Ketika Cinta harus memiih

Rafael, siswa SMA kelas 2 itu menggandeng tangan kekasihnya yang satu tahun lebih tua darinya dia bernama Vianka Adelia, Vianka adalah kakak kelasnya di SMA KARTINI , Vianka duduk dikelas 3. Pagi ini mereka berjalan bersama menyusuri taman, menikkmati hamparan rumput dan bunga bunga yang indah , mereka berjalan dengan senyum yang tidak pernah pudar sedikit pun. Bagi remaja seusia mereka, hal seperti itu adalah hal terindah yang tak terlupakan,mereka tak perduli ocehan teman-teman mereka yang mengatakan mereka adalah pasangan yang konyol karena jarak usia.
***
Satu tahun kemudian,
Pagi ini Vianka Adelia akan berangkat ke Jerman untuk Melanjutkan Study-nya di kota Dusseldorf, ibukota dari negara bagian Nordrheiin westfalen. Kota ini juga terkenal dengan pusat fashionnya dan butik-butiknya di sepanjang Konigsalle, Rafael adalah salah satu orang yang berat untuk untuk melepas kepergian Vianka ke Jerman, meski berat Rafael tidak mampu menahan Vianka untuk tinggal di sini.
***
Beberapa bulan setelah keberangkatan Vianka ke Jerman,
“gue nggak ngerti, kenapa Vianka jadi sesibuk ini.” Keluh Rafael kepada salah satu teman se kelasnya. “dulu dia nelfon gue 2 kali sehari tapi akhir-akhir ini dia nelfon gue ato sekedar ngirim email dan sms tiap 2 hari sekali.” Lanjut Rafael, temannya terus mendengarkan keluhan Rafael tentang komunikasinya dengan Vianka yang tidak lancar. Rafael percaya bahwa Vianka adalah tipe perempuan yang konsisten terhadap segala ucapan dan janji-janjinya. Meski tembok berlin memisahkan mereka.
***
Pertengahan tahun 2010,
Rafael telah menyelesaikan S1-nya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Bahasa Jerman, hingga dia Lulus menyandang gelar Sarjana, Dia masih setia dengan kekasihnya,Vianka. Meski 4 tahun terakhir ini Vianka tidak pernah memberi kabar kepada Rafael.
Awal masuk di Universitas Indonesia dia telah bertekad akan menyusul kekasihnya itu ke negara jerman setelah dia menyelesaikan S1-nya, dan sekarang Rafael telah menyelesaikan S1-nya dia sangat bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu telah datang, namun di sisi lain dia menjanjikan sesuatu kepada ayahnya 2 tahun lalu dan sekarang saatnya dia menepati janji itu tapi sayang nya sampai sekarang Rafael masih belum bisa menepati janji nya untuk memperkenalkan seorang gadis kepada orang tuanya sebagai Calon istrinya. 2 tahun yang lalu kedua orang tua nya meminta Rafael untuk menikah dengan Erika Rusadi putri tunggal dari rekan kerja ayahnya. Rafael telah menolak permintaan ayahnya ketika pertama kali di tawari untuk untuk menikah dengan Erika, namun penolakannya itu di tepis oleh ayahnya,
“jangan terlalu terburu-buru menolak perjodohan mu dengan Erika, Ayah minta perkenalkan Ayah kepada gadis yang kamu cintai,! Jika sampai kamu lulus , kamu masih belum juga memperkenalkan satu orang gadis pun pada ayah, ayah minta kamu menikah saja dengan Erika!” tegas ayahnya, tidak tahu kenapa kata setuju dari bibir rafael terucap begitu saja.
“gimana Kalo’ sampai gue Lulus Vianka belum bisa nemuin gue? Apa gue harus married ma Erika?” ucap batinnya keras. Saat itu Rafael hanya terdiam dan keyakinannya untuk menikahi Viianka sangat kuat, namun menatap kenyataan yang terjadi , keraguan hebat menyelimuti hati nya.
Hari ini adalah saat-saat dimana dia harus memperkenalkan calon Istrinya kepada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya telah menunggu hari ini dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan Rafael, hatinya bimbang, tahun ini Vianka harusnya sudah pulang ke Indonesia, tapi sehelai ramputnya pun belum terlihat di depan Rafael. Sempat ada rasa jengkel di hati Rafael namun dia segera mengusir perasaan itu, Rafael mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, dia menciba bernegosiasi dan sekaligus meminta sedikit waktu untuk berpikir sekali lagi sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Namun kedua orang tuanya tidak bisa ber negosiasi lagi, tahun depan di usianya yang ke 28 dia harus sudah merencanakan pernikahan, minimal dia harus bertunangan.
***
Awal tahun 2011,
Tahun baru telah lewat,awal tahun ini Vianka pulang ke Indonesia. hatinya sangat bahagia, dia tidak sabar menemui kekasihnya itu. Di saat yang sama ketika Vianka sampai di Indonesia,ternyata Rafael telah memutuskan untuk bertunangan dengan Erika,Toh Cuma tunangan!. Rafael pun sampai di rumah keluarga Rusadi untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Erika. Meski setengah hati Rafael melangkah masuk rumah dengan senyum.
***
12 Februari 2011,
Rafael membuka emailnya, ada 3 email yang belum di baca. 2 email dari teman kuliahnya. Dan 1 email dari... Vianka Adelia... Rafael kaget bercampur senang, dia buka email itu,
“Guten Morgen (dalam bahasa Jerman;Selamat pagi), aku tau kamu masih setia menantiku, maaf kalo’ aku pergi terlalu lama, aku di sini merindukan kamu dan aku putuskanuntuk pulang ke Indonesia bulan ini, mungkin tepatnya tanggal 7 februari. Mungkin tanggal 14 februari tepat di hari ulang tahun mu baru bisa menemui mu,Aku akan kerumahmu hari itu.”
Rafael bergetar, hatinya bimbang apa yang harus dia katakan kepada Vianka jika Dia tahu kalau ternyata kesetiannya yang ternyata tersia-sia kan . hatinya bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Vianka, dua hari lagi Vianka Adelia kekasih yang sangat di nanti-nantinya akan menemuinya, namun ada perasaan ragu karena 2 bulan lagi dia harus melamar Erika secara resmi.
***
14 februari 2011,
Ketika kedua pasang mata indah itu bertemu, keduanya tersentuh badai cinta yang lama tidak mereka rasakan, hati mereka meleleh. Mereka teringat 6 tahun silam ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ketika mereka bolos berdua dan pergi berdua ketaman kota.
“Kamu masih seperti dulu, aku jharap cintamu juga masih sewangi dulu!” ucap Vianka. Rafael terusmenddengarkan ceritta demi cerita yang keluar dari bibir Vianka sambil terus memandangi nya.
“aku ingin kamu menikahi ku seperti harapan kita untuk hidup bersama, kamu masih ingat kan saat itu!” pinta Vianka, “saat kita duduk berdua di bawah pohon belimbing di tengah taman kota, tiba-tiba kita punya harapan buat menikah,,hehehe’ lucu yah!” lanjut Vianka dengan senyum kecilnya. ketika ia teringat peristiwa-peristiwa 6 tahun silam yang sepertinya tidak pernah ia lupakan. Rafael tersentak mendengarkan Ucapan Vianka. Jiwanya Lemas dia sangat bahagia namun di sisi lain dia bingung menentukan sikap terbaik , akankah pertunangannya dengan Erika di batalkan begitu saja, bagaimana kekecewaan yang di tanggung oleh keluarganya dan keluarga Rusadi, Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Vianka tentang pertunangannya dengan Erika. Rafaeel tahu jika dia mengatakan semua ini kepada Vianka. Vianka akan sangat terpukul parahnya lagi dia akan sangat membenci Rafaael.
***
Awal Maret 2011,
Malam ini rafael tidak bisa tidur, dia duduk di pinggir tempat tidurnya,Saat ini Dia di hadapkan pada situasi yang sangat rumit, dan sangat menuras pikirannya yaitu saat dimana dia harus menentukan pilihan dan ketika Cinta harus memilih, Rafael pun tak bisa menghindar dan keadaan ini memaksa nya untuk berpikir matang-matang,,,,
To be continued...
Profile Bisma Karisma “SM*SH”

Profile Bisma Karisma “SM*SH” (Full)
Description:
- Nama Lengkap :Bisma Karisma
- Born : 27 November 1990 Bandung
- Zodiac : Sagitarius
- Favourite Singer : Jason Mraz, Chris Brown, Hyun Ah
- Favourite Song : All Songs
- Favourite Food : Cuankie, pecel, ice chocolate, teh manis
- Favourite Actress : Poppy Sovia, Zoey Deschane
- Impian sukses: Jadi musisi dan sutradara
- 1st on stage: Puma Ground Zero
- Favourite female artist: Poppy Zovia, Zoev Deschanel
- Tidak disukai: kedinginan, debu, dibohongi dan basa basi
RANGGA DEWAMOELA SOEKARTA SM*SH

Lahir : 6 Januari 1988, Voorburg, Belanda
Zodiac : Capricorn
Penyanyi Favorit : Stevie Wonder
Studi : Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Lagu Favorit : Because of You, Keith Martin
Jajanan favorit : French Fries
Impian sukses : Membahagiakan dan membuat bangga orang tua
Pertama kali on stage : Lomba Nyanyi antar SD
Artis cewek favorit : Beyonce, Agnes Monica
Tidak disukai : Dibohongin dan Udara Panas
- Rangga itu suka banget sama kucing, dia punya 2 kucing kesayangan jenis persia dan pekenose. namanya Tinkerbell dan bento.
- Warna kesukaan rangga itu warna biru dan item
- Rangga itu berdarah Sunda-PALEMBANG-Belanda
- Kuliah di Kampus Katolik namun agamanya Islam
- Paling ribet dan paling lama kalo make up
- Paling korea abiiiiiss style-nya
- Rangga pernah kasih kado ke Mytha “Mamamia” waktu mytha ulang tahun yang ke-15 dan kado rangga itu dikasih nama “GaMy”, GaMy adalah singkatan dari nama mereka berdua yaitu rangGA dan MYtha
Morgan Oey SM*SH

Lahir : 25 Mei 1990, Singkawang, Kalimantan Barat Zodiac : Gemini Penyanyi Favorit : Justin Timberlake, Rihanna, Christina Aguilera Studi : Information&Technology, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Lagu Favorit : Breathless, Shayne Ward Jajanan favorit : French Fries Impian sukses : Membawa keluarga jalan-jalan keliling dunia Pertama kali on stage : Indonesian Idol Audition Artis cewek favorit : Sandra Dewi Tidak disukai : Dikekang dan dibohongi
Rafael Landry Tanubrata ( SM*SH boys band)
semua tentang Mu....
Cerita cinta kita berdua akan selalu
Semua kenangan tak mungkin bisa (ku lupakan ku hilangkan)
Takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir
Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini
Semua tentangmu selalu membekas di hati ini
Cerita cinta kita berdua akan selalu
Semua kenangan tak mungkin bisa (ku lupakan ku hilangkan)
Takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir
Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini
Aku di sini selalu menanti
Ku takkan letih menunggumu
lyricsalls.blogspot.com
Aku di sini (aku di sini) selalu menanti (selalu menanti)
Ku takkan letih menunggumu (menunggumu)
Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini
Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua
Ikatan tali cinta yang tlah kita buat selama ini
Lirik Lagu Vierra - Kepergianmu

Ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
Sungguh berat terasa menyadari semua
Di saat terakhirku menatap wajah itu
Terpejam kedua mata dan terbang selamanya
Inginku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguh ku tak rela
Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu
Di saat terakhirku menatap wajah itu
Terpejam kedua mata dan terbang selamanya
Inginku mengejar dirimu
Menggenggam erat tanganmu
Sungguh ku tak rela
Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu
Takkan pernah ku lupakan dirimu
Takkan sanggup ku lupakan semua
Ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu
Vierra - Pertemuan Singkat Lyrics
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang dan aku terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
dengan masalah besar (dihadapi)
segitu saja perjuanganmu (untukku)
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
Lirick lagu chrish brown ft. justin bieber

Yeah, you are my dream
There’s not a thing I won’t do I’ll give my life up for you Cos you are my dream
And baby, everything that I have is yours You will never go cold or hungry I’ll be there when you’re insecure Let you know that you’re always lovely Girl, cos you are the only thing that I got right now
One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you
You had my child You make my life complete Just to have your eyes on little me That’d be mine forever
And baby, everything that I have is yours You will never go cold or hungry I’ll be there when you’re insecure Let you know that you’re always lovely Girl, cos you are the only thing that I got right now
One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you lyricsalls.blogspot.com Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you
We’re made for one another Me and you And I have no fear I know we’ll make it through One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Ohh ohh ohh ohhhhh
One day when the sky is falling I’ll be standing right next to you Right next to you Nothing will ever come between us I’ll be standing right next to you Right next to you Oh nah nah Oh yeah Stand by my side When the sky falls Oh baby I’ll be there You’ve got that smile That only heaven can make I pray to God everyday To keep you forever
BELA SUNGKAWA DARI AREK PONOROGO UNTUK PARA KORBAN TSUNAMI DI JEPANG
Cinta Abadi
“Abadi, aku ingin berbicara denganmu.?” Ucap cinta sambil berdiri dan berbalik menatap kekasih yang sangat dia cintai itu.
“katakanlah Cinta, jika itu memang perlu untuk di ungkapkan, jangan memendam segala sesuatu tanpa ku ketahui,!” jawab Abadi penuh Perasaan sebagai seorang kekasih dengan sejuta cinta.
Namun Cinta tertunduk, dia seolah menyimpan masalah berat yang sulit di ucap kata-kata. Tangan lembutnya meraih tangan Abadi, Abadi menyadari ada satu hal aneh yang terjadi pada kekasihnya itu.
“Kamu tidak pernah terlihat seperti ini Cinta , katakanlah apa yang membuatmu gundah ?” tanya Abadi penuh harap , Cinta masih tertunduk, entah apa yang di pikirkannya. Abadi mengangkat wajah cinta pelan dan penuh perasaan hingga kedua mata mereka bertemu.
“tatapalah aku Cinta , sebagaimana kamu menatap Dunia mu selama ini!” Ucap Abadi sekali lagi,
“Aku harus pergi” jawab Cinta air matanya tidak bisa tertahan kan lagi air matanya mengalir begitu saja di pipi halusnya, Abadi semakin tidak mengerti ‘
“jangan menangis Cinta, air matamu terlalu berhargga untuk tertumpahkan,” kata Abadi sambil mengusap pipi halus Cinta dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya tetap menggenggam erat tangan Cinta.
“Aku harus pergi, meninggalkan segala cerita Indah yang kita ukir di bumi cinta ini,” ujar Cinta. Tatapannya tidak lepas dari Abadi, Abadi melepaskan genggaman tangannya perlahan.
Abadi terluka dia seolah jatuh di atas bara api, tersayat pedang tajam dan terhempas ombak besar di lautan lepas terpontang-panting tanpa arah yang pasti. Keduanya terdiam tidak ada satu kata pun yang terucap dari keduanya. Hingga tiba-tiba suara Abadi berkata,
“Aku tidak percaya secepat ini kamu menyakitiku, apa salahku sehingga kamu ingin pergi dari ku?”
“aku harus menikahi seorang laki-laki pilihan ayahku ! aku tidak bisa menolak permintaan orang tuaku, aku tidak ingin melukai mereka” tegas Cinta , hati Abadi tersentak dia telah mengerti alasan mengapa Cinta ingin meninggalkannya. Hatinya semakin terluka. Sedangkan air mata Cinta tidak berhenti mengalir, keduanya kembali terdiam Abadi tidak bisa memaksa cinta untuk tetap bersamanya sedangkan keadaan memaksanya untuk pergi, mereke berdiri berhadapan saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba petir mengagetkan Cinta , Cinta terkejut spontan dia memeluk Abadi yyang ada di hadapannya. Beberapa detik setelah petir menggelegar, hujan turun dengan derasnya dan Cinta masih belum melepas pelukannya justru semakin mempererat pelukannya. Hujan deras mengguyur tubuh mereka. Mereka membiarkan dingin sebagai selimut kepahitan perpisahan. Ketika hujan semakin deras perasaan mereka semakin terpukul. Cinta tetap menangis dan tetap menangis di pelukan Abadi. Perlahan hujan pun mulai reda , namun itu sama sekali tidak mengurangi kesedihan mereka.
“Aku berjanji akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi.” Ucap Cinta dengan suara yang bergetar.
“jangan pernah mencintaiku jika kamu telah bersama dengan orang lain , cintai lah dia seperti kamu mencintaiku, aku telah rela jika memang kamu bukanlah untuk ku, lupakanlah jika memang itu yang terbaik untuk mu , untukku dan juga untuk kita.” Jawab Abadi, Abadi berharap kali ini dia mengambil keputusan yang tepat,dan tidak akan ada penyesalan atas ucapannya yang baru saja dia ucapkan itu.
“Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi ?” tanya Cinta, “mengapa kamu nampak nya telah siap jika harus berpisah dengan ku.”
Abadi tak kuasa menahan perasaannya. Dia telah hancur berkeping-keping, terinjak-injak bagaikan sampah yang tidak berguna lagi. Abadi tidak tahu harus berkata apa lagi,
“ternyata kamu memang tidak pernah sungguh-sungguh mencintaiku, seperti aku mencintaimu.” Ucap Cinta sekali lagi sambil melepaskan pelukannya.
“pergilah, bawa semua cintamu untukku, dan segala cintaku yang tersimpan di hatimu” kata Abadi sambil membalikkan badannya dan mulai melangkah pergi. Baru beberapa langkah Abadipergi menjauh dari Cinta, tiba-tiba cinta memanggilnya,
“Abadi!!!!” panggil Cinta, Abadi berhenti tanpa berbalik menatap Cinta.
“aku sadar ini semua salahku, tak seharusnya aku mengorbankan cinta kita untuk orang tuaku, tapi perlu kamu tahu aku mencintaimu jauh di atassegalanya, dan aku akan selalu mencintaimu selama matahari bersinar untuk alam ini,” ungkap Cinta , namun Abadi tidakmenanggapi ucapan Cinta,Dia langsung meninggalkan Cinta meski dalam hati dia ingin mengatakan kepada Cinta, bahwa cintanya tak akan terkikis oleh jarak, terhapus waktu, juga tak akan terhabis di telan Usia. Namun yang terbaik untuk saat i
ni adalah menyimpan segala perasaan yang ingin terucap itu. Abadi berjalan menjauh dan semakin jauh.“Mungkin saat kamu membaca surat ini aku telah pergi jauh ,meninggalkan semua cerita indah kita sperti yang kamu minta, tak ada satu kata pun yang bisa mengubah semua ini kita telah berakhir walaupun sebenarnya cinta kita takkan pernah berakhir sampai di sini , mungkin segores luka yang kau torehkan di hatiku akan menjadi satu kenangan pahit yang takkan pernah aku lupa meski nadiku tak lagi berdenyut, aku harap kamu bahagia dengan pilihan mu, . aku tidak akan mengganggu mu dengan laki-laki pilihan mu, aku tidak akan mengganggumu jika itu memang kamu lebih bahagia dengannya, aku hanya ingin kau tahu aku mencintaimu lebih dari cintamu kepadaku. Dan aku akan selalu mencintaimu seperti janjiku saat pertama kali aku menjadi kekasih mu.”
Cinta tak kuasa membaca surat dari Abadi. Dia merasa sangat kejam terhadap Abadi, tidak punya hati. Cinta tidak tahu harus berbuat apa, yang pertama kali muncul di pikirannya adalah segera menemuinya. Namun berhari hari dia tidak menemukan keberadaan Abadi, dia terus mencari dan mencari, dia mencoba bertanya-tanya kepada teman-teman Abadi tentang keberadaan Abadi namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan abadi. Cinta semakin terpukul dia putus asa berminggu-minggu dia mencari Abadi namun Abadi seakan hilang bagaikan di telan bumi.
Dia mulai putus asa, semakin lama dia semakin murung, dia berubah menjadi gadis yang sukamenyendiri, melamun dan menangis sendiri. Cinta mulai tidak peduli dengan kondisi tubuhnya, makan tidak teratur, dan tidur pun tidak nyenyak. Sesekali Cinta jatuh sakit, syukurlah 2-3 hari saja sakitnya sembuh. Tubuhnya mengering, Cinta semakin kurus tak terurus padahal semua anggota keluargannya memberikan perhatian yang lebih kepadanya. Karena kondisi Cinta yang sangat tragis terpaksa pernikahannya dengan laki-laki pilihan ayahnya itu di batalkan hingga kondisi Cinta sudah memungkinkan untuk melangsungkan pernikahan.
Suatu pagi, ayah Cinta mendapati anaknya tengah menangis di depan jendela kamarnya, tatapannya kosong menerawang jaug keluar rumah,namun air matanya tidak berhenti mengalir di pipinya.
“Mengapa kamu termenung sendiri disini anakku , sudah beberapa minggu ini kamu terlihat ada masalah berat , apa yang sedang menimpa mu ?” tanya ayahnya , Cinta masih tetap termenung seolah-olah dia tidak menyadari ada ayahnya, walaupun sebenarnya dia mendengar dengan jelas segala ucapan ayahnya.
“Anakku pandang jauh hidupmu jangan mengantang asap seperti ini.” Ucap ayahnya bijaksana, “Toh setiap kejadian yang menimpamu seberat apapun itu pasti ada pelajaran yang bisa di ambil.bukan untuk di tangisi seperti ini.” Lanjut ayahnya. Cinta seperti mendapatkan secercah cahaya yang menerangi jalan hidupnya , Cinta menghela nafas dan berbalik menghadap ke arah ayahnya.
“Ayah, Cinta ingin mengatakan sesuatu kepada ayah.” Ucap Cinta pelan. “Mungkin ayah tidak akan menyukai ini tapi Cinta harus mengatakanya”
“Katakanlah anakku,!” jawab ayahnya,
“Ayah Cinta tidak ingin melukai perasaan ayah, mengecewakan ayah atau pun menghancurkan harapan ayah. Namun di balik keinginan ayah untuk menikahkanku telah menyakiti ku dan menyakiti seseorang yang sangat mencintai Cinta , sekaligus sangat Cinta sayangi. “ ujar cinta dengan suara yang pelan. Dia tidak peduli jika ayahnya akan memurkainya dengan sikap nya itu. Namun dugaan Cinta salah , ayahnya bukanlah seseorang yang memaksakan keinginannya sendiri. Lalu ayahnya menjawab,
“Ternyata hal itu yang membuat mu seperti ini, tidaklah mampu ayahmu ini menikahkan kamu dalam keadaan seperti ini , mengapa kamu tidak pernah mengatakan kepada ayah? Ayah tidak akan memaksamu menikah dengan seseorang yang tidak kamu cintai apalagi dengan orang yang tidak bisa membuat mu bahagia!”
Cinta menghela nafas mendengar kata-kata ayahnya , dia mengalihkan pandangannya keluar jendela. Air matanya kembali menetes tak tertahankan.
“Jika memang kamu benar-benar mencintai kekasihmu, kejarlah dia! Jangan hanya menghabiskan hari-hari mu dengan menangis disini.” Ayahnya memberi nasihat.
“Tak ada yang bisa Cinta Lakukan sekarang ayah, semuanya sudah terlambat. Dia telah pergi membawa seberkas luka yang Cinta torehkan, tidak ada satu petunjuk pun yang mengetaui keberadaannya.” Ucap Cinta pelan dan seolah tanpa harapan.
“Bersabarlah.’ Ayahnya memberi semangat. ‘ jika memang dia adalah takdirmu suatu saat nanti dia pasti akan kembali kepadamu. Namun, tidak di benarkan jika kamu hanya terus-terusan meratapi nasib itu tidak akan membuat mu bertemu kembali dengannya. Pergilah ke rumah nenekmu supaya kamu bisa menenangkan pikiranmu” Lanjut ayahnya. Cinta tidak menjawab jiwanya semakin terkoyak, membayangkan kekasih yang sangat dia banggakan menghilang bagai bintang di telan malam. Namun Cinta memutuskan untuk pergi ke wilayah pantai di ujung kota. Hingga dia merasa siap untuk menghadapi kehidupanya ke depan.
“Anakku, Ibbu mu ini sudah tua renta, sudah rapuh, tidakkah terselip di pikiran mu untuk memberikan Ibumu ini seorang cucu.?” Kata Ibunya. Abadi terkaget-kaget dengan ucapan Ibunya, hatinya bergetar sampai saat ini dia belum bisa menemukan seseorang yang benar-benar dia cintai, cintanya kepada Cinta masih bercongkol kuat di hatinya. Bukan hanya sekedar kata cinta , Abadi memang benar-benar mencintainya, namun Abadi teringat kembali pada kenyataan, dia tidak mungkin mencintai seseorang yang telah menjadi milik orang lain.
“Apa kamu sudah punya calonnya Nak?” tanya ibunya sekali lagi. Abadi terkejut dengan segala pertanyaan dari Ibunya yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Perlahan Abadi mengangkat dia tatap dalam-dalam wajah Ibunya.
“Abadi masih belum mengerti dengan jalan hidup Abadi... tidak ada satu gadis pun yang bisa mengisi celah-celah hati Abadi Ibu.” Jawwab Abadi , keraguan menyelimuti hatinya.
“Ibu mengerti tidak mudah mencari seorang Istri yang tepat, tapi seharusnya kamu sudah muali mempersiapkan diri untuk menikah, apa kamu tidak menginginkan kebahagiaan sepasang suami istri, kebahagiaan di dunia yang di berikan oleh Tuhan.”
“Menikah untuk Abadi bagaikan berlayar mengarungi samudera Abadi tahu ujian seberat apa yang akan Abadi hadapi, Abadi masih belum menemukan calon yang mampu menjadi pelipur lara di kala Abadi terluka.” Ujar Abadi. Di pikirannya masih terbayang jelas akan janji terakhir yang dia dengar dari bibir Cinta bahwa Dia akan selalu mencintai Abadi apapun yang terjadi. Abadi ingin sekali berlari ke pelukan cinta dan meminta Cinta untuk menepati janjinya itu dengan menikah dengan Abadi. Namun, mungkin sekarang Cinta telah bersanding dengan laki-laki pilihan ayahnya itu, menatap bintang bersama, berbahagia tanpa ada yang mengusik. Abadi segera menghapus bayangan tentang Cinta yang sempat terbesit di pikirannya beberapa saat yang lalu.
“Ibu ada calon untuk mu.” Kata ibunya sambil mengulurkan selembar foto seorang gadis yang memakai jilbab kuning. Gadis dalam foto ini mengingatkan Abadi dengan seseorang, wajah gadis itu sangat akrab di ingatannya, beberapa detik dia memandang foto itu , dia mencoba mengingat dan perlahan Dia ingat siapa gadis dalam foto itu, gadis itu adalah gadis yang duduk bersama nya di kereta beberapa bulan yang lalu.
“Siapa gadis ini Ibu?” tanya Abadi. “ Apakah Dia tinggal di sekitar sini.” Lanjut Abadi ingin tahu.
“Dia bernama Kasih, dia tinggal di desa seberang, dia adalah gadis yang baik, juga Cantik. Ibu yakin kamu cocok dengannya.” Ujar Ibunya.
Abadi terdiam mendengar kata-kata ibuny, dia baru saja bertemu dengan gadis itu sekali akankah secepat itu dia menikahinya.
“dia akan datang kesini 2 minggu lagi, ibu tidak memaksamu segera menikah, Ibu hanya ingin kamu mengenalnya saja. Pikirkan baik-baik nak.” Lanjut ibunya.
Obrolan itu usai begitu saja setelah Ibunya pergi keluar rumah. Namun obrolan mereka tentang pernikahan itu meninggalkan keraguan yang tebal di hati Abadi. Akankah dia menikahi Kasih,Jika dia menikah dengan Kasih , dia akan segera melupakan Cintanya kepada Cinta sekaligus luka yang di torehkan Cinta. Namun dia menyadari bahwa itu bukanlah tujuan dari sebuah ikatan sakral suatu pernikahan, jika dia tetap menikah dengan tujuan seperti itu dia hanya akan menyakiti Kasih. Tetapi jika Abadi tetap menyendiri dia hanya akan terbayang-bayang masa lalunya dengan Cinta.
“matahari masih setia bersinar untuk alam semesta , bintang masih setia menemani bulan, Cintaku pun masih setia untukmu , aku hanya bisa menunggumu penuh harap, hingga saat sekarang hati ini tak terbalas oleh cintamu disini aku sendiri membayangkan indahnya cinta yang kau beri dan juga pahitnya luka yang kau toreh. Akankah aku terus menuggu sesuatu yang tak kunjung terjawab, masih pantaskah aku setia kepada seseorang yang tak pernah melihat cintaku?”
Sepucuk surat pendek itu dia kirim melalui salah satu rekannya yang akan pergi ke kota, kemungkinan besar Cinta akan menerima surat itu 5 hari setelah dia mengirimkan dan jika memang Cinta masih berharap akan kehadiran Abadi di sisi Cinta pasti surat balasannya akan Abadi terima sebelum hari dimana dia akan menemui Kasih.
Berhari-hari bahkan lebih dari seminggu tidak ada balasan dari Cinta. Abadi tidak lelah menanti balasan surat nya dari Cinta, namun waktu tetaplah berjalan seperti apa adanya, mungkin cinta memang telah melupakannya dan berbahagia dengan laki-laki itu, Abadi merasa malu pada dirinya sendiri dia merasa telah lancang berani mengirim surat cinta kepada seorang gadis yang telah menjadi milik orang lain.
“Bodohnya diriku selalu menunggumu,” ucap Abadi pelan pada dirinya sendiri.
Terik matahari mulai bersinar, Abadi segera menuju pantai untuk bertemu dengan Kasih, meskipun dia baru pertama kali bertemu, Abadi yakin dia akan mudah menemukannya karena pertemuan pertamanya dengan Kasih di kereta beberapa waktu yang lalu memiliki kesanyang baik.
Dan benar tak buth waktu lam, bahkan tidak perlu mengitari sepanjang hamparan pasir pantai, dia melihat gadis berjilbab biru sedang melempar-lempar batu ke arah pantai, Abadi segera menghampiri gadis itu. Tidak tahu mengapa tiba-tiba jantungnyya derdegug kencang, tidak seperti pertama kali bertemu beberapa bulan yang lalu. Dia beranikan untuk menyapa nya.
“Kasih ?”
“iyah, apakah Abadi itu kamu, sesosok lelaki yang aku temui di dalam kereta?” tanya Kasih.
“Iyah.. aku memang laki-laki yag duduk di sampingmu waktu itu.” Jawab Abadi membenarkan ucapan Kasih.
bersambung..........
DEDICATED FOR :
my beloved Friends (pezji club)
my beloved person ( K.Abadii)
CerpEn BerSamBUNG paRt 1
2007.01 januari ,
Angin masih berhempus pelan mengiringi kepergian nya menghadap sang Kuasa isak tangis masih terdengar menyayat hati di rumah duka . Dia adalah sosok gadis yang di sukai banyak sahabat sahabat nya. Gadis belia 16 tahun ini lahir di jakarta ,14 februari 1990 . dan berpulang ke Tuhan YME.Angelica berpulang dengan tenang pada 2007.01 januari meninggalkan semua kelurga,sahabat,pacar, dan semua orang yang mengasihinya.
Inilah awal kisah perjalanan hidup nya.
Part 1 :
“Ini kisah ku”,
Liana wibowo, wanita berusia 23 tahun dari Probolinggo melanjutkan studynya di salah satu kta besar di Pert australia ,dia masuk di salah satu universitas ternama disana,setelah gelar master dia dapatkan dia merasa sudah cukup berada di negara kanguru tersebut, dia akan segera pulang ke Indonesia , dia memesan ticket untuk 2 bulan kedepan, dan selama 2 bulan terakhirnya di Australia dia akan menikmati keindahan kota Pert bersama sang kekasih .
Liana Wibowo terkenal dengan wanita yang cerdas setelah mengisi salah satu acara televisi di australia yang membahas tema ”Kehidupan terindah” segala ucapannya seolah menjadi sihir sebagian penikmat realita kehidupan yang mendamba kebahagiaan dalam ketidak sempurnaan . banyak lelaki yang mengaggumi nya tak terkecuali alfred Afrian aktor film di Australia, dan Liana langsung jatuh cinta kepada laki laki itu. Kecerdasan Dan keanggunan Liana mampu meruntuhkan jiwa dan seluruh raga laki laki itu. Selama 2 bulan terakhir Liana Di Australia dia juga akan membicarakan dan merencanakan pernikahannya dengan Alfred. Dan dengan segala cinta nya alfred lebih memilih untuk memeluk agama yang di anut teguh oleh calon istrinya yaitu Islam.dan bersedia meninggalkan profesi nya sebagai aktor yang telah membesarkan namanya. Ini adalah awal yang indah untuk mereka, dari kedua keluarga telah setuju. Dan mereka pun menikah beberapa bulan setelah Alfred dan Liana pulang ke Indonesia, Liana Positif Hamil dan 9 bulan kemudian tepatnya tanggal 14 februri 1990 lahirlah bayi perempuan yang cantik, kulitnya putih seputih Ibunya, Hidungnya mancung seperti ayahnya, karena hari itu adalah hari valentine yang orang orang biasa sebut dengan hari kasih sayang, ayahnya menginginkan gadis kecilnya itu di beri nama Valentine dengan maksud supaya kelak dia akan jadi sesorang yang akan selalu kasihi banyak orang. Namun Liana berpendapat lain dia menginginkan buah hatinya itu di beri nama Angelica dengan maksud yang sama Supaya kelak dia menjadi sesorang yang penuh kasih sayang seperti malaikat.
Karena sifat Alfred yang selalu menurut pada istrinya , akhirnya gadis mungil itu di beri nama Angelica Afrian . menurut dia nama yang di berikan pada putri pertamanya itu mempunyai makna yang lebih dalam. Tahun berganti tahun angelica tumbuh menjadi gadis yang anggun dan kecerdasannya terpancar jelas di wajahnya bagaikan ibunya dulu .
Belum sampai mempunyai cucu dari Putri nya itu , Alfred meninggal karena serangan jantung ketika mengendarai mobil menuju Voltaire International Schooll untuk menjemput Putrinya yang saat itu duduk di bangku SMP dan berusia 14 tahun. Saat itu penyakit jantungnya yang sudah belasan tahun tidak kambuh tiba tiba kambuh dan saat itu juga mobilnya menabrak pohon besar di pinggir jalan. Nyawanya menghilang seketika itu juga. Angelica adalah orang yang paling tidak rela jika ayahnya itu pergi. Dia begitu mencintai ayahnya. Bahkan terlihat jelas ketika dia menentang Ibunya untuk menikah lagi dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak lebih baik dari ayahnya ,saat itu usianya menginjak 16 tahun, dia begitu membenci ibunya yang tidak pernah mau mendengarkan nya. Dia selalu mengatakan kepada ibunya bahwa lelaki itu tidaklah baik untuk ibunya tapi ibunya justru seolah telah termakan sihir laki laki itu ucapan dari mulut anaknya tidak pernah di dengar justru selalu tamparan yang melayang ke pipi angelica sebagai balasannya.
Part II :
“menunggu bersamanya”
Suatu hari Ibu nya lupa memberi kabar bahwa Ibunya masih ada acara di luar dengan om Danu yang di sebut sebut sebagai kekasihnya itu . Angelica Menunggui Ibunya sampai jam menunjukan Pukul 3 Sore, Ekscholl music selesai beberapa anak yang mengikuti ekstrakurikuler tersebut keluar gerbang sekolah saat semua siswa pulang satu per satu suasana di sekolah semakin sepi dan sunyi. Angelica dengan sabar nmenunggui ibunya banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya saat itu, “mengapa ibunya itu tidak menjemputnya tepat waktu seperti biasanya? Apakah ibunya marah dengan ucapannya tentang Om danu atau kenapa ibu tidak juga menjemputku?” tak terasa air matanya meleleh dia menangis tersedu sedu di dalam kesunyian sekolah hari itu . Angelica ingin menangis sejadi jadinya di tempat itu dan saat itu juga karena ia yakin tidak akan ada seorang pun yang akan mengetahuinya.
Namun perkiraannya salah seorang murid laki-laki yang berpakaian olahraga menghampirinya,tampaknya siwa ini baru saja bermain basket di lapangan olahraga . saat berjalan melewati taman dia melihat seorang siswi yng memakai sweeter tipis berwarna biru muda .
Siswa itu menjongkokkan badannya dan berbisik lirih kepada angelica yang tertunduk,
“ hai, belum pulang?”
Angelica tersentak hatinya kacau dan dia tidak bisa mengendalikan perasaannya itu, tangisnya berhenti perlahan,dia angkat kepalanya , dia tatap leka-lekat siswa yang meneggurnya beberapa detik yang lalu itu . Angel melihat senyuman yang di berikan siswa itu, dia tahu siswa itu hanya ingin memberikan semangat kepadanya tapi dia benar benar tidak bisa menutupi perasaannya dia kembali tertunduk dan menangis sejadi-jadi nya. Siswa itu kebingungan sekali melihat siswi yang sama sekali tidak dia kenali itu menangis semakin keras dan semakin keras . siswa itu memutuskan untuk pergi saja meninggalkan siswi itu duduk menangis sendiri di bawah pohon depan sekolahan yang ada di dekat taman sekolahan.
Siswa itu segera pulang ,karna ada sesuatu yang tertinggal di Voltaire international school dia memutuskan untuk kembali ke VIS mengambil beberapa barang yang ketinggalan di lapangan basket.. setelah magrib dia segera ke VIS . malam itu udara begitu dingin menusuk sampai ke tulang. Siswa itu mempercepat langkah nya . ia tidak mau membeku dalam dingin angin malam ini. Ketika sampai di depan gerbang VIS siswa itu tersentak kaget jantungnya hampir saja lepas dari urutan organ tubuhnya, dia melihat siswi yang menangis tadi siang masih duduk termenung di bawah sorot lampu . Dia merasa bersalah kenapa tadi dia langsung pulang, kenapa dia tidak bertanya apakah dia bisa membantunya. Dia segera menghampiri siswi itu, dan bertanya,
“kamu ? dari tadi belum pulang ?”
cukup lama siswa itu mnunggu jawaban dari angelica beberapa detik setelah keduanya terdiam angelica menjawab dengan suara serak dan tanpa tenaga “aku hanya ingin pulang !”
Siswa itu menyahut,
“aku Irfan, rumah kamu mana, ayo aku antar pulang?”
“ma..ma..” suara lirih gadis itu terdengar lagi.
“apa? Kamu ngomong apa barusan ? ayo aku antar pulang!”
Angel terdiam tapi dia mulai berdiri perlahan dari tempat duduknya ia berjalan menuju gerbang sekolah tanpa sadar bahwa tasnya tertinggal di kursi dimana ia seharian menangis, Irfan membawa tas nya dan segera menyusul dan mengikuti gadis itu berjalan pelan sambil menundukan kepala dan menendangi kerikil-kerikil di sepanjang jalan seolah kerikil-kerikil itu sedang menertawainya.
Sampai di taman kota Angel duduk di dekat air mancur dan memainkan air-air yang mengalir di sampingnya. Irfan hanya bisa memandangi Angel dengan rasa Iba, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada diri seorang gadis ini kenapa dia terlihat terpukul sekali. Saat Irfan memandangi angel , tiba tiba angel mengalihkan pendangannya dari air mancur di depannya ke wajah Irfan. Ketika mata mereka saling bertemu keduanya merasa aneh. Dan tanpa sadar Irfan bertanya ,
“apa yang sedang terjadi kepadamu ?”
Dengan tenang Angel menjawab,
“banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan!”
“aku hanya ingin mendengar apa yang sudah membuat kamu seperti ini?”
“ma..ma..” kata itu terucap lagi dari bibir Angel,
“ada masalah kelurga ?” irfan mencoba menebak-nebak,
“iya” jawab angelica secara singkat. Keduanya terdiam,
Saat keduanya terdiam dalam kesunyian malam itu tiba tiba suara serak angel memecahkan kesunyian itu .
“aku ingin pulang !” , angel berkata dengan halus meski suaranya serak serak basah setelah seharian menangis tidak pasti, dia meraih tas nya di tangan Irfan,
“terimakasih atas segalanya “
Angel pergi meninggalkan Irfan ,langkahnya gontai tapi pasti ,baru kali ini Irfan melihat gadis seperti Angel, saat angel berjalan semakin jauh dan semakin jauh badan nya hilang di ujung jalan dia berbelok ke arah kiri daerah cempaka putih. Irfan segera ingat bahwa dia harus mengambil barang barangnya di lapangan olahraga bukan melamun memandang gadis yang baru dia kenal itu. Setelah dia rasa tidak ada yang tertinggal ia segera pulang setelah sampai di rumah dia merasa lelah dia langsung masuk kedalam kamarnya membuka laptopnya dan log in di Akun Blog nya () dia menuliskan beberapa kejadian yang membuat nya merasa susah berpikir realistis,
Hidup terindah,
‘Aku tak mengerti apa yang telah ku alami hari ini, sesuatu yang aneh terjadi begitu saja pertemuan yang tak bisa aku tolak menghadirkan segala perasaan yang sangat sulit di uraikan, aku harap segala sesuatu ini bisa menjadi awal di hidup terindah ku seperti ucapan mama setiap dia teringat dengan pembicara terkenal di australia semasa dia masih menjadi mahasiswi di salah satu fakultas ternama di Pert’
Irfan menutup akun Blognya dan berbaring di atas tempat tidurnya. Malam itu Irfan tidak bisa tidur,hatinya gundah, matanya enggan untuk tertutup. Ada sepintas bayangan tentang gadis yang dia temui siang dan malam hari itu. Dia teringat akan sesuatu yang terlupakan. yah,,nama gadis itu .. Irfan tidak lupa tetapi Irfan Benar benar tidak sempat menanyai siapa namanya. Pikirannya melayang jauh , hingga ia terlelap tidur dengan bayang bayang gadis misterius itu.
Part III :
“Sekilas bayangnya”
Angel membaringkan tubuhnya di atas rumput-rumput kecil di bawah pohon ,dia tutup kedua matanya dan merasakan semilir angin yang terasa menyentuhnya. Walaupun selalu berteman sepi, dia begitu menikmati saat-saat seperti itu, dia mengingat saat-saat dimana dia bisa merasakan kedamaian sempurna. Angel membayangkan ketika hembusan nafas ayahnya masih bisa dia rasakan pelukan hangatnya masih melekat di ingatannya, tanpa terasa Angel larut dalam keindahan masa lalu yang yang tidak akan pernah terulang kembali. Air matanya meleleh sesegera mungkin Angelica mengusap air matanya yang mengalir di pipinya dan membangunkan tubuhnya dari atas rumput rumput kecil itu, lalu menyandarkannya di pohon sampingnya. Tatapannya melayang jauh keatas awan . dia percaya di atas sana ayahnya tengah memperhatikannya, Angel tidak ingin ayahnya sedih melihat anaknya yang sangat di kasihi menangis sendiri di tengah kesunyian. Angel mulai merasakan panas matahari yang mulai menerobos sela-sela dedaunan pohon. Angel melihat jam tangannya,jam menunjukan pukul 10.00 WIB. Dia harus segera pergi meninggalkan tempat itu, dia tidak ingin pihak sekolah memergokinya sedang bolos di taman, jika pihak sekolah tahu, mamanya adalah orang pertama yang akan di beritahu pihak sekolah dan mamanya juga lah yang akan pertama kali membunuhnya sesampainya di rumah. setelah ini dia akan segera ke rumah salah satu teman dekatnya di jalan gajah mada, di sana lah tempat paling aman yang dia rasa tidak akan ada orang yang bisa menemukannya. sebelum kesana dia akan membeli beberapa makanan kecil untuk di makan bersama sesampainya di rumah temannya itu.
Dari kejauhan Irfan berjalan dengan santainya , dia begitu menikmati hijaunya taman kota di tengah gedung gedung besar yang siap mengancam kehidupan manusia dengan aktifitas global warming nya. Sudah seminggu ini dia tidak melihat bersihnya kota jakarta di pagi hari, kepadatan kota jakarta, dan juga hijaunya taman kota yang menyimpan beribu cerita dari setiap orang yang datang. Seminggu yang lalu dia pergi ke sulawesi barat untuk melakukan survey di wilayah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Hari ini sesampainya di jakarta dia tidak langsung masuk sekolah . Dia langsung menuju taman kota , hari semakin siang terik matahari mulai terasa di ubun ubun kepala, hal itu memaksanya untuk mempercapat langkahnya, sampai ketika dia melihat sosok gadis yang sangat akrab di ingatannya. Dia melangkah pelan ke arah gadis yang bersandar di balik pohon itu. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan sampai di tempat itu dan mengetahui siapa gadis yang sepertinya pernah dia temui. Namun, suara lantang seorang laki-laki berkacamata menghentikan langkahnya,
“Irfan” teriak laki laki berkacamata yang bernama Fahri itu sambil melambai lambaikan tangannya kepada Irfan,
Irfan menengok ke arah laki laki itu,
“fahri?” ucap Irfan pelan, dengan setengah berlari dia melangkahkan kakinya ke tempat Fahri berdiri.
Mereka saling melepas rindu karena sudah hampir 3 tahun ini dia tidak berjumpa dengan Fahri abdullah. Setelah lulus di salah satu SMP bertaraf nasional di daerah Jakarta timur Fahri memutuskan untuk ikut dengan neneknya di Bandung dan Irfan memilih tetap ikut ayahnya dimana pun ayahnya berdomisili. Mereka larut dalam obrolan, beberapa kali mereka tertawa bersama, kadang salah satu dari mereka tersenyum sinis ketika yang satunya tertawa lepas seolah tanpa beban. Mengingat hari beranjak siang Irfan segera mengambil sikap untuk mengakhiri obrolannya dengan teman lamanya itu,
“setelah ini kamu mau kemana?” tanya Irfan basa-basi sebelum mengakhiri obrolannya itu.
“mungkin..” Fahri terdiam sejenak “mungkin aku akan pergi ke kantor pos” fahri meneruskan.
“baiklah besok kita bisa ngobrol lagi” kata Irfan Pelan.
Keduanya berjalan keluar dari taman kota bersama sama , sampai di persimpangan jalan keduanya terpisah Fahri mengambil jalan ke kiri sebelum kekantor pos dia akan pergi ke supermarket, sedangkan Irfan memilih langsung pulang dengan mengambil jalan ke kanan. Irfan menyempatkan diri untuk melihat sahabat lamanya masuk ke dalam supermarket dan ketika dia menengok ke belakang matanya bukanlah tertuju kepada Fahri tetapi justru kepada seorang gadis berseragam VIS yang berjalan memasuki supermarket didepan Fahri. Irfan menatap nya baik-baik. Dia menghentikan langkahnya, dia ingin kembali dan pergi menyusul gadis itu . Namun, dia berpikir ulang . Apakah yang akan dia lakukan jika gadis yang di susulnya bukan lah gadis yang sedang dia cari.
***
“pertemuan kedua”
Pagi ini udara begitu dingin rasanya menusuk sampai ke tulang. Irfan keluar dari rumahnya. Ayahnya meminta Irfan untuk berangkat ke sekolah bersama, namun Irfan lebih memilih untuk berjalan kaki, Irfan sudah terbiasa ke Voltaire Internasional School dengan berjalan kaki, jarak antara VIS dengan rumahnya tidak terlalu jauh hanya 1,5 kilometer. Pagi ini udara lumayan dingin tidak ada salahnya apabila dia berangkat sekolah dengan berjalan kaki itu akan sedikit menghangatkan tubuhnya. Tidak butuh waktu lama hanya 10 menit saja dia berjalan, dia sudah sampai di depan gerbang VIS. Ini hari pertama dia masuk sekolah setelah selama seminggu dia bersosialisasi dengan masyarakat Sulawesi barat. Dia berhenti di tengah-tengah gerbang VIS , matanya menyebar kesegala arah senyumnya mengembang ketika tatapannya tertuju pada kursi di bawah pohon depan sekolah. Dia teringat sesuatu dan dengan semangat dia berjalan setengah berlari melewati lorong-lorong kelas, menaiki tangga dan sampailah dia di depan kelas Kebanggaannya Yaitu XII IPS 1. Sebelum Irfan masuk kedalam kelas dia berhenti dan membalikkan badannya. Dia memandang suasana VIS dan aktifitas siswa-siswa VIS dari lantai dua dimana kelasnya berada, dia melihat satu per satu siswa yang baru memasuki gerbang sekolah. sesosok gadis bermata sayu dengan sweeter biru muda mengalihkan pandangannya . Ya, Irfan Ingat! Dia adalah gadis yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.
“Gadis itu..?” bisik irfan kepada dirinya sendiri. Sambil terus menatap gadis itu tanpa berkedip sedikit pun.
Tiba-tiba siswi berwajah cantik dengan sebotol coffe Drink di tangannya berdiri di sampingnya , dia adalah teman sekelas Irfan dan sekaligus teman sebangku Irfan sejak duduk di kelas XI.
“Angel!” sahut siswi bernama Very itu dengan santai sambil meminum coffe drink di tangannya.
Baru kali ini Irfan mengacuhkan ucapan temannya sendiri termasuk Very. Kali ini Irfan tidak menanggapi ucapan dari very dia justru berlari secepat mungkin ke arah gadis itu . Padahal bel sudah berbunyi beberapa detik yang lalu. Dia terus berjalan cepat , Sampai ketika dia menuruni tangga dan gadis itu sedang berjalan menaiki tangga ke arahnya. Tiba-tiba degug jantung Irfan tidak terkendali, langkahnya berat untuk melangkah bahkan mungkin tidak kuat untuk di angkat. Beberapa langkah, sampailah gadis itu tepat di sampingnya tetapi Irfan masih terdiam lidahnya masih kelu namun suara pelan dari Angel memecah lamunannya.
“Irfan ya?” sapa Angel pelan dengan senyum yang hampir membuat Irfan pingsan. Namun Irfan segera mengendalikan perasaan nya.
“iya!” jawab Irfan dengan lancar kini suasana hatinya sudah dapat dia kendalikan dalam genggamannya. Dia tidak lagi salah tingkah seperti pertama kali melihat angel beberapa menit yang lalu.
“Benar Irfan? Ternyata ingatanku masih normal!” ujar Angel dengan gayanya yang polos.
Irfan terdiam sejenak “kamu masih mengingat namaku? Beberapa hari ini aku mencari mu!” ungkap Irfan secara gamblang tanpa rasa canggung sedikit pun.
Pipi Angel memerah menambah manis paras wajahnya yang selalu dia tutupi dengan suasana wajah tidak bersemangat seakan-akan menahan beban berat. Dan memang itu lah yang terjadi di diri Angel. Keduanya mengobrol Sambil berjalan bersama ke lantai dua.
“Kamu mencari Aku? Apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan kepadaku?” jawab Angel setelah pembicaraannya terhenti beberapa menit yang lalu.
“Aku mencarimu,” kata Irfan yakin. “Kamu begitu mengganggu pikiran ku”
Angel menundukkan wajahnya. Irfan mengalihkan pembicaraan sebelum membuat Angel salah faham,tersinggung atau pun merasa sedih.
“Baiklah, segeralah masuk ke kelas mu! Aku yakin kelas sudah di mulai” kata Irfan sambil memandang wajah Angel dalam-dalam.
“Baiklah,” sahut Angel pelan.
Keduanya terpisah ketika Angel memasuki kelas XC. Irfan terus berjalan lurus. Sambil berpikir mencari cari alasan apabila pak guru pengajar menanyainya tentang keterlambatannya masuk kelas. Dan benar setelah masuk kelas Irfan langsung di serbu dengan segala pertanyaan dari guru sosiologi itu. Namun Irfan sangat pandai ber alibi. Tidak heran jika dia bisa lolos dari hukuman guru sosiologi yang terkenal dengan kedisiplinannya itu.
Pelajaran demi pelajararan berjalan seperti biasanya. Namun Very yang kenal betul siapa itu Irfan merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diri Seorang Irfan.
Pertama, tadi pagi ketika dia terlambat masuk kelas, sebelumnya Irfan tidak pernah datang terlambat hanya demi mengobrol beberapa menit dengan seorang gadis yang belum dia kenal.
Yang kedua, adalah saat pelajaran sosiologi pada jam pertama tadi , Very mengamati Irfan hanya tersenyum-senyum sendiri dan menulis sebuah nama “Angel” berkali kali dan dengan tulisan yang berbeda-beda pula di buku catatannya, sebelumnya Irfan tidak pernah seperti itu dia selalu mengabaikan segala hal dan tetap fokus pada pelajaran.
Dan yang ketiga adalah saat pulang sekolah. ketika Very mengajaknya pulang bersama Irfan mengatakan kalau dia akan pulang sendiri saja sperti sedang menunggui seseorang. Padahal tidak pernah Seorang Irfan nampak pulang akhir jika tidak ada Ekstrakulikuler atau pelajaran tambahan.
***
Malam ini adalah malam yang berbeda untuk Irfan. Dia telah menemukan jawaban dari segala kebimbangannya beberapa hari ini. Dia tidak lupa menulis segala aktifitas nya di akun Blog nya.
“aku menemukan apa yang selama ini aku tunggu. Aku mulai mencari nya ketika aku mengingatnya. Dan hari ini adalah hari yang patut untuk di kenang. Dalam blog ini aku ingin menuliskan apapun yang bisa aku bagi dan apapun yang bisa aku curahkan, aku berharap dan selalu berharap setiap kejadian indah yang terjadi di diriku adalah awal dari keindahan hidupku ke depan”
setelah memposting tulisan sederhananya malam itu dia langsung me-log out akun Blognya. Dia tutup laptopnya dan bergegas tidur. Walaupun sesampainya di tempat tidur. Matanya masih enggan untuk tertutup. Nama Angel selalu terucap dari bibirnya, Irfan bagaikan seseorang merindukan kehadiran kekasih yang lama hilang untuk ada di sampingnya. Malam semakin larut Irfan tertidur dalam bayang bayang Angel yang tak mau pergi dari pikirannya. Lain tempat lain pula segala kejadian yang terjadi.
Di rumah Angel, mama nya tengah memarahi Angelica karena telah berlaku tidak sopan kepada Om Danu. Ketika Angel pulang dari sekolah tadi sore Angel merasa jijik melihat Ibunya tengah bermesraan dengan seorang laki-laki hidung belang seperti om Danu, kemarin Angel melihat Om Danu menemui seorang perempuan di sekitar jalan gajah mada ketika Angel menuju rumah temannya, dia tidak menampakkan dirinya di depan Om Danu dan wanita itu karena dia tahu Om Danu pasti akan langsung mengadu domba dirinya dengan Mama nya, namun dia juga tidak mengatakan apa-apa kepada Mama nya,dia tahu dirinya lah yang justru akan menjadi bulan-bulannan Mamanya apabila dia mengatakan kejadian yang di lihatnya itu karena Angel tahu Mama nya tidak suka jika kekasihnya itu di fitnah oleh anaknya sendiri.
Sepulang sekolah setelah memasuki rumah , Angel langsung naik ke kamar nya dan tidak sempat menyapa atau pun berbasa basi sedikit pun kepada dua manusia yang sangat menyebalkan itu. Al hasil setelah Om Danu Pulang sekitar pukul 21.00 wib mama nya memarahi Angel tidak hanya kata-kata kasar yang di ucapkan oleh mamanya, berkali-kali tamparannya mendarat di wajah Angel, Liana Wibowo bukanlah mama nya yang dulu Angel kenal, dia merasa mamanya sudah berubah drastis ketika bertemu dengan Om effendi. Om effendi benar-benar memberi kan pengaruh buruk kepada keluarganya , membuat keluarganya hancur bahkan membuat Mama nya menjadi gelap mata.















