Semua berawal dari 2 orang yang dekat dengan ku, seseorang diantara merreka lebih cepat menyatakan cinta kepadaku, walaupun sebenarnya satu orang yang lain yang aku tunggu-tunggu. “seandainya aku menyukai mu bagaimana? Dan aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hidupmu, so...?” pintanya kepadaku. Tanpa pikir panjang kata “iya” terucap begitu saja dari bibirku, meskipun saat itu aku baru saja mengenalnya belum ada 1 bulan aku mengenalnya, bahkan tag pernah ada perasaan cinta untuk dia. Perlahan aku mencoba menjalani hubungan itu, beberapa teman dan sahabatku tidak mengizinkan ku tetap bersamanya. Tapi aku tag peduli aku tetap mempertahankan hubunganku dengan nya. sampai sekarang aku mencoba bertahan bersamanya. Sejauh ini aku begitu nyaman di sampingnya dia mampu membuat ku tersenyum dan tersenyum lagi, aku merasa bahagia bersamanya, aku ingin buktikan kepada teman-teman dia adalah laki-laki yang baik dan tag semua anak band itu playboy. Tingkahnya yang apa adanya mampu membuat ku terus tersenyum. Tapi akhir-akhir ini dia berubah, ada satu hal aneh yang mengganggu pikiran ku tentang nya, bukan karena dia ketahuan selingkuh atau semacamnya. Yupz, dia tidak seperti dulu, dia lebih cuek, tag perduli dengan ku, dia benar-benar berubah. Dulu kata sayang selalu terucap darinya, dulu kata cinta selalu ku dengar darinya tapi sekarang dia menghilang begitu saja, tag ada satu pertanda pun dia akan meninggalkan ku sejatuh ini. Setelah dia menhilang aku mencari celah-celah kabar di antara kepergiannya, dan ketika aku mencoba mengakses akun facebooknya, aku melihat banyak hal aneh di situ, hal aneh yang perlahan terasa menyakitkan. Aku tahu sekarang kenapa dia berubah, beberapa kalimat komentar di akun facebook yang dia tulis dan beberapa balasan dari mantan pacarnya itu sudah menjelaskan segalanya. Kalimat perkalimat aku baca tanpa tertinggal satu kata pun, jantungku terasa mati, sakit yang aku tahan terluapkan. Aku juga mengerti, kenapa selama ini dia tag pernah mengganti status berhubungannya dengan ku yang kenyataannya memang aku lah pacar nya saat itu justru tetap mempertahankan statusnya “Menikah Dengan ****” yang jelas-jelas sudah tag ada hubungan apa pun dengannya, yupz menurutku masih ada sesuatu antara dia dengan mantan kekasihnya . Mengapa aku terlalu mempercayai segala ucapannya. Ada perasaan sedih dalam hatiku namun aku juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa ku terhadapnya. Aku ingin marah sejadi-jadinya namun aku bingung ingin marah dengan siapa. Semua ini menyadarkanku,betapa bodohnya aku kemarin, aku kecewa. Kenapa harus dia yang terlebih dulu mengungkapkan. Aku tag sanggup terus tersakiti, jika memang dia lebih memilih mantan kekasihnya, aku rela melepaskannya. Siang ini aku menangis di sudut kamarku berteman sebuah netbook ku, ku tulis rasa sakitku dalam untaian kata-kata ini. aku putuskan untuk mengakhiri hubungan tanpa keseriusan ini secepatnya. aku tag mau terus di bohongi terus tersakiti terus terhianati oleh cinta yang hampir membuatku melayang bahagia di atas luka yang tag pernah aku duga kalau akhirnya dia buat dengan cinta itu sendiri. Saat aku mulai mencintainya, dia justru menyia-nyiakan perasaan ini, mengapa dia harus pergi saat aku mulai mencintainya. Dan sekarang aku harus tegar, melepaskannya. Malam itu keputusan ku sudah bulat, meski menahan sayang yangterpendam, aku harus rela. Karna pada kenyataannya dia tag pernah menganggap ku ada.
Aku memang menerimanya tanpa cinta tapi sekarang dia pergi dengan cinta ku,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!








0 komentar:
Posting Komentar