku, sosok yang membuat ku mengerti kesabaran lah yang selalu teringat di benakku, yang selalu ada dalam ingatanku meski dia tak pernah mengingat sedikit pun tentang aku taupun kenangan kita berdua.
Dala sepi ini aku seolah di sadarkan, hatiku selalu berbisik,
“terima apa adanya Angga, suatu saat kamu akan mencintainya seiring berjalannya waktu dan lupakanlah sesuatu yang tak pantas untukmu”
Apa yang harus aku lakukan apakah akau harus menerima Angga untuk menjadi kekasihnya? Atau tetap pada pendirian hatiku untuk tetap mencintai Hafis hingga aku lelah dan mampu melupakannya?

On Selasa, 04 Oktober 2011 0 komentar

KEFASIHAN HABBIBURAHMAN MENYIHIR PEMBACA DENGAN UNSUR ISLAMI YANG KENTAL

On 0 komentar


Judul buku : Dalam Mihrab Cinta
Pengarang : Habbiburahman El Shirazy
Penerbit : Penerbit Buku Islami “Bassmalla”
Cetakan : 2008
Tebal Buku : -

Dunia sastra kembali hidup dengan terbitnya novel-novel karya Habbiburahman El Shirazy. Bagi pecinta novel islami pastilah akan merasa cocok dan terhipnotis dengan karya-karya penulis nomor satu di Indonesia ini. Banyak karya-karya Habbiburahman El Shirazy yang telah memikat hati publik sampai-sampai kebanyakan dari karyanya sudah difilmkan dan bahkan Film yang diangkat dari Novel-Novelnya itu mampu memikat penikmat film, misalnya saja Ayat-ayat cinta yang sempat meledak di pasaran, kemudian Ketika Cinta Bertasbih I dan II yang tidak kalah dengan Ayat-Ayat Cinta. Karya-karya Habbiburahman El Shirazy lain yang juga di gemari para pembaca Novel adalah Bumi Cinta dan Dalam Mihrab Cinta yang akhir-akhir ini sempat digandrungi para pembaca.
Bahasa yang di gunakan sangatlah bervariasi,seperti tidak ada habisnya. Habbiburahman seolah menyajikan gudang bahasa dalam novel-novelnya. Masih seperti novel-novel karya Habbiburahman sebelumnya. Habbiburahman selalu menyajikan percampuran bahasa asing namun tetap mudah dipahami dan dimengerti sehingga membuat pembaca mampu berimajinasi dan mengikuti setiap alur cerita yang di sajikan oleh Habbiburahman dalam novel-novelnya. Seperti dalam Novel Habbiburahman yang berjudul “Dalam Mihrab Cinta” ini, Habbiburahman mengemas pengorbanan , cinta dan mimpi seorang laki-laki yang menjadi pencopet karena kesalahpahaman pihak pesantren dalam mengambil keputusan yang akhirnya laki-laki tak berdosa ini yang menjadi korban ketidak adilan. Namun kebencian kepada orang yang memfitnahnya di pesantren yang membuatnya menjadi pencopet membawanya kembali kejalan yang di ridhoi Allah. Unsur Islami yang sangat kental disini tidak menghilangkan unsur-unsur romantis bahkan Habbiburahman mampu menjadikan Unsur-Unsur Islami dalam setiap novelnya menjadi salah satu keistimewaan karya-karyanya. Habbiburahman adalah penulis yang ulung, dia mampu menciptakan karya dengan karakter yang bisa dikatakan “sangat menjual”. Di ujung cerita dalam novel ini Habbiburahman menyajikan cerita cinta yang membuat air mata pembaca meleleh, cerita Cinta yang digabungkan dengan unsur-unsur Islami yang semakin membuat hati pembaca berguncang-guncang.
Bagi saya karya-karaya Habbiburahman sangatlah memukau. Habbiburahman mengemas setiap karya karyanya dengan keindahan bahasa dan penceritaan yang memikat. Jika harus mencari kekurangan dari karya-karya Habbiburahman mungkin akan sangat sulit. Karena menurut saya karya-karya Habbiburahman mendekati sempurna. Walaupun mungkin ada beberapa penggunaan bahasa asing yang tidak ada terjemahannya. Sehingga terkadang pembaca sulit menerjemahkan maksud yang di ceritakan.
Jika di bandingkan dengan karya-karya dari novelis Indonesia lainnya mungkin karya-karya Habbiburahman adalah novel-novel yang berkhualitas. Karena dalam setiap novel dan karya-karya ada sentuhan keagamaan. Resepestetik yang dapat di contoh atau dipraktikan oleh para novelis lain setelah membaca dan mencermati Novel “Dalam Mihrab Cinta” ini adalah tentang penguasaan teknik bercerita yang memikat hati para pembaca dengan nilai-nilai keagamaan yang terlihat jelas dalam setiap alur cerita.
NAMA : DIAN ISTIANINGRUM
KELAS : XII IPS 1
NO : 07

keika cinta harus memilih part I

On Rabu, 14 September 2011 0 komentar




Create by : Dian kelces
Ketika cinta harus memilih( Part I)

6 tahun silam,
Rafael, siswa SMA kelas 2 itu menggandeng tangan kekasihnya yang satu tahun lebih tua darinya dia bernama Vianka Adelia, Vianka adalah kakak kelasnya di SMA KARTINI , Vianka duduk dikelas 3. Pagi ini mereka berjalan bersama menyusuri taman, menikkmati hamparan rumput dan bunga bunga yang indah , mereka berjalan dengan senyum yang tidak pernah pudar sedikit pun. Bagi remaja seusia mereka, hal seperti itu adalah hal terindah yang tak terlupakan,mereka tak perduli ocehan teman-teman mereka yang mengatakan mereka adalah pasangan yang konyol karena jarak usia.
***
Satu tahun kemudian,
Pagi ini Vianka Adelia akan berangkat ke Jerman untuk Melanjutkan Study-nya di kota Dusseldorf, ibukota dari negara bagian Nordrheiin westfalen. Kota ini juga terkenal dengan pusat fashionnya dan butik-butiknya di sepanjang Konigsalle, Rafael adalah salah satu orang yang berat untuk untuk melepas kepergian Vianka ke Jerman, meski berat Rafael tidak mampu menahan Vianka untuk tinggal di sini.
***
Beberapa bulan setelah keberangkatan Vianka ke Jerman,
“aku tak mengerti, kenapa Vianka jadi sesibuk ini.” Keluh Rafael kepada salah satu teman se kelasnya. “dulu dia menelfonku 2 kali sehari tapi akhir-akhir ini dia menelfon aku atau sekedar mengirim email dan sms tiap 2 hari sekali.” Lanjut Rafael, temannya terus mendengarkan keluhan Rafael tentang komunikasinya dengan Vianka yang tidak lancar. Rafael percaya bahwa Vianka adalah tipe perempuan yang konsisten terhadap segala ucapan dan janji-janjinya. Meski tembok berlin memisahkan mereka.
***
Pertengahan tahun 2010,
Rafael telah menyelesaikan S1-nya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Bahasa Jerman, hingga dia Lulus menyandang gelar Sarjana, Dia masih setia dengan kekasihnya,Vianka. Meski 4 tahun terakhir ini Vianka tidak pernah memberi kabar kepada Rafael.
Awal masuk di Universitas Indonesia dia telah bertekad akan menyusul kekasihnya itu ke negara jerman setelah dia menyelesaikan S1-nya, dan sekarang Rafael telah menyelesaikan S1-nya dia sangat bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu telah datang, namun di sisi lain dia menjanjikan sesuatu kepada ayahnya 2 tahun lalu dan sekarang saatnya dia menepati janji itu tapi sayang nya sampai sekarang Rafael masih belum bisa menepati janji nya untuk memperkenalkan seorang gadis kepada orang tuanya sebagai Calon istrinya. 2 tahun yang lalu kedua orang tua nya meminta Rafael untuk menikah dengan Erika Rusadi putri tunggal dari rekan kerja ayahnya. Rafael telah menolak permintaan ayahnya ketika pertama kali di tawari untuk untuk menikah dengan Erika, namun penolakannya itu di tepis oleh ayahnya,
“jangan terlalu terburu-buru menolak perjodohan mu dengan Erika, Ayah minta perkenalkan Ayah kepada gadis yang kamu cintai,! Jika sampai kamu lulus , kamu masih belum juga memperkenalkan satu orang gadis pun pada ayah, ayah minta kamu menikah saja dengan Erika!” tegas ayahnya, tidak tahu kenapa kata setuju dari bibir rafael terucap begitu saja.
“gimana Kalo’ sampai aku Lulus Vianka belum bisa nemuin aku? Apa aku harus married dengan Erika?” ucap batinnya keras. Saat itu Rafael hanya terdiam dan keyakinannya untuk menikahi Viianka sangat kuat, namun menatap kenyataan yang terjadi , keraguan hebat menyelimuti hati nya.
Hari ini adalah saat-saat dimana dia harus memperkenalkan calon Istrinya kepada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya telah menunggu hari ini dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan Rafael, hatinya bimbang, tahun ini Vianka harusnya sudah pulang ke Indonesia, tapi sehelai ramputnya pun belum terlihat di depan Rafael. Sempat ada rasa jengkel di hati Rafael namun dia segera mengusir perasaan itu, Rafael mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, dia mencoba bernegosiasi dan sekaligus meminta sedikit waktu untuk berpikir sekali lagi sebelum mengambil keputusan untuk menikah, menurut Rafael sendiri pun menikah bukan hal sepele yang harus di laksanakan dengan sembarang orang. Namun kedua orang tuanya tidak bisa bernegosiasi lagi, tahun depan di usianya yang ke 28 dia harus sudah merencanakan pernikahan, minimal dia harus bertunangan.
***
Awal tahun 2011,
Tahun baru telah lewat,awal tahun ini Vianka pulang ke Indonesia. Hatinya sangat bahagia, dia tidak sabar menemui kekasihnya itu. Di saat yang sama ketika Vianka sampai di Indonesia,ternyata Rafael telah memutuskan untuk bertunangan dengan Erika,Toh Cuma tunangan!. Rafael pun sampai di rumah keluarga Rusadi untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Erika. Meski setengah hati, Rafael melangkah masuk rumah dengan senyum yang misterius antara yakin dan tidak.
***
12 Februari 2011,
Rafael membuka emailnya, ada 3 email yang belum di baca. 2 email dari teman kuliahnya Hendri firmansyah yang berisi curahan hatinya mengenai seorang gadis yang menolak lamarannya untuk lebih memilih menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya. Dan satunya lagi dari Danang Firdian yang berisi artikel-artikel politik. Dan 1 email dari... Vianka Adelia... saat membaca bahwaemail itu di kirim dari Jerman Rafael kaget bercampur senang, dia langsung membuka email itu,
From : VIANKA ADELIA
Date : 11 Februari 2011

“Guten Morgen (dalam bahasa Jerman;Selamat pagi), aku tau kamu masih setia menantiku, maaf kalau aku pergi terlalu lama, aku di sini merindukan kamu dan aku putuskan untuk pulang ke Indonesia bulan ini, tanggal 7 februari. Mungkin tanggal 14 februari tepat di hari ulang tahun mu baru bisa menemui mu,Aku akan kerumahmu hari itu.”
Rafael bergetar, kenapa dia tidak lebih dulu membuka Email nya daripada menyetujui pertunangannya dengan Erika? Kalau saja dia lebih dulu membuka Emailnya tentunya dia tidak akan mengambil keputusan bertunangan dengan Erika. Hatinya bimbang apa yang harus dia katakan kepada Vianka jika Vianka tahu kalau ternyata kesetiannya yang ternyata tersia-sia kan . Hatinya bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Vianka, dua hari lagi Vianka Adelia kekasih yang sangat di nanti-nantinya akan menemuinya, namun ada perasaan ragu karena 2 bulan lagi dia harus melamar Erika secara resmi.
***

14 februari 2011,
Ketika kedua pasang mata indah itu bertemu, keduanya tersentuh badai cinta yang lama tidak mereka rasakan, hati mereka meleleh bagai Es di kutub yang tersentuh mentari. Mereka teringat 6 tahun silam ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ketika mereka bolos berdua dan pergi berdua ketaman kota.
“Kamu masih seperti dulu, aku harap cintamu juga masih seindah dulu!” ucap Vianka. Rafael terus mendengarkan cerita demi cerita yang keluar dari bibir Vianka sambil terus memandangi nya.
“aku ingin kamu menikahi ku seperti harapan kita untuk hidup bersama, kamu masih ingat kan saat itu!” pinta Vianka, “saat kita duduk berdua di bawah pohon belimbing di tengah taman kota, tiba-tiba kita punya harapan buat menikah,,hehehe’ lucu yah!” lanjut Vianka dengan senyum kecilnya,Ketika ia teringat peristiwa-peristiwa 6 tahun silam yang sepertinya tidak pernah ia lupakan.
Rafael tersentak mendengarkan Ucapan Vianka. Jiwanya Lemas dia sangat bahagia namun di sisi lain dia bingung menentukan sikap terbaik , akankah pertunangannya dengan Erika di batalkan begitu saja, bagaimana kekecewaan yang di tanggung oleh keluarganya dan keluarga Rusadi, Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Vianka tentang pertunangannya dengan Erika. Rafael tahu jika dia mengatakan semua ini kepada Vianka. Vianka akan sangat terpukul, parahnya lagi dia akan sangat membenci Rafael.
***
Awal Maret 2011,
Malam ini rafael tidak bisa tidur, dia duduk di pinggir tempat tidurnya,Saat ini Dia di hadapkan pada situasi yang sangat rumit, dan sangat menguras pikirannya yaitu saat dimana dia harus menentukan pilihan dan ketika Cinta harus memilih, Rafael pun tak bisa menghindar dan keadaan ini memaksa nya untuk berpikir matang-matang,,,,
To be continued...

foto2 narsis ku

On Jumat, 20 Mei 2011 0 komentar



Datang tanpa cinta pergi dengan cinta

On Kamis, 28 April 2011 0 komentar



Semua berawal dari 2 orang yang dekat dengan ku, seseorang diantara merreka lebih cepat menyatakan cinta kepadaku, walaupun sebenarnya satu orang yang lain yang aku tunggu-tunggu. “seandainya aku menyukai mu bagaimana? Dan aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hidupmu, so...?” pintanya kepadaku. Tanpa pikir panjang kata “iya” terucap begitu saja dari bibirku, meskipun saat itu aku baru saja mengenalnya belum ada 1 bulan aku mengenalnya, bahkan tag pernah ada perasaan cinta untuk dia. Perlahan aku mencoba menjalani hubungan itu, beberapa teman dan sahabatku tidak mengizinkan ku tetap bersamanya. Tapi aku tag peduli aku tetap mempertahankan hubunganku dengan nya. sampai sekarang aku mencoba bertahan bersamanya. Sejauh ini aku begitu nyaman di sampingnya dia mampu membuat ku tersenyum dan tersenyum lagi, aku merasa bahagia bersamanya, aku ingin buktikan kepada teman-teman dia adalah laki-laki yang baik dan tag semua anak band itu playboy. Tingkahnya yang apa adanya mampu membuat ku terus tersenyum. Tapi akhir-akhir ini dia berubah, ada satu hal aneh yang mengganggu pikiran ku tentang nya, bukan karena dia ketahuan selingkuh atau semacamnya. Yupz, dia tidak seperti dulu, dia lebih cuek, tag perduli dengan ku, dia benar-benar berubah. Dulu kata sayang selalu terucap darinya, dulu kata cinta selalu ku dengar darinya tapi sekarang dia menghilang begitu saja, tag ada satu pertanda pun dia akan meninggalkan ku sejatuh ini. Setelah dia menhilang aku mencari celah-celah kabar di antara kepergiannya, dan ketika aku mencoba mengakses akun facebooknya, aku melihat banyak hal aneh di situ, hal aneh yang perlahan terasa menyakitkan. Aku tahu sekarang kenapa dia berubah, beberapa kalimat komentar di akun facebook yang dia tulis dan beberapa balasan dari mantan pacarnya itu sudah menjelaskan segalanya. Kalimat perkalimat aku baca tanpa tertinggal satu kata pun, jantungku terasa mati, sakit yang aku tahan terluapkan. Aku juga mengerti, kenapa selama ini dia tag pernah mengganti status berhubungannya dengan ku yang kenyataannya memang aku lah pacar nya saat itu justru tetap mempertahankan statusnya “Menikah Dengan ****” yang jelas-jelas sudah tag ada hubungan apa pun dengannya, yupz menurutku masih ada sesuatu antara dia dengan mantan kekasihnya . Mengapa aku terlalu mempercayai segala ucapannya. Ada perasaan sedih dalam hatiku namun aku juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa ku terhadapnya. Aku ingin marah sejadi-jadinya namun aku bingung ingin marah dengan siapa. Semua ini menyadarkanku,betapa bodohnya aku kemarin, aku kecewa. Kenapa harus dia yang terlebih dulu mengungkapkan. Aku tag sanggup terus tersakiti, jika memang dia lebih memilih mantan kekasihnya, aku rela melepaskannya. Siang ini aku menangis di sudut kamarku berteman sebuah netbook ku, ku tulis rasa sakitku dalam untaian kata-kata ini. aku putuskan untuk mengakhiri hubungan tanpa keseriusan ini secepatnya. aku tag mau terus di bohongi terus tersakiti terus terhianati oleh cinta yang hampir membuatku melayang bahagia di atas luka yang tag pernah aku duga kalau akhirnya dia buat dengan cinta itu sendiri. Saat aku mulai mencintainya, dia justru menyia-nyiakan perasaan ini, mengapa dia harus pergi saat aku mulai mencintainya. Dan sekarang aku harus tegar, melepaskannya. Malam itu keputusan ku sudah bulat, meski menahan sayang yangterpendam, aku harus rela. Karna pada kenyataannya dia tag pernah menganggap ku ada.

Aku memang menerimanya tanpa cinta tapi sekarang dia pergi dengan cinta ku,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!

yangseku,

On Jumat, 22 April 2011 0 komentar

pelukan sayang dari hati
kini tak terbendung lagi
yang telah lama kau ku nanti
kau pujaan hati

* kau genggam erat tangan ini
seakan tak ingin kau pergi
kau peluk erat tubuh ini
kau pujaan hati


biarkanlah kata sayang kan selalu terucap
biarkanlah kata cinta kan selalu ku dengar
karna kaulah kekasih hati yang selama ini memang ku cari




biarkanlah kata sayang kan selalu terucap
biarkanlah kata cinta kan selalu ku dengar
karna kaulah kekasih hati yang selama ini mengisi hati

On Rabu, 13 April 2011 0 komentar



gamaliel_ cuma aku

On 0 komentar


Memang tak pernah
Firasat ku salah
Kau telah ah ah ah
Terbawa ah ah ah

Harus ku terima
Pahit kenyataan
Berpisah ah ah ah
Terpaksa ah ah ah

Ku rela karena ku harus
Dan hidup berjalan terus

Mana sumpah cinta sampai mati
Apa yang kau ucap tak terbukti
Siapa yang paling tepati janji
Cuma aku cuma aku

Harus ku terima
Pahit kenyataan
Berpisah ah ah ah
Terpaksa ah ah ah

Ku rela karena ku harus
Dan hidup berjalan terus

Mana sumpah cinta sampai mati
Apa yang kau ucap tak terbukti
lyricsalls.blogspot.com
Siapa yang paling tepati janji
Cuma aku cuma aku
Cuma aku cuma aku

Dulu kau bilang cuma aku
Yang menjadi takdir cintamu
Namun ternyata itu dulu
Disaat nyata ada di hidupmu
Yeah mana...
Apa... tak terbukti

Siapa yang paling tepati janji
Cuma aku cuma aku
Hey mana...
Sumpah cinta sampai mati
Apa... apa...
Yang kau ucap tak terbukti
Siapa yang paling tepati janji
Cuma aku cuma aku
Cuma aku cuma aku

GAGAL ITU BUKAN AKHIR

On Senin, 11 April 2011 0 komentar


“gagal lagi ndi!” katanya kepadaku, hari ini aku dan Avri duduk bersama di depan kelas, dia bercerita panjang lebar tentang pacar barunya. “aku gag nyangka secepat ini hubunganku ma dia kandas gitu aja!, bayangin aja aku yang selalu ada buat dia dan selalu menyayangi dia harus tersingkir jauh-jauh dengan kedatangan orang ketiga!” lanjutnya kepadaku, aku tetap mendengarkan cerita demi ceeritanya baik baik, sambil terus menyebarkan pandangan ke seluruh sudut sekolah.
“menurut aku dia cewek yang baik, hanya waktu aja yang maksa dia buat nyakitin aku” ujar nya sekali lagi, aku menoleh ke arahnya,
“aku gag habis piker dengan jalan pikiranmu vri. Jelas-jelas kamu di hancuruin berkeping-keping gitu masih aja bisa tersenyum lebar kaya gitu, terus masih bisa lagi muji-muji dia. Sebenernya kamu tu punya perasaan gag siih?” tukas ku keras aku tak peduli tanggapan apa yang akan dia tumpahkan kepadaku. Dan Avri hanya tersenyum masam,
“jangan bilang kalo kamu masih berharap ma dia?” Tanya ku penasaran, sekarang aku menjadi lebih aktif bertanya.
“mungkin!” jawabnya singkat, saat itu aku ingin sekali menendang nya, aku ingin menyadarkan Avri tentang semua penantiannya yang sia-sia toh masih banyak cewek-cewek di SMA ini yang berharap untuk dekat dengannya, termasuk aku. Ups ngaku juga deh, aku udah suka dengannya mungkin sekitar 2 tahun yang lalu, ketika kita pertama kali ketemu di perpustakaan sekolah. Saat itu dia di mintai bantuan oleh salah satu guru pengajar untuk membawa beberapa buku tebal, karena jumlahnya terlalu banyak aku tidak sengaja berpikit untuk membantunya dan finally, yups kita kenalan, temenenan, temenan, temenan dan sampai sekarang tetep temenan meskipun di dalam hatiku yang paling dalam aku ingin jauh lebih dekat dengannya tidak hanya sekedar berteman saja.

Tak terasa bel masuk berbunyi, semua siswa beduyun-duyun memasuki kelas masing-masing. Ini adalah jam pelajaran matematika dari luar kelas seorang guru perempuan setengah tua namun belum menikah masuk kedalam kelas kami, dia adalah guru matematika kami yang bernama Ibu sandra, semua anak terdiam, semua mata tertuju kepada orang yang masuk kelas kami itu, namun bukan Ibu Sandra lah yang mereka lihat, semua mata mengarah kepada seorang gadis seusia ku yang berjalan di belakang Ibu Sandra, “siapa cewek itu?” tanya ku dalam hati. Semua terdiam , aku mengamati sudut demi sudut gadis itu dari wajah turun kebawah hingga ujung sepatunya tak luput dari pandanganku, “yupz dia anak baru!” jawab ku dalam hati.

“anak-anak siswi ini adalah siswi pindahan dari (Ibu. Sandra menyebutkan suatu sekolah menengah atas di kota kami)” ucap Ibu Sandra. “silahkan memperkenalkan diri!” Ibu sandra menyuruh cewek yang berdiri di depanku itu untuk memperkenalkan dirinya, perlahan gadis itu melangkah satu langkah ke depan dan mulai memperkenalkan diri,
“saya Jasmine, semoga kita bisa menjadi teman yang baik,,,!” ucap Jasmine kepada semua yang ada di ruangan kelasku itu sambil berjalan ke arahh ku dan duduk di bangku sebelah ku yang kosong sejak Avri memutuskan untuk duduk di bangku deretan paling depan. Aku sempat melirik ke arah Avri pandangannya tidak lepas dari cewek yang sekarang duduk di sampingku itu, dia terus menatapnya hingga jasmine mendapati Avri tengah melihatnya lekat-lekat, segelintir senyum tersumbing di bibir keduanya, aku berpikir sebentar lagi bakal ada satu kejadian yang menggemparkan sekolah.
Dan Really, gak lama setelah kedatangan murid baru itu Avri berubah dia lebih terlihat bersemangat memulai kelas padahal belum ada 2 hari yang lalu dia baru putus dengan si cewek pecundang itu. Sekarang dia lebih seperti seorang wanita menurutku, lebih suka memperhatikan penampilannya, mungkin untuk membuat si murid baru Jasmine terpesona dengan nya.
***

Aku pikir dia Cuma iseng-isengan aja deketin jasmine tapi ternyata aku salah, Avri tetaplah cowok SMA yang bisa di bilang Playboy,,ehm.. gag butuh waktu lama sebentar ajaAvri udah bisa jadian sama Jasmine. Aku? Sebel sih, knapa harus jasmine ? kenapa Avri gag ngajak aku aja buat jadi pacarnya. Pagi itu aku dan Avri tengah mengobrol asyik tentang aplikasi Photoshine, tiba-tiba Jasmine menghampiri kita berdua, dengan senyum yang menurutku tidak asli, jasmine mengulurkan kotak makanan. Avri pun menerimanya dengan senyum yang... ih... gag banget deh.
“Makasih, !” kata Avri pelan kepada Jasmine. Jasmine hanya tersenyum dan sempat melirik ke arahku. Aku merasa terganggu dengan tatapan jasmine kepadaku saat itu, tatapannya seolah menginginkan aku untuk menjauh dari tempat itu mungkin biar dia bisa berdua dengan Avri , tapi aku gak mau gitu pergi dari tempat itu. Aku duluan kan yang duduk di situ dengan Avri, lagian siapa sih jasmine? Diakan Cuma pacar dari sahabat aku.
“ehm ndi?” panggil Avri pelan. Sambil melirik ke arahku, “bisa tinggalin kita berdua gak?” pinta nya pelan. Akuu tersentak hampir saja aku merasa lebih penting untuk di utamakan dari pada jasmine tapi.. tidak saat itu. Yah aku mulai marah kepada Avri. Dia mulai mementingkan jasmine dari pada aku yang telah lama menjadi sahabat karibnya.
Aku segera pergi meniggalkan tempat itu, aku sempat menghentikan langkah kakiku, berharap ketika aku berbalik melihatnya Avri akan menahan ku untuk pergi. Tapi yupz, semuanya Cuma harapan semu ku yang gag mungkin terjadi.
***

ANTARA ANGIN PERUBAHAN SAHABAT DAN KEKASIH

On Kamis, 07 April 2011 0 komentar

ANTARA ANGIN PERUBAHAN SAHABAT DAN KEKASIH

best friend forever

On Sabtu, 02 April 2011 0 komentar





mereka AdaLAH sEBUah Cahaya dalam HidupKu,, mesKI tag selalu mereka bersinar SEPERTI YANG aGku IngIN NAMUN mereka slalu bersinar terng di jiwaku,,,, mereka adalah hal yang paling berharga buat ku,,, sahabat yng tak pernah putus tag PerNAH mENJATUHKANKU JUSTRU SLALU MNgangkatku terbang tinggi melompat lebih jauh ,,, berjalan ke depan in bright future.....agKu Tag INgiN mEreKa HilANg DarI kEhidUPaN Ku... BagIKu mEreKa segAlANyA,, sAhaBAT SELAMANYA,, Dan sELAMANYA,,,my best friend forever..............tetaplah di hatiku buat selamanya,,,















On Kamis, 31 Maret 2011 0 komentar







Ketika Cinta harus memiih

On Minggu, 27 Maret 2011 0 komentar


6 tahun silam,

     Rafael, siswa SMA kelas 2 itu menggandeng tangan kekasihnya yang satu tahun lebih tua darinya dia bernama Vianka Adelia, Vianka adalah kakak kelasnya di SMA KARTINI , Vianka duduk dikelas 3. Pagi ini mereka berjalan bersama menyusuri taman, menikkmati hamparan rumput dan bunga bunga yang indah , mereka berjalan dengan senyum yang tidak pernah pudar sedikit pun. Bagi remaja seusia mereka, hal seperti itu adalah hal terindah yang tak terlupakan,mereka tak perduli ocehan teman-teman mereka yang mengatakan mereka adalah pasangan yang konyol karena jarak usia.

***

Satu tahun kemudian,

    Pagi ini Vianka Adelia akan berangkat ke Jerman untuk Melanjutkan Study-nya di kota Dusseldorf, ibukota dari negara bagian Nordrheiin westfalen. Kota ini juga terkenal dengan pusat fashionnya dan butik-butiknya di sepanjang Konigsalle, Rafael adalah salah satu orang yang berat untuk untuk melepas kepergian Vianka ke Jerman, meski berat Rafael tidak mampu menahan Vianka untuk tinggal di sini.

***

Beberapa bulan setelah keberangkatan Vianka ke Jerman,

     “gue nggak ngerti, kenapa Vianka jadi sesibuk ini.” Keluh Rafael kepada salah satu teman se kelasnya. “dulu dia nelfon gue 2 kali sehari tapi akhir-akhir ini dia nelfon gue ato sekedar ngirim email dan sms tiap 2 hari sekali.” Lanjut Rafael, temannya terus mendengarkan keluhan Rafael tentang komunikasinya dengan Vianka yang tidak lancar. Rafael percaya bahwa Vianka adalah tipe perempuan yang konsisten terhadap segala ucapan dan janji-janjinya. Meski tembok berlin memisahkan mereka.

***

Pertengahan tahun 2010,

     Rafael telah menyelesaikan S1-nya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Bahasa Jerman, hingga dia Lulus menyandang gelar Sarjana, Dia masih setia dengan kekasihnya,Vianka. Meski 4 tahun terakhir ini Vianka tidak pernah memberi kabar kepada Rafael. 
 Awal masuk di Universitas Indonesia dia telah bertekad akan menyusul kekasihnya itu ke negara jerman setelah dia menyelesaikan S1-nya, dan sekarang Rafael telah menyelesaikan S1-nya dia sangat bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu telah datang, namun di sisi lain dia menjanjikan sesuatu kepada ayahnya 2 tahun lalu dan sekarang saatnya dia menepati janji itu tapi sayang nya sampai sekarang Rafael masih belum bisa menepati janji nya untuk memperkenalkan seorang gadis kepada orang tuanya sebagai Calon istrinya. 2 tahun yang lalu kedua orang tua nya meminta Rafael untuk menikah dengan Erika Rusadi putri tunggal dari rekan kerja ayahnya. Rafael telah menolak permintaan ayahnya ketika pertama kali di tawari untuk untuk menikah dengan Erika, namun penolakannya itu di tepis oleh ayahnya, 
“jangan terlalu terburu-buru menolak perjodohan mu dengan Erika, Ayah minta perkenalkan Ayah kepada gadis yang kamu cintai,! Jika sampai kamu lulus , kamu masih belum juga memperkenalkan satu orang gadis pun pada ayah, ayah minta kamu menikah saja dengan Erika!” tegas ayahnya, tidak tahu kenapa kata setuju dari bibir rafael terucap begitu saja. 
“gimana Kalo’ sampai gue Lulus Vianka belum bisa nemuin gue? Apa gue harus married ma Erika?” ucap batinnya keras. Saat itu Rafael hanya terdiam dan keyakinannya untuk menikahi Viianka sangat kuat, namun menatap kenyataan yang terjadi , keraguan hebat menyelimuti hati nya. 
Hari ini adalah saat-saat dimana dia harus memperkenalkan calon Istrinya kepada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya telah menunggu hari ini dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan Rafael, hatinya bimbang, tahun ini Vianka harusnya sudah pulang ke Indonesia, tapi sehelai ramputnya pun belum terlihat di depan Rafael. Sempat ada rasa jengkel di hati Rafael namun dia segera mengusir perasaan itu, Rafael mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, dia menciba bernegosiasi dan sekaligus meminta sedikit waktu untuk berpikir sekali lagi sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Namun kedua orang tuanya tidak bisa ber negosiasi lagi, tahun depan di usianya yang ke 28 dia harus sudah merencanakan pernikahan, minimal dia harus bertunangan.

***

Awal tahun 2011,

      Tahun baru telah lewat,awal tahun ini Vianka pulang ke Indonesia. hatinya sangat bahagia, dia tidak sabar menemui kekasihnya itu. Di saat yang sama ketika Vianka sampai di Indonesia,ternyata Rafael telah memutuskan untuk bertunangan dengan Erika,Toh Cuma tunangan!. Rafael pun sampai di rumah keluarga Rusadi untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Erika. Meski setengah hati Rafael melangkah masuk rumah dengan senyum. 

***

12 Februari 2011,

      Rafael membuka emailnya, ada 3 email yang belum di baca. 2 email dari teman kuliahnya. Dan 1 email dari... Vianka Adelia... Rafael kaget bercampur senang, dia buka email itu,
“Guten Morgen (dalam bahasa Jerman;Selamat pagi), aku tau kamu masih setia menantiku, maaf kalo’ aku pergi terlalu lama, aku di sini merindukan kamu dan aku putuskanuntuk pulang ke Indonesia bulan ini, mungkin tepatnya tanggal 7 februari. Mungkin tanggal 14 februari tepat di hari ulang tahun mu baru bisa menemui mu,Aku akan kerumahmu hari itu.”
 Rafael bergetar, hatinya bimbang apa yang harus dia katakan kepada Vianka jika Dia tahu kalau ternyata kesetiannya yang ternyata tersia-sia kan . hatinya bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Vianka, dua hari lagi Vianka Adelia kekasih yang sangat di nanti-nantinya akan menemuinya, namun ada perasaan ragu karena 2 bulan lagi dia harus melamar Erika secara resmi.

***

14 februari 2011,

      Ketika kedua pasang mata indah itu bertemu, keduanya tersentuh badai cinta yang lama tidak mereka rasakan, hati mereka meleleh. Mereka teringat 6 tahun silam ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ketika mereka bolos berdua dan pergi berdua ketaman kota.
“Kamu masih seperti dulu, aku jharap cintamu juga masih sewangi dulu!” ucap Vianka. Rafael terusmenddengarkan ceritta demi cerita yang keluar dari bibir Vianka sambil terus memandangi nya. 
“aku ingin kamu menikahi ku seperti harapan kita untuk hidup bersama, kamu masih ingat kan saat itu!” pinta Vianka, “saat kita duduk berdua di bawah pohon belimbing di tengah taman kota, tiba-tiba kita punya harapan buat menikah,,hehehe’ lucu yah!” lanjut Vianka dengan senyum kecilnya. ketika ia teringat peristiwa-peristiwa 6 tahun silam yang sepertinya tidak pernah ia lupakan. Rafael tersentak mendengarkan Ucapan Vianka. Jiwanya Lemas dia sangat bahagia namun di sisi lain dia bingung menentukan sikap terbaik , akankah pertunangannya dengan Erika di batalkan begitu saja, bagaimana kekecewaan yang di tanggung oleh keluarganya dan keluarga Rusadi, Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Vianka tentang pertunangannya dengan Erika. Rafaeel tahu jika dia mengatakan semua ini kepada Vianka. Vianka akan sangat terpukul parahnya lagi dia akan sangat membenci Rafaael.

***

Awal Maret 2011,

       Malam ini rafael tidak bisa tidur, dia duduk di pinggir tempat tidurnya,Saat ini Dia di hadapkan pada situasi yang sangat rumit, dan sangat menuras pikirannya yaitu saat dimana dia harus menentukan pilihan dan ketika Cinta harus memilih, Rafael pun tak bisa menghindar dan keadaan ini memaksa nya untuk berpikir matang-matang,,,,
To be continued...


Profile Bisma Karisma “SM*SH”

On Kamis, 24 Maret 2011 0 komentar


Profile Bisma Karisma “SM*SH” (Full)

Description:

  1. Nama Lengkap :Bisma Karisma
  2. Born : 27 November 1990 Bandung
  3. Zodiac : Sagitarius
  4. Favourite Singer : Jason Mraz, Chris Brown, Hyun Ah
  5. Favourite Song : All Songs
  6. Favourite Food : Cuankie, pecel, ice chocolate, teh manis
  7. Favourite Actress : Poppy Sovia, Zoey Deschane
  8. Impian sukses: Jadi musisi dan sutradara
  9. 1st on stage: Puma Ground Zero
  10. Favourite female artist: Poppy Zovia, Zoev Deschanel
  11. Tidak disukai: kedinginan, debu, dibohongi dan basa basi

RANGGA DEWAMOELA SOEKARTA SM*SH

On 1 komentar


Lahir : 6 Januari 1988, Voorburg, Belanda
Zodiac : Capricorn
Penyanyi Favorit : Stevie Wonder
Studi : Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Lagu Favorit : Because of You, Keith Martin
Jajanan favorit : French Fries
Impian sukses : Membahagiakan dan membuat bangga orang tua
Pertama kali on stage : Lomba Nyanyi antar SD
Artis cewek favorit : Beyonce, Agnes Monica
Tidak disukai : Dibohongin dan Udara Panas


  • Rangga itu suka banget sama kucing, dia punya 2 kucing kesayangan jenis persia dan pekenose. namanya Tinkerbell dan bento.
  • Warna kesukaan rangga itu warna biru dan item
  • Rangga itu berdarah Sunda-PALEMBANG-Belanda
  • Kuliah di Kampus Katolik namun agamanya Islam
  • Paling ribet dan paling lama kalo make up
  • Paling korea abiiiiiss style-nya
  • Rangga pernah kasih kado ke Mytha “Mamamia” waktu mytha ulang tahun yang ke-15 dan kado rangga itu dikasih nama “GaMy”, GaMy adalah singkatan dari nama mereka berdua yaitu rangGA dan MYtha

Morgan Oey SM*SH

On 0 komentar


Lahir : 25 Mei 1990, Singkawang, Kalimantan Barat Zodiac : Gemini Penyanyi Favorit : Justin Timberlake, Rihanna, Christina Aguilera Studi : Information&Technology, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Lagu Favorit : Breathless, Shayne Ward Jajanan favorit : French Fries Impian sukses : Membawa keluarga jalan-jalan keliling dunia Pertama kali on stage : Indonesian Idol Audition Artis cewek favorit : Sandra Dewi Tidak disukai : Dikekang dan dibohongi

Rafael Landry Tanubrata ( SM*SH boys band)

On 0 komentar



Nama : Rafael Landry Tanubrata Lahir : 16 November 1986, Garut Zodiac : Scorpio Penyanyi Favorit : Mulan Jameela Studi : Univ. Maranatha







semua tentang Mu....

On 0 komentar

Semua tentangmu selalu membekas di hati ini
Cerita cinta kita berdua akan selalu
Semua kenangan tak mungkin bisa (ku lupakan ku hilangkan)
Takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir

Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini

Semua tentangmu selalu membekas di hati ini
Cerita cinta kita berdua akan selalu
Semua kenangan tak mungkin bisa (ku lupakan ku hilangkan)
Takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir

Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini

Aku di sini selalu menanti
Ku takkan letih menunggumu
lyricsalls.blogspot.com
Aku di sini (aku di sini) selalu menanti (selalu menanti)
Ku takkan letih menunggumu (menunggumu)

Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini

Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini

Lirik Lagu Vierra - Kepergianmu

On 0 komentar


Ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
Sungguh berat terasa menyadari semua
Di saat terakhirku menatap wajah itu
Terpejam kedua mata dan terbang selamanya

Inginku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguh ku tak rela

Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu

Di saat terakhirku menatap wajah itu
Terpejam kedua mata dan terbang selamanya

Inginku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguh ku tak rela

Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu

Takkan pernah ku lupakan dirimu
Takkan sanggup ku lupakan semua

Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu

Vierra - Pertemuan Singkat Lyrics

On 0 komentar



pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang dan aku terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

dengan masalah besar (dihadapi)
segitu saja perjuanganmu (untukku)
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat

Lirick lagu chrish brown ft. justin bieber

On Kamis, 17 Maret 2011 0 komentar


You’ve got that smile That only heaven can make I pray to God everyday That you keep that smile

Yeah, you are my dream
There’s not a thing I won’t do
I’ll give my life up for you Cos you are my dream

And baby, everything that I have is yours You will never go cold or hungry I’ll be there when you’re insecure Let you know that you’re always lovely Girl, cos you are the only thing that I got right now

One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you
You had my child You make my life complete Just to have your eyes on little me That’d be mine forever

And baby, everything that I have is yours You will never go cold or hungry I’ll be there when you’re insecure Let you know that you’re always lovely Girl, cos you are the only thing that I got right now

One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you lyricsalls.blogspot.com Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you

We’re made for one another Me and you And I have no fear I know we’ll make it through One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Ohh ohh ohh ohhhhh

One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you Oh nah nah Oh yeah Stand by my side When the sky falls Oh baby I’ll be there You’ve got that smile That only heaven can make I pray to God everyday To keep you forever

BELA SUNGKAWA DARI AREK PONOROGO UNTUK PARA KORBAN TSUNAMI DI JEPANG

On Selasa, 15 Maret 2011 1 komentar

Kami arek arek ponorogo jawa timur Indonesia, menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada para korban tsunami di Jpang yang menelan ratusan korban jiwa tsb, kjuga kepada sanak saudara yang di tinggalka , kami sangat prihatin melihat bencana tsunami yang terjadi, semoga bencana ini mencadi salah satu kesadaran manusia agar selalu berpegang teguh pada ajaran agama sehingga terhindar dari berbagai ujian Tuhan. mari kita semua berbenah diri menatap segala kejadian yang terjadi.

Cinta Abadi

On Rabu, 09 Maret 2011 1 komentar

CINTA ABADI
Pagi ini Abadi dan Cinta berjanji untuk bertemu dimana biasanya mereka bertemu. Langit agak mendung mungkin hujan akan segera turun. Abadi mempercepat langkahnya menuju taman di tengah kota. Dia tidak sabar berjumpa dengan sang kekasih. Dia tidak ingin Cinta menungguinya terlalu lama, sesampainya di taman kota dia menyebarkan pandangannya kesegala arah dan ketika tatapannya berhenti di suatu tempat dimana sesosok gadis sedang duduk bersandarkan pohon. Dia melangkahkan kaki ke arah gadis itu , pelan namun pasti, dia melangkah mendekat dan semakin dekat hingga dia berada tepat di belakang cinta, tiba-tiba degug jantungnya tidak terkendali, waktu seolah berhenti dan menghentikan segalanya. Cinta tidak terkejut ketika mengetahui Abadi berada di belakang tubuhnya,
“Abadi, aku ingin berbicara denganmu.?” Ucap cinta sambil berdiri dan berbalik menatap kekasih yang sangat dia cintai itu.
“katakanlah Cinta, jika itu memang perlu untuk di ungkapkan, jangan memendam segala sesuatu tanpa ku ketahui,!” jawab Abadi penuh Perasaan sebagai seorang kekasih dengan sejuta cinta.
Namun Cinta tertunduk, dia seolah menyimpan masalah berat yang sulit di ucap kata-kata. Tangan lembutnya meraih tangan Abadi, Abadi menyadari ada satu hal aneh yang terjadi pada kekasihnya itu.

“Kamu tidak pernah terlihat seperti ini Cinta , katakanlah apa yang membuatmu gundah ?” tanya Abadi penuh harap , Cinta masih tertunduk, entah apa yang di pikirkannya. Abadi mengangkat wajah cinta pelan dan penuh perasaan hingga kedua mata mereka bertemu.
“tatapalah aku Cinta , sebagaimana kamu menatap Dunia mu selama ini!” Ucap Abadi sekali lagi,
“Aku harus pergi” jawab Cinta air matanya tidak bisa tertahan kan lagi air matanya mengalir begitu saja di pipi halusnya, Abadi semakin tidak mengerti ‘
“jangan menangis Cinta, air matamu terlalu berhargga untuk tertumpahkan,” kata Abadi sambil mengusap pipi halus Cinta dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya tetap menggenggam erat tangan Cinta.
“Aku harus pergi, meninggalkan segala cerita Indah yang kita ukir di bumi cinta ini,” ujar Cinta. Tatapannya tidak lepas dari Abadi, Ab
adi melepaskan genggaman tangannya perlahan.
Abadi terluka dia seolah jatuh di atas bara api, tersayat pedang tajam dan terhempas ombak besar di lautan lepas terpontang-panting tanpa arah yang pasti. Keduanya terdiam tidak ada satu kata pun yang terucap dari keduanya. Hingga tiba-tiba suara Abadi berkata,
“Aku tidak percaya secepat ini kamu menyakitiku, apa salahku sehingga kamu ingin pergi dari ku?”
“aku harus menikahi seorang laki-laki pilihan ayahku ! aku tidak bisa menolak permintaan orang tuaku, aku tidak ingin melukai mereka” tegas Cinta , hati Abadi tersentak dia telah mengerti alasan mengapa Cinta ingin meninggalkannya. Hatinya semakin terluka. Sedangkan air mata Cinta tidak berhenti mengalir, keduanya kembali terdiam Abadi tidak bisa memaksa cinta untuk tetap bersamanya sedangkan keadaan memaksanya untuk pergi, mereke berdiri berhadapan saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba petir mengagetkan Cinta , Cinta terkejut spontan dia memeluk Abadi yyang ada di hadapannya. Beberapa detik setelah petir menggelegar, hujan turun dengan derasnya dan Cinta masih belum melepas pelukannya justru semakin mempererat pelukannya. Hujan deras mengguyur tubuh mereka. Mere
ka membiarkan dingin sebagai selimut kepahitan perpisahan. Ketika hujan semakin deras perasaan mereka semakin terpukul. Cinta tetap menangis dan tetap menangis di pelukan Abadi. Perlahan hujan pun mulai reda , namun itu sama sekali tidak mengurangi kesedihan mereka.
“Aku berjanji akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi.” Ucap Cinta dengan suara yang bergetar.
“jangan pernah mencintaiku jika kamu telah bersama dengan orang lain , cintai lah dia seperti kamu mencintaiku, aku telah rela jika memang kamu bukanlah untuk ku, lupakanlah jika memang itu yang terbaik untuk mu , untukku dan juga untuk kita.” Jawab Abadi, Abadi berharap kali ini dia mengambil keputusan yang tepat,dan tidak akan ada penyesalan atas ucapannya yang baru saja dia ucapkan itu.
“Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi ?” tanya Cinta, “mengapa kamu nampak nya telah siap jika harus berpisah dengan ku.”
Abadi tak kuasa menahan perasaannya. Dia telah hancur berkeping-keping, terinjak-injak bagaikan sampah yang tidak berguna lagi. Abadi tidak tahu harus berkata apa lagi,
“ternyata kamu memang tidak pernah sungguh-sungguh mencintaiku
, seperti aku mencintaimu.” Ucap Cinta sekali lagi sambil melepaskan pelukannya.
“pergilah, bawa semua cintamu untukku, dan segala cintaku yang tersimpan di hatimu” kata Abadi sambil membalikkan badannya dan mulai melangkah pergi. Baru beberapa langkah Abadipergi menjauh dari Cinta, tiba-tiba cinta memanggilnya,
“Abadi!!!!” panggil Cinta, Abadi berhenti tanpa berbalik menatap Cinta.
“aku sadar ini semua salahku, tak seharusnya aku mengorbankan cinta kita untuk orang tuaku, tapi perlu kamu tahu aku mencintaimu jauh di atassegalanya, dan aku akan selalu mencintaimu selama matahari bersinar untuk alam ini,” ungkap Cinta , namun Abadi tidakmenanggapi ucapan Cinta,Dia langsung meninggalkan Cinta meski dalam hati dia ingin mengatakan kepada Cinta, bahwa cintanya tak akan terkikis oleh jarak, terhapus waktu, juga tak akan terhabis di telan Usia. Namun yang terbaik untuk saat i
ni adalah menyimpan segala perasaan yang ingin terucap itu. Abadi berjalan menjauh dan semakin jauh.
***
Pagi-pagi sekali Abadi memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya , sebenarnya hari ini dia ingin pulang bersama Cinta sekaligus mengenalkan Cinta kepada orang tuanya , namun semua itu hanya tinggal bayang-bayang semu yang tidak akan pernah terjadi. Abadi berharap setelah dia kembali ke orang tuanya dia akan cepat melupakan kenangan penuh luka itu, setelah pukul 7 pagi dia segera bergegas ke stasiun kereta, sebelum dia ke stasiun dia berhenti tepat di depan rumah Cinta, sepucuk surat untuk cinta Dia selipkan di kotak surat rumah Cinta. Setelah itu dia segera pergi sejauh-jauhnya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sebentar lagi kereta akan berangkat , semua penumpang telah memasuki kereta. Sebelum masuk, Abadi berharap dirinya melihat wajah Cinta untuk yang terakhir kalinya. Namun, dia mulai sadar bahwa dirinya tidak ubahnya seperti pungguk merindukan bulan , Abadi segera naik dan mencari tempat duduknya. Sepulang ke rumah orang tuanya, di dalam Kereta dia duduk di sampin seorang gadis berjilbab, gadis itu sangat ramah, dari cara berbicaranya dia adalah gadis yang berwawasan luas. Sesekali gadis berjilbab itu mengajak Abadi mengobrol, mereka mengobrol banyak hal tentang perjuangan dalam hidup, sekilas Abadi mampu melupakan siksaan batin yang sedang menderra jiwa nya.kereta berjalan begitu cepat, tidak terasa kereta berhenti di stasiun pemberhentian pertama, gadis berjilbab di sampingnya itu turun. Abadi memandangnya hingga dia keluar dari kereta, bahkan saat gadis berjilbab itu sudah turun Abadi masih saja memandangnya dari balik kaca jendela kereta dan lambaian tangan dari gadis berjilbab itu menjadi satu semangat untuk melangkah ke depan bagi Abadi. Kereta mulai berjalan kembali dan bayangan gadis berjilbab itu semakin lama hilang di telan jarak kereta yang berjalan semakin jauh.
***
Cinta terlambat mengetahui kalau ada surat dari Abadi untuknya, dia baru mengetahui setelah Abadi telah jauh meninggalkannya. Dia baca surat yang Abadi kirim kan itu,
“Mungkin saat kamu membaca surat ini aku telah pergi jauh ,meninggalkan semua cerita indah kita sperti yang kamu minta, tak ada satu kata pun yang bisa mengubah semua ini kita telah berakhir walaupun sebenarnya cinta kita takkan pernah berakhir sampai di sini , mungkin segores luka yang kau torehkan di hatiku akan menjadi satu kenangan pahit yang takkan pernah aku lupa meski nadiku tak lagi berdenyut, aku harap kamu bahagia dengan pilihan mu, . aku tidak akan mengganggu mu dengan laki-laki pilihan mu, aku tidak akan mengganggumu jika itu memang kamu lebih bahagia dengannya, aku hanya ingin kau tahu aku mencintaimu lebih dari cintamu kepadaku. Dan aku akan selalu mencintaimu seperti janjiku saat pertama kali aku menjadi kekasih mu.”
Cinta tak kuasa membaca surat dari Abadi. Dia merasa sangat kejam terhadap Abadi, tidak punya hati. Cinta tidak tahu harus berbuat apa, yang pertama kali muncul di pikirannya adalah segera menemuinya. Namun berhari hari dia tidak menemukan keberadaan Abadi, dia terus mencari dan mencari, dia mencoba bertanya-tanya kepada teman-teman Abadi tentang keberadaan Abadi namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan abadi. Cinta semakin terpukul dia putus asa berminggu-minggu dia mencari Abadi namun Abadi seakan hilang bagaikan di telan bumi.
Dia mulai putus asa, semakin lama dia semakin murung, dia berubah menjadi gadis yang sukamenyendiri, melamun dan menangis sendiri. Cinta mulai tidak peduli dengan kondisi tubuhnya, makan tidak teratur, dan tidur pun tidak nyenyak. Sesekali Cinta jatuh sakit, syukurlah 2-3 hari saja sakitnya sembuh. Tubuhnya mengering, Cinta semakin kurus tak terurus padahal semua anggota keluargannya memberikan perhatian yang lebih kepadanya. Karena kondisi Cinta yang sangat tragis terpaksa pernikahannya dengan laki-laki pilihan ayahnya itu di batalkan hingga kondisi Cinta sudah memungkinkan untuk melangsungkan pernikahan.
Suatu pagi, ayah Cinta mendapati anaknya tengah menangis di depan jendela kamarnya, tatapannya kosong menerawang jaug keluar rumah,namun air matanya tidak berhenti mengalir di pipinya.
“Mengapa kamu termenung sendiri disini anakku , sudah beberapa minggu ini kamu terlihat ada masalah berat , apa yang sedang menimpa mu ?” tanya ayahnya , Cinta masih tetap termenung seolah-olah dia tidak menyadari ada ayahnya, walaupun sebenarnya dia mendengar dengan jelas segala ucapan ayahnya.
“Anakku pandang jauh hidupmu jangan mengantang asap seperti ini.” Ucap ayahnya bijaksana, “Toh setiap kejadian yang menimpamu seberat apapun itu pasti ada pelajaran yang bisa di ambil.bukan untuk di tangisi seperti ini.” Lanjut ayahnya. Cinta seperti mendapatkan secercah cahaya yang menerangi jalan hidupnya , Cinta menghela nafas dan berbalik menghadap ke arah ayahnya.
“Ayah, Cinta ingin mengatakan sesuatu kepada ayah.” Ucap Cinta pelan. “Mungkin ayah tidak akan menyukai ini tapi Cinta harus mengatakanya”
“Katakanlah anakku,!” jawab ayahnya,
“Ayah Cinta tidak ingin melukai perasaan ayah, mengecewakan ayah atau pun menghancurkan harapan ayah. Namun di balik keinginan ayah untuk menikahkanku telah menyakiti ku dan menyakiti seseorang yang sangat mencintai Cinta , sekaligus sangat Cinta sayangi. “ ujar cinta dengan suara yang pelan. Dia tidak peduli jika ayahnya akan memurkainya dengan sikap nya itu. Namun dugaan Cinta salah , ayahnya bukanlah seseorang yang memaksakan keinginannya sendiri. Lalu ayahnya menjawab,
“Ternyata hal itu yang membuat mu seperti ini, tidaklah mampu ayahmu ini menikahkan kamu dalam keadaan seperti ini , mengapa kamu tidak pernah mengatakan kepada ayah? Ayah tidak akan memaksamu menikah dengan seseorang yang tidak kamu cintai apalagi dengan orang yang tidak bisa membuat mu bahagia!”
Cinta menghela nafas mendengar kata-kata ayahnya , dia mengalihkan pandangannya keluar jendela. Air matanya kembali menetes tak tertahankan.
“Jika memang kamu benar-benar mencintai kekasihmu, kejarlah dia! Jangan hanya menghabiskan hari-hari mu dengan menangis disini.” Ayahnya memberi nasihat.
“Tak ada yang bisa Cinta Lakukan sekarang ayah, semuanya sudah terlambat. Dia telah pergi membawa seberkas luka yang Cinta torehkan, tidak ada satu petunjuk pun yang mengetaui keberadaannya.” Ucap Cinta pelan dan seolah tanpa harapan.
“Bersabarlah.’ Ayahnya memberi semangat. ‘ jika memang dia adalah takdirmu suatu saat nanti dia pasti akan kembali kepadamu. Namun, tidak di benarkan jika kamu hanya terus-terusan meratapi nasib itu tidak akan membuat mu bertemu kembali dengannya. Pergilah ke rumah nenekmu supaya kamu bisa menenangkan pikiranmu” Lanjut ayahnya. Cinta tidak menjawab jiwanya semakin terkoyak, membayangkan kekasih yang sangat dia banggakan menghilang bagai bintang di telan malam. Namun Cinta memutuskan untuk pergi ke wilayah pantai di ujung kota. Hingga dia merasa siap untuk menghadapi kehidupanya ke depan.
***
Tiga bulan berlalu, sudah tiga bulan juga Abadi menghirup udara pantai tempat dimana dia di lahirkan 24 tahun yang lalu. Sekaligus tempat dimana dia menghabiskan masa kecilnya bersama sanak saudaranya. Hari ini Abadi berkeliling menikmati keindahan kota kelahirannya itu. Sepulang berkeliling, tidak seperti biasanya Ibunya memanggilnya dan mengajak mengobrol serius,
“Anakku, Ibbu mu ini sudah tua renta, sudah rapuh, tidakkah terselip di pikiran mu untuk memberikan Ibumu ini seorang cucu.?” Kata Ibunya. Abadi terkaget-kaget dengan ucapan Ibunya, hatinya bergetar sampai saat ini dia belum bisa menemukan seseorang yang benar-benar dia cintai, cintanya kepada Cinta masih bercongkol kuat di hatinya. Bukan hanya sekedar kata cinta , Abadi memang benar-benar mencintainya, namun Abadi teringat kembali pada kenyataan, dia tidak mungkin mencintai seseorang yang telah menjadi milik orang lain.
“Apa kamu sudah punya calonnya Nak?” tanya ibunya sekali lagi. Abadi terkejut dengan segala pertanyaan dari Ibunya yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Perlahan Abadi mengangkat dia tatap dalam-dalam wajah Ibunya.
“Abadi masih belum mengerti dengan jalan hidup Abadi... tidak ada satu gadis pun yang bisa mengisi celah-celah hati Abadi Ibu.” Jawwab Abadi , keraguan menyelimuti hatinya.
“Ibu mengerti tidak mudah mencari seorang Istri yang tepat, tapi seharusnya kamu sudah muali mempersiapkan diri untuk menikah, apa kamu tidak menginginkan kebahagiaan sepasang suami istri, kebahagiaan di dunia yang di berikan oleh Tuhan.”
“Menikah untuk Abadi bagaikan berlayar mengarungi samudera Abadi tahu ujian seberat apa yang akan Abadi hadapi, Abadi masih belum menemukan calon yang mampu menjadi pelipur lara di kala Abadi terluka.” Ujar Abadi. Di pikirannya masih terbayang jelas akan janji terakhir yang dia dengar dari bibir Cinta bahwa Dia akan selalu mencintai Abadi apapun yang terjadi. Abadi ingin sekali berlari ke pelukan cinta dan meminta Cinta untuk menepati janjinya itu dengan menikah dengan Abadi. Namun, mungkin sekarang Cinta telah bersanding dengan laki-laki pilihan ayahnya itu, menatap bintang bersama, berbahagia tanpa ada yang mengusik. Abadi segera menghapus bayangan tentang Cinta yang sempat terbesit di pikirannya beberapa saat yang lalu.
“Ibu ada calon untuk mu.” Kata ibunya sambil mengulurkan selembar foto seorang gadis yang memakai jilbab kuning. Gadis dalam foto ini mengingatkan Abadi dengan seseorang, wajah gadis itu sangat akrab di ingatannya, beberapa detik dia memandang foto itu , dia mencoba mengingat dan perlahan Dia ingat siapa gadis dalam foto itu, gadis itu adalah gadis yang duduk bersama nya di kereta beberapa bulan yang lalu.
“Siapa gadis ini Ibu?” tanya Abadi. “ Apakah Dia tinggal di sekitar sini.” Lanjut Abadi ingin tahu.
“Dia bernama Kasih, dia tinggal di desa seberang, dia adalah gadis yang baik, juga Cantik. Ibu yakin kamu cocok dengannya.” Ujar Ibunya.
Abadi terdiam mendengar kata-kata ibuny, dia baru saja bertemu dengan gadis itu sekali akankah secepat itu dia menikahinya.
“dia akan datang kesini 2 minggu lagi, ibu tidak memaksamu segera menikah, Ibu hanya ingin kamu mengenalnya saja. Pikirkan baik-baik nak.” Lanjut ibunya.
Obrolan itu usai begitu saja setelah Ibunya pergi keluar rumah. Namun obrolan mereka tentang pernikahan itu meninggalkan keraguan yang tebal di hati Abadi. Akankah dia menikahi Kasih,Jika dia menikah dengan Kasih , dia akan segera melupakan Cintanya kepada Cinta sekaligus luka yang di torehkan Cinta. Namun dia menyadari bahwa itu bukanlah tujuan dari sebuah ikatan sakral suatu pernikahan, jika dia tetap menikah dengan tujuan seperti itu dia hanya akan menyakiti Kasih. Tetapi jika Abadi tetap menyendiri dia hanya akan terbayang-bayang masa lalunya dengan Cinta.
***
Beberapa hari ini Abadi sangat dilema, dia di hadapkan pada suatu pilihan hidup yang sangat rumit. Setelah mandi dia segera masuk ke kamarnya , dia baringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Dia menyebarkan pandanganya ke setiap sudut atap kamarnya, mencari celah-celah seberkas cahaya yang mungkin bisa menerangkan hatinya dan dilema besar yang melanda hidupnya. Dia mengambil secarik kertas dia tulis kalimat demi kalimat namun berkali-kali Abadi membuang kertas yang telah di tulisinya itu, dia menulis dan menulis lagi hingga dia rasa telah menulis dengan tepat.
“matahari masih setia bersinar untuk alam semesta , bintang masih setia menemani bulan, Cintaku pun masih setia untukmu , aku hanya bisa menunggumu penuh harap, hingga saat sekarang hati ini tak terbalas oleh cintamu disini aku sendiri membayangkan indahnya cinta yang kau beri dan juga pahitnya luka yang kau toreh. Akankah aku terus menuggu sesuatu yang tak kunjung terjawab, masih pantaskah aku setia kepada seseorang yang tak pernah melihat cintaku?”
Sepucuk surat pendek itu dia kirim melalui salah satu rekannya yang akan pergi ke kota, kemungkinan besar Cinta akan menerima surat itu 5 hari setelah dia mengirimkan dan jika memang Cinta masih berharap akan kehadiran Abadi di sisi Cinta pasti surat balasannya akan Abadi terima sebelum hari dimana dia akan menemui Kasih.
Berhari-hari bahkan lebih dari seminggu tidak ada balasan dari Cinta. Abadi tidak lelah menanti balasan surat nya dari Cinta, namun waktu tetaplah berjalan seperti apa adanya, mungkin cinta memang telah melupakannya dan berbahagia dengan laki-laki itu, Abadi merasa malu pada dirinya sendiri dia merasa telah lancang berani mengirim surat cinta kepada seorang gadis yang telah menjadi milik orang lain.
“Bodohnya diriku selalu menunggumu,” ucap Abadi pelan pada dirinya sendiri.
***
Hari berganti hari. Hari ni adalah hari dimana Abadi harus bertemu dengan Kasih dia tak mengerti dengan arah hidupnya, dia bagaikan kayu yang terombang ambing di lautan lepas,
Terik matahari mulai bersinar, Abadi segera menuju pantai untuk bertemu dengan Kasih, meskipun dia baru pertama kali bertemu, Abadi yakin dia akan mudah menemukannya karena pertemuan pertamanya dengan Kasih di kereta beberapa waktu yang lalu memiliki kesanyang baik.
Dan benar tak buth waktu lam, bahkan tidak perlu mengitari sepanjang hamparan pasir pantai, dia melihat gadis berjilbab biru sedang melempar-lempar batu ke arah pantai, Abadi segera menghampiri gadis itu. Tidak tahu mengapa tiba-tiba jantungnyya derdegug kencang, tidak seperti pertama kali bertemu beberapa bulan yang lalu. Dia beranikan untuk menyapa nya.
“Kasih ?”
“iyah, apakah Abadi itu kamu, sesosok lelaki yang aku temui di dalam kereta?” tanya Kasih.
“Iyah.. aku memang laki-laki yag duduk di sampingmu waktu itu.” Jawab Abadi membenarkan ucapan Kasih.

bersambung..........

DEDICATED FOR :
my beloved Friends (pezji club)
my beloved person ( K.Abadii)