CerpEn BerSamBUNG paRt 1

On Jumat, 04 Maret 2011 1 komentar


2007.01 januari ,

Angin masih berhempus pelan mengiringi kepergian nya menghadap sang Kuasa isak tangis masih terdengar menyayat hati di rumah duka . Dia adalah sosok gadis yang di sukai banyak sahabat sahabat nya. Gadis belia 16 tahun ini lahir di jakarta ,14 februari 1990 . dan berpulang ke Tuhan YME.Angelica berpulang dengan tenang pada 2007.01 januari meninggalkan semua kelurga,sahabat,pacar, dan semua orang yang mengasihinya.

Inilah awal kisah perjalanan hidup nya.

Part 1 :

“Ini kisah ku”,

Liana wibowo, wanita berusia 23 tahun dari Probolinggo melanjutkan studynya di salah satu kta besar di Pert australia ,dia masuk di salah satu universitas ternama disana,setelah gelar master dia dapatkan dia merasa sudah cukup berada di negara kanguru tersebut, dia akan segera pulang ke Indonesia , dia memesan ticket untuk 2 bulan kedepan, dan selama 2 bulan terakhirnya di Australia dia akan menikmati keindahan kota Pert bersama sang kekasih .

Liana Wibowo terkenal dengan wanita yang cerdas setelah mengisi salah satu acara televisi di australia yang membahas tema ”Kehidupan terindah” segala ucapannya seolah menjadi sihir sebagian penikmat realita kehidupan yang mendamba kebahagiaan dalam ketidak sempurnaan . banyak lelaki yang mengaggumi nya tak terkecuali alfred Afrian aktor film di Australia, dan Liana langsung jatuh cinta kepada laki laki itu. Kecerdasan Dan keanggunan Liana mampu meruntuhkan jiwa dan seluruh raga laki laki itu. Selama 2 bulan terakhir Liana Di Australia dia juga akan membicarakan dan merencanakan pernikahannya dengan Alfred. Dan dengan segala cinta nya alfred lebih memilih untuk memeluk agama yang di anut teguh oleh calon istrinya yaitu Islam.dan bersedia meninggalkan profesi nya sebagai aktor yang telah membesarkan namanya. Ini adalah awal yang indah untuk mereka, dari kedua keluarga telah setuju. Dan mereka pun menikah beberapa bulan setelah Alfred dan Liana pulang ke Indonesia, Liana Positif Hamil dan 9 bulan kemudian tepatnya tanggal 14 februri 1990 lahirlah bayi perempuan yang cantik, kulitnya putih seputih Ibunya, Hidungnya mancung seperti ayahnya, karena hari itu adalah hari valentine yang orang orang biasa sebut dengan hari kasih sayang, ayahnya menginginkan gadis kecilnya itu di beri nama Valentine dengan maksud supaya kelak dia akan jadi sesorang yang akan selalu kasihi banyak orang. Namun Liana berpendapat lain dia menginginkan buah hatinya itu di beri nama Angelica dengan maksud yang sama Supaya kelak dia menjadi sesorang yang penuh kasih sayang seperti malaikat.

Karena sifat Alfred yang selalu menurut pada istrinya , akhirnya gadis mungil itu di beri nama Angelica Afrian . menurut dia nama yang di berikan pada putri pertamanya itu mempunyai makna yang lebih dalam. Tahun berganti tahun angelica tumbuh menjadi gadis yang anggun dan kecerdasannya terpancar jelas di wajahnya bagaikan ibunya dulu .

Belum sampai mempunyai cucu dari Putri nya itu , Alfred meninggal karena serangan jantung ketika mengendarai mobil menuju Voltaire International Schooll untuk menjemput Putrinya yang saat itu duduk di bangku SMP dan berusia 14 tahun. Saat itu penyakit jantungnya yang sudah belasan tahun tidak kambuh tiba tiba kambuh dan saat itu juga mobilnya menabrak pohon besar di pinggir jalan. Nyawanya menghilang seketika itu juga. Angelica adalah orang yang paling tidak rela jika ayahnya itu pergi. Dia begitu mencintai ayahnya. Bahkan terlihat jelas ketika dia menentang Ibunya untuk menikah lagi dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak lebih baik dari ayahnya ,saat itu usianya menginjak 16 tahun, dia begitu membenci ibunya yang tidak pernah mau mendengarkan nya. Dia selalu mengatakan kepada ibunya bahwa lelaki itu tidaklah baik untuk ibunya tapi ibunya justru seolah telah termakan sihir laki laki itu ucapan dari mulut anaknya tidak pernah di dengar justru selalu tamparan yang melayang ke pipi angelica sebagai balasannya.

Part II :

“menunggu bersamanya”

Suatu hari Ibu nya lupa memberi kabar bahwa Ibunya masih ada acara di luar dengan om Danu yang di sebut sebut sebagai kekasihnya itu . Angelica Menunggui Ibunya sampai jam menunjukan Pukul 3 Sore, Ekscholl music selesai beberapa anak yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut keluar gerbang sekolah saat semua siswa pulang satu per satu suasana di sekolah semakin sepi dan sunyi. Angelica dengan sabar nmenunggui ibunya banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya saat itu, “mengapa ibunya itu tidak menjemputnya tepat waktu seperti biasanya? Apakah ibunya marah dengan ucapannya tentang Om danu atau kenapa ibu tidak juga menjemputku?” tak terasa air matanya meleleh dia menangis tersedu sedu di dalam kesunyian sekolah hari itu . Angelica ingin menangis sejadi jadinya di tempat itu dan saat itu juga karena ia yakin tidak akan ada seorang pun yang akan mengetahuinya.

Namun perkiraannya salah seorang murid laki-laki yang berpakaian olahraga menghampirinya,tampaknya siwa ini baru saja bermain basket di lapangan olahraga . saat berjalan melewati taman dia melihat seorang siswi yng memakai sweeter tipis berwarna biru muda .

Siswa itu menjongkokkan badannya dan berbisik lirih kepada angelica yang tertunduk,

“ hai, belum pulang?”

Angelica tersentak hatinya kacau dan dia tidak bisa mengendalikan perasaannya itu, tangisnya berhenti perlahan,dia angkat kepalanya , dia tatap leka-lekat siswa yang meneggurnya beberapa detik yang lalu itu . Angel melihat senyuman yang di berikan siswa itu, dia tahu siswa itu hanya ingin memberikan semangat kepadanya tapi dia benar benar tidak bisa menutupi perasaannya dia kembali tertunduk dan menangis sejadi-jadi nya. Siswa itu kebingungan sekali melihat siswi yang sama sekali tidak dia kenali itu menangis semakin keras dan semakin keras . siswa itu memutuskan untuk pergi saja meninggalkan siswi itu duduk menangis sendiri di bawah pohon depan sekolahan yang ada di dekat taman sekolahan.

Siswa itu segera pulang ,karna ada sesuatu yang tertinggal di Voltaire international school dia memutuskan untuk kembali ke VIS mengambil beberapa barang yang ketinggalan di lapangan basket.. setelah magrib dia segera ke VIS . malam itu udara begitu dingin menusuk sampai ke tulang. Siswa itu mempercepat langkah nya . ia tidak mau membeku dalam dingin angin malam ini. Ketika sampai di depan gerbang VIS siswa itu tersentak kaget jantungnya hampir saja lepas dari urutan organ tubuhnya, dia melihat siswi yang menangis tadi siang masih duduk termenung di bawah sorot lampu . Dia merasa bersalah kenapa tadi dia langsung pulang, kenapa dia tidak bertanya apakah dia bisa membantunya. Dia segera menghampiri siswi itu, dan bertanya,

“kamu ? dari tadi belum pulang ?”

cukup lama siswa itu mnunggu jawaban dari angelica beberapa detik setelah keduanya terdiam angelica menjawab dengan suara serak dan tanpa tenaga “aku hanya ingin pulang !”

Siswa itu menyahut,

“aku Irfan, rumah kamu mana, ayo aku antar pulang?”

“ma..ma..” suara lirih gadis itu terdengar lagi.

“apa? Kamu ngomong apa barusan ? ayo aku antar pulang!”

Angel terdiam tapi dia mulai berdiri perlahan dari tempat duduknya ia berjalan menuju gerbang sekolah tanpa sadar bahwa tasnya tertinggal di kursi dimana ia seharian menangis, Irfan membawa tas nya dan segera menyusul dan mengikuti gadis itu berjalan pelan sambil menundukan kepala dan menendangi kerikil-kerikil di sepanjang jalan seolah kerikil-kerikil itu sedang menertawainya.

Sampai di taman kota Angel duduk di dekat air mancur dan memainkan air-air yang mengalir di sampingnya. Irfan hanya bisa memandangi Angel dengan rasa Iba, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada diri seorang gadis ini kenapa dia terlihat terpukul sekali. Saat Irfan memandangi angel , tiba tiba angel mengalihkan pendangannya dari air mancur di depannya ke wajah Irfan. Ketika mata mereka saling bertemu keduanya merasa aneh. Dan tanpa sadar Irfan bertanya ,

“apa yang sedang terjadi kepadamu ?”

Dengan tenang Angel menjawab,

“banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan!”

“aku hanya ingin mendengar apa yang sudah membuat kamu seperti ini?”

“ma..ma..” kata itu terucap lagi dari bibir Angel,

“ada masalah kelurga ?” irfan mencoba menebak-nebak,

“iya” jawab angelica secara singkat. Keduanya terdiam,

Saat keduanya terdiam dalam kesunyian malam itu tiba tiba suara serak angel memecahkan kesunyian itu .

“aku ingin pulang !” , angel berkata dengan halus meski suaranya serak serak basah setelah seharian menangis tidak pasti, dia meraih tas nya di tangan Irfan,

“terimakasih atas segalanya “

Angel pergi meninggalkan Irfan ,langkahnya gontai tapi pasti ,baru kali ini Irfan melihat gadis seperti Angel, saat angel berjalan semakin jauh dan semakin jauh badan nya hilang di ujung jalan dia berbelok ke arah kiri daerah cempaka putih. Irfan segera ingat bahwa dia harus mengambil barang barangnya di lapangan olahraga bukan melamun memandang gadis yang baru dia kenal itu. Setelah dia rasa tidak ada yang tertinggal ia segera pulang setelah sampai di rumah dia merasa lelah dia langsung masuk kedalam kamarnya membuka laptopnya dan log in di Akun Blog nya () dia menuliskan beberapa kejadian yang membuat nya merasa susah berpikir realistis,

Hidup terindah,

‘Aku tak mengerti apa yang telah ku alami hari ini, sesuatu yang aneh terjadi begitu saja pertemuan yang tak bisa aku tolak menghadirkan segala perasaan yang sangat sulit di uraikan, aku harap segala sesuatu ini bisa menjadi awal di hidup terindah ku seperti ucapan mama setiap dia teringat dengan pembicara terkenal di australia semasa dia masih menjadi mahasiswi di salah satu fakultas ternama di Pert’

Irfan menutup akun Blognya dan berbaring di atas tempat tidurnya. Malam itu Irfan tidak bisa tidur,hatinya gundah, matanya enggan untuk tertutup. Ada sepintas bayangan tentang gadis yang dia temui siang dan malam hari itu. Dia teringat akan sesuatu yang terlupakan. yah,,nama gadis itu .. Irfan tidak lupa tetapi Irfan Benar benar tidak sempat menanyai siapa namanya. Pikirannya melayang jauh , hingga ia terlelap tidur dengan bayang bayang gadis misterius itu.

Part III :

“Sekilas bayangnya”

Angel membaringkan tubuhnya di atas rumput-rumput kecil di bawah pohon ,dia tutup kedua matanya dan merasakan semilir angin yang terasa menyentuhnya. Walaupun selalu berteman sepi, dia begitu menikmati saat-saat seperti itu, dia mengingat saat-saat dimana dia bisa merasakan kedamaian sempurna. Angel membayangkan ketika hembusan nafas ayahnya masih bisa dia rasakan pelukan hangatnya masih melekat di ingatannya, tanpa terasa Angel larut dalam keindahan masa lalu yang yang tidak akan pernah terulang kembali. Air matanya meleleh sesegera mungkin Angelica mengusap air matanya yang mengalir di pipinya dan membangunkan tubuhnya dari atas rumput rumput kecil itu, lalu menyandarkannya di pohon sampingnya. Tatapannya melayang jauh keatas awan . dia percaya di atas sana ayahnya tengah memperhatikannya, Angel tidak ingin ayahnya sedih melihat anaknya yang sangat di kasihi menangis sendiri di tengah kesunyian. Angel mulai merasakan panas matahari yang mulai menerobos sela-sela dedaunan pohon. Angel melihat jam tangannya,jam menunjukan pukul 10.00 WIB. Dia harus segera pergi meninggalkan tempat itu, dia tidak ingin pihak sekolah memergokinya sedang bolos di taman, jika pihak sekolah tahu, mamanya adalah orang pertama yang akan di beritahu pihak sekolah dan mamanya juga lah yang akan pertama kali membunuhnya sesampainya di rumah. setelah ini dia akan segera ke rumah salah satu teman dekatnya di jalan gajah mada, di sana lah tempat paling aman yang dia rasa tidak akan ada orang yang bisa menemukannya. sebelum kesana dia akan membeli beberapa makanan kecil untuk di makan bersama sesampainya di rumah temannya itu.

Dari kejauhan Irfan berjalan dengan santainya , dia begitu menikmati hijaunya taman kota di tengah gedung gedung besar yang siap mengancam kehidupan manusia dengan aktifitas global warming nya. Sudah seminggu ini dia tidak melihat bersihnya kota jakarta di pagi hari, kepadatan kota jakarta, dan juga hijaunya taman kota yang menyimpan beribu cerita dari setiap orang yang datang. Seminggu yang lalu dia pergi ke sulawesi barat untuk melakukan survey di wilayah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Hari ini sesampainya di jakarta dia tidak langsung masuk sekolah . Dia langsung menuju taman kota , hari semakin siang terik matahari mulai terasa di ubun ubun kepala, hal itu memaksanya untuk mempercapat langkahnya, sampai ketika dia melihat sosok gadis yang sangat akrab di ingatannya. Dia melangkah pelan ke arah gadis yang bersandar di balik pohon itu. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan sampai di tempat itu dan mengetahui siapa gadis yang sepertinya pernah dia temui. Namun, suara lantang seorang laki-laki berkacamata menghentikan langkahnya,

“Irfan” teriak laki laki berkacamata yang bernama Fahri itu sambil melambai lambaikan tangannya kepada Irfan,

Irfan menengok ke arah laki laki itu,

“fahri?” ucap Irfan pelan, dengan setengah berlari dia melangkahkan kakinya ke tempat Fahri berdiri.

Mereka saling melepas rindu karena sudah hampir 3 tahun ini dia tidak berjumpa dengan Fahri abdullah. Setelah lulus di salah satu SMP bertaraf nasional di daerah Jakarta timur Fahri memutuskan untuk ikut dengan neneknya di Bandung dan Irfan memilih tetap ikut ayahnya dimana pun ayahnya berdomisili. Mereka larut dalam obrolan, beberapa kali mereka tertawa bersama, kadang salah satu dari mereka tersenyum sinis ketika yang satunya tertawa lepas seolah tanpa beban. Mengingat hari beranjak siang Irfan segera mengambil sikap untuk mengakhiri obrolannya dengan teman lamanya itu,

“setelah ini kamu mau kemana?” tanya Irfan basa-basi sebelum mengakhiri obrolannya itu.

“mungkin..” Fahri terdiam sejenak “mungkin aku akan pergi ke kantor pos” fahri meneruskan.

“baiklah besok kita bisa ngobrol lagi” kata Irfan Pelan.

Keduanya berjalan keluar dari taman kota bersama sama , sampai di persimpangan jalan keduanya terpisah Fahri mengambil jalan ke kiri sebelum kekantor pos dia akan pergi ke supermarket, sedangkan Irfan memilih langsung pulang dengan mengambil jalan ke kanan. Irfan menyempatkan diri untuk melihat sahabat lamanya masuk ke dalam supermarket dan ketika dia menengok ke belakang matanya bukanlah tertuju kepada Fahri tetapi justru kepada seorang gadis berseragam VIS yang berjalan memasuki supermarket didepan Fahri. Irfan menatap nya baik-baik. Dia menghentikan langkahnya, dia ingin kembali dan pergi menyusul gadis itu . Namun, dia berpikir ulang . Apakah yang akan dia lakukan jika gadis yang di susulnya bukan lah gadis yang sedang dia cari.

***

“pertemuan kedua”

Pagi ini udara begitu dingin rasanya menusuk sampai ke tulang. Irfan keluar dari rumahnya. Ayahnya meminta Irfan untuk berangkat ke sekolah bersama, namun Irfan lebih memilih untuk berjalan kaki, Irfan sudah terbiasa ke Voltaire Internasional School dengan berjalan kaki, jarak antara VIS dengan rumahnya tidak terlalu jauh hanya 1,5 kilometer. Pagi ini udara lumayan dingin tidak ada salahnya apabila dia berangkat sekolah dengan berjalan kaki itu akan sedikit menghangatkan tubuhnya. Tidak butuh waktu lama hanya 10 menit saja dia berjalan, dia sudah sampai di depan gerbang VIS. Ini hari pertama dia masuk sekolah setelah selama seminggu dia bersosialisasi dengan masyarakat Sulawesi barat. Dia berhenti di tengah-tengah gerbang VIS , matanya menyebar kesegala arah senyumnya mengembang ketika tatapannya tertuju pada kursi di bawah pohon depan sekolah. Dia teringat sesuatu dan dengan semangat dia berjalan setengah berlari melewati lorong-lorong kelas, menaiki tangga dan sampailah dia di depan kelas Kebanggaannya Yaitu XII IPS 1. Sebelum Irfan masuk kedalam kelas dia berhenti dan membalikkan badannya. Dia memandang suasana VIS dan aktifitas siswa-siswa VIS dari lantai dua dimana kelasnya berada, dia melihat satu per satu siswa yang baru memasuki gerbang sekolah. sesosok gadis bermata sayu dengan sweeter biru muda mengalihkan pandangannya . Ya, Irfan Ingat! Dia adalah gadis yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.

“Gadis itu..?” bisik irfan kepada dirinya sendiri. Sambil terus menatap gadis itu tanpa berkedip sedikit pun.

Tiba-tiba siswi berwajah cantik dengan sebotol coffe Drink di tangannya berdiri di sampingnya , dia adalah teman sekelas Irfan dan sekaligus teman sebangku Irfan sejak duduk di kelas XI.

“Angel!” sahut siswi bernama Very itu dengan santai sambil meminum coffe drink di tangannya.

Baru kali ini Irfan mengacuhkan ucapan temannya sendiri termasuk Very. Kali ini Irfan tidak menanggapi ucapan dari very dia justru berlari secepat mungkin ke arah gadis itu . Padahal bel sudah berbunyi beberapa detik yang lalu. Dia terus berjalan cepat , Sampai ketika dia menuruni tangga dan gadis itu sedang berjalan menaiki tangga ke arahnya. Tiba-tiba degug jantung Irfan tidak terkendali, langkahnya berat untuk melangkah bahkan mungkin tidak kuat untuk di angkat. Beberapa langkah, sampailah gadis itu tepat di sampingnya tetapi Irfan masih terdiam lidahnya masih kelu namun suara pelan dari Angel memecah lamunannya.

“Irfan ya?” sapa Angel pelan dengan senyum yang hampir membuat Irfan pingsan. Namun Irfan segera mengendalikan perasaan nya.

“iya!” jawab Irfan dengan lancar kini suasana hatinya sudah dapat dia kendalikan dalam genggamannya. Dia tidak lagi salah tingkah seperti pertama kali melihat angel beberapa menit yang lalu.

“Benar Irfan? Ternyata ingatanku masih normal!” ujar Angel dengan gayanya yang polos.

Irfan terdiam sejenak “kamu masih mengingat namaku? Beberapa hari ini aku mencari mu!” ungkap Irfan secara gamblang tanpa rasa canggung sedikit pun.

Pipi Angel memerah menambah manis paras wajahnya yang selalu dia tutupi dengan suasana wajah tidak bersemangat seakan-akan menahan beban berat. Dan memang itu lah yang terjadi di diri Angel. Keduanya mengobrol Sambil berjalan bersama ke lantai dua.

“Kamu mencari Aku? Apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan kepadaku?” jawab Angel setelah pembicaraannya terhenti beberapa menit yang lalu.

“Aku mencarimu,” kata Irfan yakin. “Kamu begitu mengganggu pikiran ku”

Angel menundukkan wajahnya. Irfan mengalihkan pembicaraan sebelum membuat Angel salah faham,tersinggung atau pun merasa sedih.

“Baiklah, segeralah masuk ke kelas mu! Aku yakin kelas sudah di mulai” kata Irfan sambil memandang wajah Angel dalam-dalam.

“Baiklah,” sahut Angel pelan.

Keduanya terpisah ketika Angel memasuki kelas XC. Irfan terus berjalan lurus. Sambil berpikir mencari cari alasan apabila pak guru pengajar menanyainya tentang keterlambatannya masuk kelas. Dan benar setelah masuk kelas Irfan langsung di serbu dengan segala pertanyaan dari guru sosiologi itu. Namun Irfan sangat pandai ber alibi. Tidak heran jika dia bisa lolos dari hukuman guru sosiologi yang terkenal dengan kedisiplinannya itu.

Pelajaran demi pelajararan berjalan seperti biasanya. Namun Very yang kenal betul siapa itu Irfan merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diri Seorang Irfan.

Pertama, tadi pagi ketika dia terlambat masuk kelas, sebelumnya Irfan tidak pernah datang terlambat hanya demi mengobrol beberapa menit dengan seorang gadis yang belum dia kenal.

Yang kedua, adalah saat pelajaran sosiologi pada jam pertama tadi , Very mengamati Irfan hanya tersenyum-senyum sendiri dan menulis sebuah nama “Angel” berkali kali dan dengan tulisan yang berbeda-beda pula di buku catatannya, sebelumnya Irfan tidak pernah seperti itu dia selalu mengabaikan segala hal dan tetap fokus pada pelajaran.

Dan yang ketiga adalah saat pulang sekolah. ketika Very mengajaknya pulang bersama Irfan mengatakan kalau dia akan pulang sendiri saja sperti sedang menunggui seseorang. Padahal tidak pernah Seorang Irfan nampak pulang akhir jika tidak ada Ekstrakulikuler atau pelajaran tambahan.

***

Malam ini adalah malam yang berbeda untuk Irfan. Dia telah menemukan jawaban dari segala kebimbangannya beberapa hari ini. Dia tidak lupa menulis segala aktifitas nya di akun Blog nya.

aku menemukan apa yang selama ini aku tunggu. Aku mulai mencari nya ketika aku mengingatnya. Dan hari ini adalah hari yang patut untuk di kenang. Dalam blog ini aku ingin menuliskan apapun yang bisa aku bagi dan apapun yang bisa aku curahkan, aku berharap dan selalu berharap setiap kejadian indah yang terjadi di diriku adalah awal dari keindahan hidupku ke depan”

setelah memposting tulisan sederhananya malam itu dia langsung me-log out akun Blognya. Dia tutup laptopnya dan bergegas tidur. Walaupun sesampainya di tempat tidur. Matanya masih enggan untuk tertutup. Nama Angel selalu terucap dari bibirnya, Irfan bagaikan seseorang merindukan kehadiran kekasih yang lama hilang untuk ada di sampingnya. Malam semakin larut Irfan tertidur dalam bayang bayang Angel yang tak mau pergi dari pikirannya. Lain tempat lain pula segala kejadian yang terjadi.

Di rumah Angel, mama nya tengah memarahi Angelica karena telah berlaku tidak sopan kepada Om Danu. Ketika Angel pulang dari sekolah tadi sore Angel merasa jijik melihat Ibunya tengah bermesraan dengan seorang laki-laki hidung belang seperti om Danu, kemarin Angel melihat Om Danu menemui seorang perempuan di sekitar jalan gajah mada ketika Angel menuju rumah temannya, dia tidak menampakkan dirinya di depan Om Danu dan wanita itu karena dia tahu Om Danu pasti akan langsung mengadu domba dirinya dengan Mama nya, namun dia juga tidak mengatakan apa-apa kepada Mama nya,dia tahu dirinya lah yang justru akan menjadi bulan-bulannan Mamanya apabila dia mengatakan kejadian yang di lihatnya itu karena Angel tahu Mama nya tidak suka jika kekasihnya itu di fitnah oleh anaknya sendiri.

Sepulang sekolah setelah memasuki rumah , Angel langsung naik ke kamar nya dan tidak sempat menyapa atau pun berbasa basi sedikit pun kepada dua manusia yang sangat menyebalkan itu. Al hasil setelah Om Danu Pulang sekitar pukul 21.00 wib mama nya memarahi Angel tidak hanya kata-kata kasar yang di ucapkan oleh mamanya, berkali-kali tamparannya mendarat di wajah Angel, Liana Wibowo bukanlah mama nya yang dulu Angel kenal, dia merasa mamanya sudah berubah drastis ketika bertemu dengan Om effendi. Om effendi benar-benar memberi kan pengaruh buruk kepada keluarganya , membuat keluarganya hancur bahkan membuat Mama nya menjadi gelap mata.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kesel moco ne

Posting Komentar