• Imagen 1 ONE LESS LONELY GIRL
    dyan itu pingint JadIe Yg TeRBaiK bUat SeMUa Iank kEnALL sAMA Dian,, aLL People In the World Lets Be A friend
  • Imagen 2 rafael landry tanubrata
    satu bintang dimana yang lain telah bersinar terang Rafel Landry Tanubrata adlah satu bintang yang bersinar in my soul...
  • Imagen 3 aKgu And My bEYbIe
    aGkU iNGin Dya TeMani DI SeIap Sepi SUnYI HIDUPKU,dIA menGISI hari hari Ku denGAN SENYUMANNYA , ILOVE BROTHER. selalu berharap Kamu baKALANT JAdiE saTU BINTANG DI HATI AYAH ,MAMA DAN Akgu
  • Imagen 3 DDDDDDDDDDDDDDDDDDD
    PUT SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE
  • Imagen 3 BEST FRIENDS FOREVER
    aKU pIngIN mereKa seLalu di sampingku, menemani dimana pun aku berdiri, mwngangkatku saat aku terjatuh dan mengusap air mataku di saat aku rapuh,, I LOVE U All,, gag ada yang lebih berharga dalam ingkat hidupku selain kalian,, tetaplah menjadi satu kesatuan terindah dalam jiwa ku,,,,,

Ketika CinTA harus Memilih Part II

On Minggu, 09 Oktober 2011 2 komentar

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH ( PART II )

Pertengahan bulan Maret 2011,
Keluarga Rafel telah sibuk merencanakan acara lamaran Rafael dengan Erika bulan depan. Rafael sendiri merasa ragu untuk melangkah maju, hatinya ingin menolak perjodohan itu sebelum terlambat. Namun, nuraninya berkata lain, dia masih menimbang-nimbang akibat dari kecerobohannya jika ia membatalkan acara lamaran yang hanya tinggal menghitung minggu.
Di Ruang tengah,
“Rafael,” panggil Ibunya dari ruang tengah, Rafael segera bergegas menuju arah suara tersebut. Sampai di ruang tengah Rafael melihat sesosok gadis mengenakan jilbab hitam duduk di samping ibunya. Ya itu adalah Erika. Rafael berjalan menghampiri Ibunya yang tengah mengobrol dengan Erika,calon menantunya itu.
“iya bu, ada apa manggil Rafael?” tanya Rafael santai. Ibunya hanya diam dan tersenyum kepada Rafael, Rafael menangkap perasaan aneh di balik senyum Ibunya itu. Ibunya beranjak dari tempat duduknya,
“Raf, hari ini kan kamu banyak waktu kosong, daripada kamu di kamar terus. Sana gih pergi jalan-jalan sama Erika, Erika sudah jauh-jauh kesini lo!” ujar Ibunya. Tidak tahu kenapa Rafael begitu sulit dan enggan mengucap kata “tidak”. Tak lama setelah Rafael berganti baju, dia segera pergi dengan Erika.
Di jalan,
“Raf, apa kamu yakin ingin menikahi ku?” tanya Erika. Rafael terkaget-kaget mendengar pertanyaan Erika yang tiba-tiba menanyakan satu hal yang ingin dia ungkapkan.
“Erika, mungkin pengakuanku ini akan begitu menyakiti kamu!” ucap Rafael dengan perasaan bersalah kepada Erika. Erika tersenyum kepada Rafael, dan saat kedua mata mereka bertemu Rafael merasakan Desir aneh yang tak seharusnya dia rasakan kepada perempuan lain selain Vianka. Rafael melihat sudut demi sudut wajah Erika. Dan memang benar apa kata keluarga dan teman-temannya Erika adalah gadis sederhana yang mampu memukau mata laki-laki mana punyang menatapnya,namun sesegera mungkin Rafael mengalihkan tatapannya. Dia takut perasaan yang tak seharusnya terjadi pada Erika.
‘ aku mencintai orang lain ‘ kalimat itu terucap begitu saja di bibir Rafael, Erika terlihat sangat shock mendengar apa yang baru saj Rafael katakan. Matanya berkaca-kaca,air matanya pun seolah ingin tumpah. Tiba-tiba muncul perasaan bersalah kepada Erika. Dia menyesal telah mengatakan hal itu, tapi dia harus mengatakannya demi kebaikan bersama.
“aku tidak akan memeprmasalahkan perasaan mu yang tidak seutuhnya untuk ku, jika memang kamu mencintai orang lain aku tidak akan merusak pertunangan ini. Aku akan tetap menunggu mu untuk bisa mencintai aku apa adanya.” Jawab Erika dengan yakin. Rafael tersentak kaget, dalam hatinya ia menginginkan Erika merelakan batalnya pertunangan ini, tapi Erika mengucapkan pernyataan yang bertolak belakang dengan apa yang Rafael harapkan. Rafael tersenyum kepada Erika untuk menutupi kekecewaan nya atas tanggapan yang di lontarkan dari mulut Erika.
***
Awal bulan April,
Hari ini Rafael pergi ke toko berlian bersama Ibunya membeli sepasang cincin untuk acara pertunangannya 2 minggu lagi. Tanpa di duga seorang perempuan memakai drees berwarna biru muda sedang mencoba-coba model cincin di toko tersebut. Rafael kaget bukan main melihat perempuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vianka kekasihnya. Rafael sempat menghentikan langkah kakinya dan meminta Ibunya untuk mencari Toko berlian lain. Namun Ibunya menolak karena Toko tersebut adalah langganan Ibunya. Rafael tidak bisa menolak Ibunya dan terpaksa meneruskan ke arah toko tersebut. Rafael dan Ibunya berdiri di sebelah kiri Vianka namun masih ada jarak yang membuat Vianka tidak menyadari kehadiran Rafael di situ. Rafael terus berdoa semoga saja Vianka tidak menyadari kedatangannya.
“saya mau mengambil pesanan cincin minggu lalu mbak?” pinta Ibunya ke pada karyawan Di toko berlian tersebut.
Baru saja Ibunya berhenti berbicara kepada karyawan tersebut, Vianka menatap Ibu-Ibu tersebut dan menyadari bahwa ada sosok yang sangat dia cintai tepat di sebelah kiri Ibu-ibu tersebut. Ya, Rafael . Vianka segera menghampiri Rafael.
“Rafael, kebetulan banget kamu ada di sini ,aku lagi milih cincin yang bagus dan indah buat kita. Sama siapa?” tanya Vianka yang terlihat bahagia dengan keberadaan Rafel di situ.
“Siapa ini Raf, Teman kamu? Teman kuliahnya ya?” tanya Ibu Rafael kepada Mereka berdua. Rafel terlihat kikuk dan salah tingkah. Bagaimana dia bisa menyembunyikan pertunangannya dengan Erika dari Vianka jika dia di situ jelas-jelas dengan Ibunya, Ibu yang sangat berharap putra pertamanya menikah dengan putri tunggal dari keluarga Rusadi yaitu Erika.
“ohh, ini Ibunya Rafael ya?’’ tanya Vianka yang langsunng mencium tangan Ibu Rafael. Dan tiba-tiba karyawan toko berlian datang dan menyerahkan sepasang cincin yang Indah kepada Ibu Rafael.
“aduh, Ibu ini calon menantunya ya, cocok kok, cantik. Ini cincin pesananya !” ucap Karyawan tersebut ,terlihat raut wajah bahagia di paras cantik Vianka. Namun berbeda dengan Ibu Rafael yang langsung menyangkal tebakan dari karyawan tersebut. Dan sekaligus mengatakan Rafael akan bertunangan dengan putri pengusaha ternama di kota itu yaitu Erika. Vianka terperanjat kaget. Dia tak mampu menyebunyikan perasaan nya itu. Dengan sopan tanpa mengurangi rasa hormat, Vianka langsung pergi meninggalkan Toko Berlian tersebut tanpa sepatah kata pun, air matanya mengalir deras, berkali-kali Vianka menghentikan langkah kakinya berharap Rafael akan menahan kepergiannya. Namun, harapan itu tinggal harapan, entah mengapa Rafael yang begitu mencintai Vianka tidak mengejar Vianka. Vianka merasa sudah tidak berarti lagi di mata Rafael. Vianka menyesal membelakan diri pulang ke Indonesia hanya demi laki-laki yang telah menghianatinya. Kesetiannya selama ini hanyalah sia-sia saja,dan pada akhirnya kebohonganlah yang Vianka dapatkan.
Di rumah,
Sesampainya di rumah Rafael selalu melamun, “Rafael ibu gak suka ya kalau kamu harus menyakiti perasaan Erika demi perempuan tadi...” bentak Ibunya. Namun, Rafael hanya diam seribu bahasa tak menjawab apapun. Dalam benaknya terpikirkan bagaimana menjelaskan segala kejadian ini kepada Vianka supaya dia mengerti bahwa Rafael pun sekarang dalam posisi yang sangat Rumit. Sesaat kemudian Rafael seolah mendapatkan semangat untuk menjelaskan masalah ini kepada Vianka. Dia segera bangun dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah. Terdengar dari dalam rumah Ibunya melarang Rafael untuk pergi karena Ibunya tahu Rafael pasti ingin menemui perempuan tadi. Namun, Rafael tidak memperdulikan suara-suara itu, dia terus beranjak pergi.
***
Di depan rumah Vianka,
Pintu rumah Vianka tertutup rapat,tak seorang pun didepan rumahnya. Beberapa kali Rafael mengetuk pintu Rumah Vianka, namun tak ada satu pun yang membukakan pintu,jangankan membukakan pintu menyahut sapaannya pun tak ada. Rafael berpikir bahwa Vianka sedang berada di taman tempat biasanya mereka menghabiskan waktu berdua dulu, saat Rafael beranjak pergi dari teras rumah itu, terdengar suara pintu terbuka. Dia segera menoleh ke arah pintu,walaupun bukan Vianka yang membuka pintu dia sangat bahagia, setidaknya dia akan tahu dimana Vianka.
“Mas Rafael mencari mbak Vianka?” tanya penjaga rumah Vianka selama dia belajar di Jerman.
“Iya, Vianka ada”
“Loh, mbak Vianka gak bilang apa-apa sama Mas Rafael ya?”
“ngomong apa ?” tanya Rafael penasaran.
“Kok aneh ya, Bukannya hari ini Mbak Vianka memutuskan untuk kembali ke Jerman,” jawab Ibu-Ibu stengah tua itu.
Rafael sangat kaget mengapa secepat ini Vianka meninggalkan Indonesia, padahal baru beberapa hari yang lalu dia datang dan mengingat masa-masa terindah mereka berdua. Ada perasaan berslah di hati Rafael, mengapa dia membiarkan Vianka kembali ke Jerman membawa Luka yanng tak seharusnya ia torehkan di hati Vianka. Dengan sepenuh hati Rafael segera bergegas menuju Bandara terdekat. Setelah sampai disana ternyata semua telah terlambat, Pesawat dengan tujuan Dusseldorf Jerman telah berangkat beberapa menit yang lalu. Tubuh Rafael lemas, seolah darahnya tlah berhenti mengalir,jantungnya tlah berhenti berdetak. Air matanya mengalir, mengiringi kepergian Vianka yang membawa perih sakit hati yang dia buat.
to be continued,,,,,,

LOVE STORY

On Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Ini Bukanlah cerpen fiktif yang di karang sedemikian rupa untuk menarik minat pembaca, ini hanyalah sepenggalan kisah yang tak ingin ku simpan sendiri. Kenangan manis yang menyakitkan namun akhirnya berakhir dengan indah.
Air mataku bahkan belum kering mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika aku harus merelakan orang yang aku sayang untuk perempuan lain. Aku mencoba untuk tetap bertahan meski itu semua sangat menyakitan, saat semua telah hancur, air mata yang terus mengalir dan titik titik hujan ini lah yang menjadi saksi kepahitan kisah ku bersamanya yang harus terhapus oleh waktu. Aku mulai tersadar oleh waktu yang terus berjalan, aku tak akan bisa mengubah segalanya ataupun memaksa Hafis untuk mencintaiku seperti aku mencintaiya. Hari ini aku putuskan untuk melupakan segala yang tak perlu untuk di ingat kembali. Dia hanya bayangan semu untukku tak akan pernah menjadi nyata.
Saat aku terjatuh Angga lah yang selalu ada untukku, tak hanya saat aku terjatuh bahkan setiap saat pun ketika aku butuh seseorang untuk bersandar dia selalu ada untukku. Angga hanyalah orang asing yang tiba-tiba muncul dalam episode kehidupanku, dia datang dengan kasih sayang yang tak pernah terbatas untukku. Bahkan ketika dia tahu bahwa aku adalah kekasih sahabatnya pun dia tak pernah kecewa, dia terus mendukung segala sesuatu yang membuat ku tersenyum bahagia walaupun akhirnya luka lah yang aku terima. Saat aku mulai menyadari bahwa Angga menyimpan perasaan kepadaku, semuanya berubah kecuali perasaan ku kepada Hafis, meski waktu terus berputar memaksaku melupakan dia, namun aku tak pernah bisa membohongi perasaanku dari hati yang terdalam dan paling dalam Hafis seolah terpatri dalam hatiku. Ini sangat konyol. Bibirku dengan mudahnya membenci Hafis, tapi hatiku tidak.
Aku merasa bersalah kepada Angga, selama ini dia selalu ada untukku selalu menerima meski itu menyakitkan untuknya. Dia selau mengakah untukku agar aku selalu tersenyum. Aku tahu suatu saat Angga akan meminta ku untuk menjadi bintang di hatinya dan aku tak yakin akan mengatakan ‘iya’ , saat itu lah kegundahan besar melanda hatiku, aku tak mungkin menerima Angga jika sampai sekarang hatiku masih sepenuhnya untuk Hafis, aku pun tak mengerti mengapa sosok Hafis yang pernah membuat ku menangis yang telah membuatku terpuruk, yang telah menghancurkan harapanku, sosok yang membuat ku mengerti kesabaran lah yang selalu teringat di benakku, yang selalu ada dalam ingatanku meski dia tak pernah mengingat sedikit pun tentang aku taupun kenangan kita berdua.
Dala sepi ini aku seolah di sadarkan, hatiku selalu berbisik,
“terima apa adanya Angga, suatu saat kamu akan mencintainya seiring berjalannya waktu dan lupakanlah sesuatu yang tak pantas untukmu”
Apa yang harus aku lakukan apakah akau harus menerima Angga untuk menjadi kekasihnya? Atau tetap pada pendirian hatiku untuk tetap mencintai Hafis hingga aku lelah dan mampu melupakannya?

On Selasa, 04 Oktober 2011 0 komentar

KEFASIHAN HABBIBURAHMAN MENYIHIR PEMBACA DENGAN UNSUR ISLAMI YANG KENTAL

On 0 komentar


Judul buku : Dalam Mihrab Cinta
Pengarang : Habbiburahman El Shirazy
Penerbit : Penerbit Buku Islami “Bassmalla”
Cetakan : 2008
Tebal Buku : -

Dunia sastra kembali hidup dengan terbitnya novel-novel karya Habbiburahman El Shirazy. Bagi pecinta novel islami pastilah akan merasa cocok dan terhipnotis dengan karya-karya penulis nomor satu di Indonesia ini. Banyak karya-karya Habbiburahman El Shirazy yang telah memikat hati publik sampai-sampai kebanyakan dari karyanya sudah difilmkan dan bahkan Film yang diangkat dari Novel-Novelnya itu mampu memikat penikmat film, misalnya saja Ayat-ayat cinta yang sempat meledak di pasaran, kemudian Ketika Cinta Bertasbih I dan II yang tidak kalah dengan Ayat-Ayat Cinta. Karya-karya Habbiburahman El Shirazy lain yang juga di gemari para pembaca Novel adalah Bumi Cinta dan Dalam Mihrab Cinta yang akhir-akhir ini sempat digandrungi para pembaca.
Bahasa yang di gunakan sangatlah bervariasi,seperti tidak ada habisnya. Habbiburahman seolah menyajikan gudang bahasa dalam novel-novelnya. Masih seperti novel-novel karya Habbiburahman sebelumnya. Habbiburahman selalu menyajikan percampuran bahasa asing namun tetap mudah dipahami dan dimengerti sehingga membuat pembaca mampu berimajinasi dan mengikuti setiap alur cerita yang di sajikan oleh Habbiburahman dalam novel-novelnya. Seperti dalam Novel Habbiburahman yang berjudul “Dalam Mihrab Cinta” ini, Habbiburahman mengemas pengorbanan , cinta dan mimpi seorang laki-laki yang menjadi pencopet karena kesalahpahaman pihak pesantren dalam mengambil keputusan yang akhirnya laki-laki tak berdosa ini yang menjadi korban ketidak adilan. Namun kebencian kepada orang yang memfitnahnya di pesantren yang membuatnya menjadi pencopet membawanya kembali kejalan yang di ridhoi Allah. Unsur Islami yang sangat kental disini tidak menghilangkan unsur-unsur romantis bahkan Habbiburahman mampu menjadikan Unsur-Unsur Islami dalam setiap novelnya menjadi salah satu keistimewaan karya-karyanya. Habbiburahman adalah penulis yang ulung, dia mampu menciptakan karya dengan karakter yang bisa dikatakan “sangat menjual”. Di ujung cerita dalam novel ini Habbiburahman menyajikan cerita cinta yang membuat air mata pembaca meleleh, cerita Cinta yang digabungkan dengan unsur-unsur Islami yang semakin membuat hati pembaca berguncang-guncang.
Bagi saya karya-karaya Habbiburahman sangatlah memukau. Habbiburahman mengemas setiap karya karyanya dengan keindahan bahasa dan penceritaan yang memikat. Jika harus mencari kekurangan dari karya-karya Habbiburahman mungkin akan sangat sulit. Karena menurut saya karya-karya Habbiburahman mendekati sempurna. Walaupun mungkin ada beberapa penggunaan bahasa asing yang tidak ada terjemahannya. Sehingga terkadang pembaca sulit menerjemahkan maksud yang di ceritakan.
Jika di bandingkan dengan karya-karya dari novelis Indonesia lainnya mungkin karya-karya Habbiburahman adalah novel-novel yang berkhualitas. Karena dalam setiap novel dan karya-karya ada sentuhan keagamaan. Resepestetik yang dapat di contoh atau dipraktikan oleh para novelis lain setelah membaca dan mencermati Novel “Dalam Mihrab Cinta” ini adalah tentang penguasaan teknik bercerita yang memikat hati para pembaca dengan nilai-nilai keagamaan yang terlihat jelas dalam setiap alur cerita.
NAMA : DIAN ISTIANINGRUM
KELAS : XII IPS 1
NO : 07