Ketika CinTA harus Memilih Part II
KETIKA CINTA HARUS MEMILIH ( PART II )
Pertengahan bulan Maret 2011,
Keluarga Rafel telah sibuk merencanakan acara lamaran Rafael dengan Erika bulan depan. Rafael sendiri merasa ragu untuk melangkah maju, hatinya ingin menolak perjodohan itu sebelum terlambat. Namun, nuraninya berkata lain, dia masih menimbang-nimbang akibat dari kecerobohannya jika ia membatalkan acara lamaran yang hanya tinggal menghitung minggu.
Di Ruang tengah,
“Rafael,” panggil Ibunya dari ruang tengah, Rafael segera bergegas menuju arah suara tersebut. Sampai di ruang tengah Rafael melihat sesosok gadis mengenakan jilbab hitam duduk di samping ibunya. Ya itu adalah Erika. Rafael berjalan menghampiri Ibunya yang tengah mengobrol dengan Erika,calon menantunya itu.
“iya bu, ada apa manggil Rafael?” tanya Rafael santai. Ibunya hanya diam dan tersenyum kepada Rafael, Rafael menangkap perasaan aneh di balik senyum Ibunya itu. Ibunya beranjak dari tempat duduknya,
“Raf, hari ini kan kamu banyak waktu kosong, daripada kamu di kamar terus. Sana gih pergi jalan-jalan sama Erika, Erika sudah jauh-jauh kesini lo!” ujar Ibunya. Tidak tahu kenapa Rafael begitu sulit dan enggan mengucap kata “tidak”. Tak lama setelah Rafael berganti baju, dia segera pergi dengan Erika.
Di jalan,
“Raf, apa kamu yakin ingin menikahi ku?” tanya Erika. Rafael terkaget-kaget mendengar pertanyaan Erika yang tiba-tiba menanyakan satu hal yang ingin dia ungkapkan.
“Erika, mungkin pengakuanku ini akan begitu menyakiti kamu!” ucap Rafael dengan perasaan bersalah kepada Erika. Erika tersenyum kepada Rafael, dan saat kedua mata mereka bertemu Rafael merasakan Desir aneh yang tak seharusnya dia rasakan kepada perempuan lain selain Vianka. Rafael melihat sudut demi sudut wajah Erika. Dan memang benar apa kata keluarga dan teman-temannya Erika adalah gadis sederhana yang mampu memukau mata laki-laki mana punyang menatapnya,namun sesegera mungkin Rafael mengalihkan tatapannya. Dia takut perasaan yang tak seharusnya terjadi pada Erika.
‘ aku mencintai orang lain ‘ kalimat itu terucap begitu saja di bibir Rafael, Erika terlihat sangat shock mendengar apa yang baru saj Rafael katakan. Matanya berkaca-kaca,air matanya pun seolah ingin tumpah. Tiba-tiba muncul perasaan bersalah kepada Erika. Dia menyesal telah mengatakan hal itu, tapi dia harus mengatakannya demi kebaikan bersama.
“aku tidak akan memeprmasalahkan perasaan mu yang tidak seutuhnya untuk ku, jika memang kamu mencintai orang lain aku tidak akan merusak pertunangan ini. Aku akan tetap menunggu mu untuk bisa mencintai aku apa adanya.” Jawab Erika dengan yakin. Rafael tersentak kaget, dalam hatinya ia menginginkan Erika merelakan batalnya pertunangan ini, tapi Erika mengucapkan pernyataan yang bertolak belakang dengan apa yang Rafael harapkan. Rafael tersenyum kepada Erika untuk menutupi kekecewaan nya atas tanggapan yang di lontarkan dari mulut Erika.
***
Awal bulan April,
Hari ini Rafael pergi ke toko berlian bersama Ibunya membeli sepasang cincin untuk acara pertunangannya 2 minggu lagi. Tanpa di duga seorang perempuan memakai drees berwarna biru muda sedang mencoba-coba model cincin di toko tersebut. Rafael kaget bukan main melihat perempuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vianka kekasihnya. Rafael sempat menghentikan langkah kakinya dan meminta Ibunya untuk mencari Toko berlian lain. Namun Ibunya menolak karena Toko tersebut adalah langganan Ibunya. Rafael tidak bisa menolak Ibunya dan terpaksa meneruskan ke arah toko tersebut. Rafael dan Ibunya berdiri di sebelah kiri Vianka namun masih ada jarak yang membuat Vianka tidak menyadari kehadiran Rafael di situ. Rafael terus berdoa semoga saja Vianka tidak menyadari kedatangannya.
“saya mau mengambil pesanan cincin minggu lalu mbak?” pinta Ibunya ke pada karyawan Di toko berlian tersebut.
Baru saja Ibunya berhenti berbicara kepada karyawan tersebut, Vianka menatap Ibu-Ibu tersebut dan menyadari bahwa ada sosok yang sangat dia cintai tepat di sebelah kiri Ibu-ibu tersebut. Ya, Rafael . Vianka segera menghampiri Rafael.
“Rafael, kebetulan banget kamu ada di sini ,aku lagi milih cincin yang bagus dan indah buat kita. Sama siapa?” tanya Vianka yang terlihat bahagia dengan keberadaan Rafel di situ.
“Siapa ini Raf, Teman kamu? Teman kuliahnya ya?” tanya Ibu Rafael kepada Mereka berdua. Rafel terlihat kikuk dan salah tingkah. Bagaimana dia bisa menyembunyikan pertunangannya dengan Erika dari Vianka jika dia di situ jelas-jelas dengan Ibunya, Ibu yang sangat berharap putra pertamanya menikah dengan putri tunggal dari keluarga Rusadi yaitu Erika.
“ohh, ini Ibunya Rafael ya?’’ tanya Vianka yang langsunng mencium tangan Ibu Rafael. Dan tiba-tiba karyawan toko berlian datang dan menyerahkan sepasang cincin yang Indah kepada Ibu Rafael.
“aduh, Ibu ini calon menantunya ya, cocok kok, cantik. Ini cincin pesananya !” ucap Karyawan tersebut ,terlihat raut wajah bahagia di paras cantik Vianka. Namun berbeda dengan Ibu Rafael yang langsung menyangkal tebakan dari karyawan tersebut. Dan sekaligus mengatakan Rafael akan bertunangan dengan putri pengusaha ternama di kota itu yaitu Erika. Vianka terperanjat kaget. Dia tak mampu menyebunyikan perasaan nya itu. Dengan sopan tanpa mengurangi rasa hormat, Vianka langsung pergi meninggalkan Toko Berlian tersebut tanpa sepatah kata pun, air matanya mengalir deras, berkali-kali Vianka menghentikan langkah kakinya berharap Rafael akan menahan kepergiannya. Namun, harapan itu tinggal harapan, entah mengapa Rafael yang begitu mencintai Vianka tidak mengejar Vianka. Vianka merasa sudah tidak berarti lagi di mata Rafael. Vianka menyesal membelakan diri pulang ke Indonesia hanya demi laki-laki yang telah menghianatinya. Kesetiannya selama ini hanyalah sia-sia saja,dan pada akhirnya kebohonganlah yang Vianka dapatkan.
Di rumah,
Sesampainya di rumah Rafael selalu melamun, “Rafael ibu gak suka ya kalau kamu harus menyakiti perasaan Erika demi perempuan tadi...” bentak Ibunya. Namun, Rafael hanya diam seribu bahasa tak menjawab apapun. Dalam benaknya terpikirkan bagaimana menjelaskan segala kejadian ini kepada Vianka supaya dia mengerti bahwa Rafael pun sekarang dalam posisi yang sangat Rumit. Sesaat kemudian Rafael seolah mendapatkan semangat untuk menjelaskan masalah ini kepada Vianka. Dia segera bangun dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah. Terdengar dari dalam rumah Ibunya melarang Rafael untuk pergi karena Ibunya tahu Rafael pasti ingin menemui perempuan tadi. Namun, Rafael tidak memperdulikan suara-suara itu, dia terus beranjak pergi.
***
Di depan rumah Vianka,
Pintu rumah Vianka tertutup rapat,tak seorang pun didepan rumahnya. Beberapa kali Rafael mengetuk pintu Rumah Vianka, namun tak ada satu pun yang membukakan pintu,jangankan membukakan pintu menyahut sapaannya pun tak ada. Rafael berpikir bahwa Vianka sedang berada di taman tempat biasanya mereka menghabiskan waktu berdua dulu, saat Rafael beranjak pergi dari teras rumah itu, terdengar suara pintu terbuka. Dia segera menoleh ke arah pintu,walaupun bukan Vianka yang membuka pintu dia sangat bahagia, setidaknya dia akan tahu dimana Vianka.
“Mas Rafael mencari mbak Vianka?” tanya penjaga rumah Vianka selama dia belajar di Jerman.
“Iya, Vianka ada”
“Loh, mbak Vianka gak bilang apa-apa sama Mas Rafael ya?”
“ngomong apa ?” tanya Rafael penasaran.
“Kok aneh ya, Bukannya hari ini Mbak Vianka memutuskan untuk kembali ke Jerman,” jawab Ibu-Ibu stengah tua itu.
Rafael sangat kaget mengapa secepat ini Vianka meninggalkan Indonesia, padahal baru beberapa hari yang lalu dia datang dan mengingat masa-masa terindah mereka berdua. Ada perasaan berslah di hati Rafael, mengapa dia membiarkan Vianka kembali ke Jerman membawa Luka yanng tak seharusnya ia torehkan di hati Vianka. Dengan sepenuh hati Rafael segera bergegas menuju Bandara terdekat. Setelah sampai disana ternyata semua telah terlambat, Pesawat dengan tujuan Dusseldorf Jerman telah berangkat beberapa menit yang lalu. Tubuh Rafael lemas, seolah darahnya tlah berhenti mengalir,jantungnya tlah berhenti berdetak. Air matanya mengalir, mengiringi kepergian Vianka yang membawa perih sakit hati yang dia buat.
to be continued,,,,,,
Pertengahan bulan Maret 2011,
Keluarga Rafel telah sibuk merencanakan acara lamaran Rafael dengan Erika bulan depan. Rafael sendiri merasa ragu untuk melangkah maju, hatinya ingin menolak perjodohan itu sebelum terlambat. Namun, nuraninya berkata lain, dia masih menimbang-nimbang akibat dari kecerobohannya jika ia membatalkan acara lamaran yang hanya tinggal menghitung minggu.
Di Ruang tengah,
“Rafael,” panggil Ibunya dari ruang tengah, Rafael segera bergegas menuju arah suara tersebut. Sampai di ruang tengah Rafael melihat sesosok gadis mengenakan jilbab hitam duduk di samping ibunya. Ya itu adalah Erika. Rafael berjalan menghampiri Ibunya yang tengah mengobrol dengan Erika,calon menantunya itu.
“iya bu, ada apa manggil Rafael?” tanya Rafael santai. Ibunya hanya diam dan tersenyum kepada Rafael, Rafael menangkap perasaan aneh di balik senyum Ibunya itu. Ibunya beranjak dari tempat duduknya,
“Raf, hari ini kan kamu banyak waktu kosong, daripada kamu di kamar terus. Sana gih pergi jalan-jalan sama Erika, Erika sudah jauh-jauh kesini lo!” ujar Ibunya. Tidak tahu kenapa Rafael begitu sulit dan enggan mengucap kata “tidak”. Tak lama setelah Rafael berganti baju, dia segera pergi dengan Erika.
Di jalan,
“Raf, apa kamu yakin ingin menikahi ku?” tanya Erika. Rafael terkaget-kaget mendengar pertanyaan Erika yang tiba-tiba menanyakan satu hal yang ingin dia ungkapkan.
“Erika, mungkin pengakuanku ini akan begitu menyakiti kamu!” ucap Rafael dengan perasaan bersalah kepada Erika. Erika tersenyum kepada Rafael, dan saat kedua mata mereka bertemu Rafael merasakan Desir aneh yang tak seharusnya dia rasakan kepada perempuan lain selain Vianka. Rafael melihat sudut demi sudut wajah Erika. Dan memang benar apa kata keluarga dan teman-temannya Erika adalah gadis sederhana yang mampu memukau mata laki-laki mana punyang menatapnya,namun sesegera mungkin Rafael mengalihkan tatapannya. Dia takut perasaan yang tak seharusnya terjadi pada Erika.
‘ aku mencintai orang lain ‘ kalimat itu terucap begitu saja di bibir Rafael, Erika terlihat sangat shock mendengar apa yang baru saj Rafael katakan. Matanya berkaca-kaca,air matanya pun seolah ingin tumpah. Tiba-tiba muncul perasaan bersalah kepada Erika. Dia menyesal telah mengatakan hal itu, tapi dia harus mengatakannya demi kebaikan bersama.
“aku tidak akan memeprmasalahkan perasaan mu yang tidak seutuhnya untuk ku, jika memang kamu mencintai orang lain aku tidak akan merusak pertunangan ini. Aku akan tetap menunggu mu untuk bisa mencintai aku apa adanya.” Jawab Erika dengan yakin. Rafael tersentak kaget, dalam hatinya ia menginginkan Erika merelakan batalnya pertunangan ini, tapi Erika mengucapkan pernyataan yang bertolak belakang dengan apa yang Rafael harapkan. Rafael tersenyum kepada Erika untuk menutupi kekecewaan nya atas tanggapan yang di lontarkan dari mulut Erika.
***
Awal bulan April,
Hari ini Rafael pergi ke toko berlian bersama Ibunya membeli sepasang cincin untuk acara pertunangannya 2 minggu lagi. Tanpa di duga seorang perempuan memakai drees berwarna biru muda sedang mencoba-coba model cincin di toko tersebut. Rafael kaget bukan main melihat perempuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vianka kekasihnya. Rafael sempat menghentikan langkah kakinya dan meminta Ibunya untuk mencari Toko berlian lain. Namun Ibunya menolak karena Toko tersebut adalah langganan Ibunya. Rafael tidak bisa menolak Ibunya dan terpaksa meneruskan ke arah toko tersebut. Rafael dan Ibunya berdiri di sebelah kiri Vianka namun masih ada jarak yang membuat Vianka tidak menyadari kehadiran Rafael di situ. Rafael terus berdoa semoga saja Vianka tidak menyadari kedatangannya.
“saya mau mengambil pesanan cincin minggu lalu mbak?” pinta Ibunya ke pada karyawan Di toko berlian tersebut.
Baru saja Ibunya berhenti berbicara kepada karyawan tersebut, Vianka menatap Ibu-Ibu tersebut dan menyadari bahwa ada sosok yang sangat dia cintai tepat di sebelah kiri Ibu-ibu tersebut. Ya, Rafael . Vianka segera menghampiri Rafael.
“Rafael, kebetulan banget kamu ada di sini ,aku lagi milih cincin yang bagus dan indah buat kita. Sama siapa?” tanya Vianka yang terlihat bahagia dengan keberadaan Rafel di situ.
“Siapa ini Raf, Teman kamu? Teman kuliahnya ya?” tanya Ibu Rafael kepada Mereka berdua. Rafel terlihat kikuk dan salah tingkah. Bagaimana dia bisa menyembunyikan pertunangannya dengan Erika dari Vianka jika dia di situ jelas-jelas dengan Ibunya, Ibu yang sangat berharap putra pertamanya menikah dengan putri tunggal dari keluarga Rusadi yaitu Erika.
“ohh, ini Ibunya Rafael ya?’’ tanya Vianka yang langsunng mencium tangan Ibu Rafael. Dan tiba-tiba karyawan toko berlian datang dan menyerahkan sepasang cincin yang Indah kepada Ibu Rafael.
“aduh, Ibu ini calon menantunya ya, cocok kok, cantik. Ini cincin pesananya !” ucap Karyawan tersebut ,terlihat raut wajah bahagia di paras cantik Vianka. Namun berbeda dengan Ibu Rafael yang langsung menyangkal tebakan dari karyawan tersebut. Dan sekaligus mengatakan Rafael akan bertunangan dengan putri pengusaha ternama di kota itu yaitu Erika. Vianka terperanjat kaget. Dia tak mampu menyebunyikan perasaan nya itu. Dengan sopan tanpa mengurangi rasa hormat, Vianka langsung pergi meninggalkan Toko Berlian tersebut tanpa sepatah kata pun, air matanya mengalir deras, berkali-kali Vianka menghentikan langkah kakinya berharap Rafael akan menahan kepergiannya. Namun, harapan itu tinggal harapan, entah mengapa Rafael yang begitu mencintai Vianka tidak mengejar Vianka. Vianka merasa sudah tidak berarti lagi di mata Rafael. Vianka menyesal membelakan diri pulang ke Indonesia hanya demi laki-laki yang telah menghianatinya. Kesetiannya selama ini hanyalah sia-sia saja,dan pada akhirnya kebohonganlah yang Vianka dapatkan.
Di rumah,
Sesampainya di rumah Rafael selalu melamun, “Rafael ibu gak suka ya kalau kamu harus menyakiti perasaan Erika demi perempuan tadi...” bentak Ibunya. Namun, Rafael hanya diam seribu bahasa tak menjawab apapun. Dalam benaknya terpikirkan bagaimana menjelaskan segala kejadian ini kepada Vianka supaya dia mengerti bahwa Rafael pun sekarang dalam posisi yang sangat Rumit. Sesaat kemudian Rafael seolah mendapatkan semangat untuk menjelaskan masalah ini kepada Vianka. Dia segera bangun dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah. Terdengar dari dalam rumah Ibunya melarang Rafael untuk pergi karena Ibunya tahu Rafael pasti ingin menemui perempuan tadi. Namun, Rafael tidak memperdulikan suara-suara itu, dia terus beranjak pergi.
***
Di depan rumah Vianka,
Pintu rumah Vianka tertutup rapat,tak seorang pun didepan rumahnya. Beberapa kali Rafael mengetuk pintu Rumah Vianka, namun tak ada satu pun yang membukakan pintu,jangankan membukakan pintu menyahut sapaannya pun tak ada. Rafael berpikir bahwa Vianka sedang berada di taman tempat biasanya mereka menghabiskan waktu berdua dulu, saat Rafael beranjak pergi dari teras rumah itu, terdengar suara pintu terbuka. Dia segera menoleh ke arah pintu,walaupun bukan Vianka yang membuka pintu dia sangat bahagia, setidaknya dia akan tahu dimana Vianka.
“Mas Rafael mencari mbak Vianka?” tanya penjaga rumah Vianka selama dia belajar di Jerman.
“Iya, Vianka ada”
“Loh, mbak Vianka gak bilang apa-apa sama Mas Rafael ya?”
“ngomong apa ?” tanya Rafael penasaran.
“Kok aneh ya, Bukannya hari ini Mbak Vianka memutuskan untuk kembali ke Jerman,” jawab Ibu-Ibu stengah tua itu.
Rafael sangat kaget mengapa secepat ini Vianka meninggalkan Indonesia, padahal baru beberapa hari yang lalu dia datang dan mengingat masa-masa terindah mereka berdua. Ada perasaan berslah di hati Rafael, mengapa dia membiarkan Vianka kembali ke Jerman membawa Luka yanng tak seharusnya ia torehkan di hati Vianka. Dengan sepenuh hati Rafael segera bergegas menuju Bandara terdekat. Setelah sampai disana ternyata semua telah terlambat, Pesawat dengan tujuan Dusseldorf Jerman telah berangkat beberapa menit yang lalu. Tubuh Rafael lemas, seolah darahnya tlah berhenti mengalir,jantungnya tlah berhenti berdetak. Air matanya mengalir, mengiringi kepergian Vianka yang membawa perih sakit hati yang dia buat.
to be continued,,,,,,
LOVE STORY
Ini Bukanlah cerpen fiktif yang di karang sedemikian rupa untuk menarik minat pembaca, ini hanyalah sepenggalan kisah yang tak ingin ku simpan sendiri. Kenangan manis yang menyakitkan namun akhirnya berakhir dengan indah.
Air mataku bahkan belum kering mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika aku harus merelakan orang yang aku sayang untuk perempuan lain. Aku mencoba untuk tetap bertahan meski itu semua sangat menyakitan, saat semua telah hancur, air mata yang terus mengalir dan titik titik hujan ini lah yang menjadi saksi kepahitan kisah ku bersamanya yang harus terhapus oleh waktu. Aku mulai tersadar oleh waktu yang terus berjalan, aku tak akan bisa mengubah segalanya ataupun memaksa Hafis untuk mencintaiku seperti aku mencintaiya. Hari ini aku putuskan untuk melupakan segala yang tak perlu untuk di ingat kembali. Dia hanya bayangan semu untukku tak akan pernah menjadi nyata.
Saat aku terjatuh Angga lah yang selalu ada untukku, tak hanya saat aku terjatuh bahkan setiap saat pun ketika aku butuh seseorang untuk bersandar dia selalu ada untukku. Angga hanyalah orang asing yang tiba-tiba muncul dalam episode kehidupanku, dia datang dengan kasih sayang yang tak pernah terbatas untukku. Bahkan ketika dia tahu bahwa aku adalah kekasih sahabatnya pun dia tak pernah kecewa, dia terus mendukung segala sesuatu yang membuat ku tersenyum bahagia walaupun akhirnya luka lah yang aku terima. Saat aku mulai menyadari bahwa Angga menyimpan perasaan kepadaku, semuanya berubah kecuali perasaan ku kepada Hafis, meski waktu terus berputar memaksaku melupakan dia, namun aku tak pernah bisa membohongi perasaanku dari hati yang terdalam dan paling dalam Hafis seolah terpatri dalam hatiku. Ini sangat konyol. Bibirku dengan mudahnya membenci Hafis, tapi hatiku tidak.
Aku merasa bersalah kepada Angga, selama ini dia selalu ada untukku selalu menerima meski itu menyakitkan untuknya. Dia selau mengakah untukku agar aku selalu tersenyum. Aku tahu suatu saat Angga akan meminta ku untuk menjadi bintang di hatinya dan aku tak yakin akan mengatakan ‘iya’ , saat itu lah kegundahan besar melanda hatiku, aku tak mungkin menerima Angga jika sampai sekarang hatiku masih sepenuhnya untuk Hafis, aku pun tak mengerti mengapa sosok Hafis yang pernah membuat ku menangis yang telah membuatku terpuruk, yang telah menghancurkan harapanku, sosok yang membuat ku mengerti kesabaran lah yang selalu teringat di benakku, yang selalu ada dalam ingatanku meski dia tak pernah mengingat sedikit pun tentang aku taupun kenangan kita berdua.
Dala sepi ini aku seolah di sadarkan, hatiku selalu berbisik,
“terima apa adanya Angga, suatu saat kamu akan mencintainya seiring berjalannya waktu dan lupakanlah sesuatu yang tak pantas untukmu”
Apa yang harus aku lakukan apakah akau harus menerima Angga untuk menjadi kekasihnya? Atau tetap pada pendirian hatiku untuk tetap mencintai Hafis hingga aku lelah dan mampu melupakannya?
Air mataku bahkan belum kering mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, ketika aku harus merelakan orang yang aku sayang untuk perempuan lain. Aku mencoba untuk tetap bertahan meski itu semua sangat menyakitan, saat semua telah hancur, air mata yang terus mengalir dan titik titik hujan ini lah yang menjadi saksi kepahitan kisah ku bersamanya yang harus terhapus oleh waktu. Aku mulai tersadar oleh waktu yang terus berjalan, aku tak akan bisa mengubah segalanya ataupun memaksa Hafis untuk mencintaiku seperti aku mencintaiya. Hari ini aku putuskan untuk melupakan segala yang tak perlu untuk di ingat kembali. Dia hanya bayangan semu untukku tak akan pernah menjadi nyata.
Saat aku terjatuh Angga lah yang selalu ada untukku, tak hanya saat aku terjatuh bahkan setiap saat pun ketika aku butuh seseorang untuk bersandar dia selalu ada untukku. Angga hanyalah orang asing yang tiba-tiba muncul dalam episode kehidupanku, dia datang dengan kasih sayang yang tak pernah terbatas untukku. Bahkan ketika dia tahu bahwa aku adalah kekasih sahabatnya pun dia tak pernah kecewa, dia terus mendukung segala sesuatu yang membuat ku tersenyum bahagia walaupun akhirnya luka lah yang aku terima. Saat aku mulai menyadari bahwa Angga menyimpan perasaan kepadaku, semuanya berubah kecuali perasaan ku kepada Hafis, meski waktu terus berputar memaksaku melupakan dia, namun aku tak pernah bisa membohongi perasaanku dari hati yang terdalam dan paling dalam Hafis seolah terpatri dalam hatiku. Ini sangat konyol. Bibirku dengan mudahnya membenci Hafis, tapi hatiku tidak.
Aku merasa bersalah kepada Angga, selama ini dia selalu ada untukku selalu menerima meski itu menyakitkan untuknya. Dia selau mengakah untukku agar aku selalu tersenyum. Aku tahu suatu saat Angga akan meminta ku untuk menjadi bintang di hatinya dan aku tak yakin akan mengatakan ‘iya’ , saat itu lah kegundahan besar melanda hatiku, aku tak mungkin menerima Angga jika sampai sekarang hatiku masih sepenuhnya untuk Hafis, aku pun tak mengerti mengapa sosok Hafis yang pernah membuat ku menangis yang telah membuatku terpuruk, yang telah menghancurkan harapanku, sosok yang membuat ku mengerti kesabaran lah yang selalu teringat di benakku, yang selalu ada dalam ingatanku meski dia tak pernah mengingat sedikit pun tentang aku taupun kenangan kita berdua.
Dala sepi ini aku seolah di sadarkan, hatiku selalu berbisik,
“terima apa adanya Angga, suatu saat kamu akan mencintainya seiring berjalannya waktu dan lupakanlah sesuatu yang tak pantas untukmu”
Apa yang harus aku lakukan apakah akau harus menerima Angga untuk menjadi kekasihnya? Atau tetap pada pendirian hatiku untuk tetap mencintai Hafis hingga aku lelah dan mampu melupakannya?
KEFASIHAN HABBIBURAHMAN MENYIHIR PEMBACA DENGAN UNSUR ISLAMI YANG KENTAL

Judul buku : Dalam Mihrab Cinta
Pengarang : Habbiburahman El Shirazy
Penerbit : Penerbit Buku Islami “Bassmalla”
Cetakan : 2008
Tebal Buku : -
Dunia sastra kembali hidup dengan terbitnya novel-novel karya Habbiburahman El Shirazy. Bagi pecinta novel islami pastilah akan merasa cocok dan terhipnotis dengan karya-karya penulis nomor satu di Indonesia ini. Banyak karya-karya Habbiburahman El Shirazy yang telah memikat hati publik sampai-sampai kebanyakan dari karyanya sudah difilmkan dan bahkan Film yang diangkat dari Novel-Novelnya itu mampu memikat penikmat film, misalnya saja Ayat-ayat cinta yang sempat meledak di pasaran, kemudian Ketika Cinta Bertasbih I dan II yang tidak kalah dengan Ayat-Ayat Cinta. Karya-karya Habbiburahman El Shirazy lain yang juga di gemari para pembaca Novel adalah Bumi Cinta dan Dalam Mihrab Cinta yang akhir-akhir ini sempat digandrungi para pembaca.
Bahasa yang di gunakan sangatlah bervariasi,seperti tidak ada habisnya. Habbiburahman seolah menyajikan gudang bahasa dalam novel-novelnya. Masih seperti novel-novel karya Habbiburahman sebelumnya. Habbiburahman selalu menyajikan percampuran bahasa asing namun tetap mudah dipahami dan dimengerti sehingga membuat pembaca mampu berimajinasi dan mengikuti setiap alur cerita yang di sajikan oleh Habbiburahman dalam novel-novelnya. Seperti dalam Novel Habbiburahman yang berjudul “Dalam Mihrab Cinta” ini, Habbiburahman mengemas pengorbanan , cinta dan mimpi seorang laki-laki yang menjadi pencopet karena kesalahpahaman pihak pesantren dalam mengambil keputusan yang akhirnya laki-laki tak berdosa ini yang menjadi korban ketidak adilan. Namun kebencian kepada orang yang memfitnahnya di pesantren yang membuatnya menjadi pencopet membawanya kembali kejalan yang di ridhoi Allah. Unsur Islami yang sangat kental disini tidak menghilangkan unsur-unsur romantis bahkan Habbiburahman mampu menjadikan Unsur-Unsur Islami dalam setiap novelnya menjadi salah satu keistimewaan karya-karyanya. Habbiburahman adalah penulis yang ulung, dia mampu menciptakan karya dengan karakter yang bisa dikatakan “sangat menjual”. Di ujung cerita dalam novel ini Habbiburahman menyajikan cerita cinta yang membuat air mata pembaca meleleh, cerita Cinta yang digabungkan dengan unsur-unsur Islami yang semakin membuat hati pembaca berguncang-guncang.
Bagi saya karya-karaya Habbiburahman sangatlah memukau. Habbiburahman mengemas setiap karya karyanya dengan keindahan bahasa dan penceritaan yang memikat. Jika harus mencari kekurangan dari karya-karya Habbiburahman mungkin akan sangat sulit. Karena menurut saya karya-karya Habbiburahman mendekati sempurna. Walaupun mungkin ada beberapa penggunaan bahasa asing yang tidak ada terjemahannya. Sehingga terkadang pembaca sulit menerjemahkan maksud yang di ceritakan.
Jika di bandingkan dengan karya-karya dari novelis Indonesia lainnya mungkin karya-karya Habbiburahman adalah novel-novel yang berkhualitas. Karena dalam setiap novel dan karya-karya ada sentuhan keagamaan. Resepestetik yang dapat di contoh atau dipraktikan oleh para novelis lain setelah membaca dan mencermati Novel “Dalam Mihrab Cinta” ini adalah tentang penguasaan teknik bercerita yang memikat hati para pembaca dengan nilai-nilai keagamaan yang terlihat jelas dalam setiap alur cerita.
NAMA : DIAN ISTIANINGRUM
KELAS : XII IPS 1
NO : 07
keika cinta harus memilih part I

Create by : Dian kelces
Ketika cinta harus memilih( Part I)
6 tahun silam,
Rafael, siswa SMA kelas 2 itu menggandeng tangan kekasihnya yang satu tahun lebih tua darinya dia bernama Vianka Adelia, Vianka adalah kakak kelasnya di SMA KARTINI , Vianka duduk dikelas 3. Pagi ini mereka berjalan bersama menyusuri taman, menikkmati hamparan rumput dan bunga bunga yang indah , mereka berjalan dengan senyum yang tidak pernah pudar sedikit pun. Bagi remaja seusia mereka, hal seperti itu adalah hal terindah yang tak terlupakan,mereka tak perduli ocehan teman-teman mereka yang mengatakan mereka adalah pasangan yang konyol karena jarak usia.
***
Satu tahun kemudian,
Pagi ini Vianka Adelia akan berangkat ke Jerman untuk Melanjutkan Study-nya di kota Dusseldorf, ibukota dari negara bagian Nordrheiin westfalen. Kota ini juga terkenal dengan pusat fashionnya dan butik-butiknya di sepanjang Konigsalle, Rafael adalah salah satu orang yang berat untuk untuk melepas kepergian Vianka ke Jerman, meski berat Rafael tidak mampu menahan Vianka untuk tinggal di sini.
***
Beberapa bulan setelah keberangkatan Vianka ke Jerman,
“aku tak mengerti, kenapa Vianka jadi sesibuk ini.” Keluh Rafael kepada salah satu teman se kelasnya. “dulu dia menelfonku 2 kali sehari tapi akhir-akhir ini dia menelfon aku atau sekedar mengirim email dan sms tiap 2 hari sekali.” Lanjut Rafael, temannya terus mendengarkan keluhan Rafael tentang komunikasinya dengan Vianka yang tidak lancar. Rafael percaya bahwa Vianka adalah tipe perempuan yang konsisten terhadap segala ucapan dan janji-janjinya. Meski tembok berlin memisahkan mereka.
***
Pertengahan tahun 2010,
Rafael telah menyelesaikan S1-nya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Bahasa Jerman, hingga dia Lulus menyandang gelar Sarjana, Dia masih setia dengan kekasihnya,Vianka. Meski 4 tahun terakhir ini Vianka tidak pernah memberi kabar kepada Rafael.
Awal masuk di Universitas Indonesia dia telah bertekad akan menyusul kekasihnya itu ke negara jerman setelah dia menyelesaikan S1-nya, dan sekarang Rafael telah menyelesaikan S1-nya dia sangat bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu telah datang, namun di sisi lain dia menjanjikan sesuatu kepada ayahnya 2 tahun lalu dan sekarang saatnya dia menepati janji itu tapi sayang nya sampai sekarang Rafael masih belum bisa menepati janji nya untuk memperkenalkan seorang gadis kepada orang tuanya sebagai Calon istrinya. 2 tahun yang lalu kedua orang tua nya meminta Rafael untuk menikah dengan Erika Rusadi putri tunggal dari rekan kerja ayahnya. Rafael telah menolak permintaan ayahnya ketika pertama kali di tawari untuk untuk menikah dengan Erika, namun penolakannya itu di tepis oleh ayahnya,
“jangan terlalu terburu-buru menolak perjodohan mu dengan Erika, Ayah minta perkenalkan Ayah kepada gadis yang kamu cintai,! Jika sampai kamu lulus , kamu masih belum juga memperkenalkan satu orang gadis pun pada ayah, ayah minta kamu menikah saja dengan Erika!” tegas ayahnya, tidak tahu kenapa kata setuju dari bibir rafael terucap begitu saja.
“gimana Kalo’ sampai aku Lulus Vianka belum bisa nemuin aku? Apa aku harus married dengan Erika?” ucap batinnya keras. Saat itu Rafael hanya terdiam dan keyakinannya untuk menikahi Viianka sangat kuat, namun menatap kenyataan yang terjadi , keraguan hebat menyelimuti hati nya.
Hari ini adalah saat-saat dimana dia harus memperkenalkan calon Istrinya kepada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya telah menunggu hari ini dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan Rafael, hatinya bimbang, tahun ini Vianka harusnya sudah pulang ke Indonesia, tapi sehelai ramputnya pun belum terlihat di depan Rafael. Sempat ada rasa jengkel di hati Rafael namun dia segera mengusir perasaan itu, Rafael mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, dia mencoba bernegosiasi dan sekaligus meminta sedikit waktu untuk berpikir sekali lagi sebelum mengambil keputusan untuk menikah, menurut Rafael sendiri pun menikah bukan hal sepele yang harus di laksanakan dengan sembarang orang. Namun kedua orang tuanya tidak bisa bernegosiasi lagi, tahun depan di usianya yang ke 28 dia harus sudah merencanakan pernikahan, minimal dia harus bertunangan.
***
Awal tahun 2011,
Tahun baru telah lewat,awal tahun ini Vianka pulang ke Indonesia. Hatinya sangat bahagia, dia tidak sabar menemui kekasihnya itu. Di saat yang sama ketika Vianka sampai di Indonesia,ternyata Rafael telah memutuskan untuk bertunangan dengan Erika,Toh Cuma tunangan!. Rafael pun sampai di rumah keluarga Rusadi untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Erika. Meski setengah hati, Rafael melangkah masuk rumah dengan senyum yang misterius antara yakin dan tidak.
***
12 Februari 2011,
Rafael membuka emailnya, ada 3 email yang belum di baca. 2 email dari teman kuliahnya Hendri firmansyah yang berisi curahan hatinya mengenai seorang gadis yang menolak lamarannya untuk lebih memilih menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya. Dan satunya lagi dari Danang Firdian yang berisi artikel-artikel politik. Dan 1 email dari... Vianka Adelia... saat membaca bahwaemail itu di kirim dari Jerman Rafael kaget bercampur senang, dia langsung membuka email itu,
From : VIANKA ADELIA
Date : 11 Februari 2011
“Guten Morgen (dalam bahasa Jerman;Selamat pagi), aku tau kamu masih setia menantiku, maaf kalau aku pergi terlalu lama, aku di sini merindukan kamu dan aku putuskan untuk pulang ke Indonesia bulan ini, tanggal 7 februari. Mungkin tanggal 14 februari tepat di hari ulang tahun mu baru bisa menemui mu,Aku akan kerumahmu hari itu.”
Rafael bergetar, kenapa dia tidak lebih dulu membuka Email nya daripada menyetujui pertunangannya dengan Erika? Kalau saja dia lebih dulu membuka Emailnya tentunya dia tidak akan mengambil keputusan bertunangan dengan Erika. Hatinya bimbang apa yang harus dia katakan kepada Vianka jika Vianka tahu kalau ternyata kesetiannya yang ternyata tersia-sia kan . Hatinya bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Vianka, dua hari lagi Vianka Adelia kekasih yang sangat di nanti-nantinya akan menemuinya, namun ada perasaan ragu karena 2 bulan lagi dia harus melamar Erika secara resmi.
***
14 februari 2011,
Ketika kedua pasang mata indah itu bertemu, keduanya tersentuh badai cinta yang lama tidak mereka rasakan, hati mereka meleleh bagai Es di kutub yang tersentuh mentari. Mereka teringat 6 tahun silam ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ketika mereka bolos berdua dan pergi berdua ketaman kota.
“Kamu masih seperti dulu, aku harap cintamu juga masih seindah dulu!” ucap Vianka. Rafael terus mendengarkan cerita demi cerita yang keluar dari bibir Vianka sambil terus memandangi nya.
“aku ingin kamu menikahi ku seperti harapan kita untuk hidup bersama, kamu masih ingat kan saat itu!” pinta Vianka, “saat kita duduk berdua di bawah pohon belimbing di tengah taman kota, tiba-tiba kita punya harapan buat menikah,,hehehe’ lucu yah!” lanjut Vianka dengan senyum kecilnya,Ketika ia teringat peristiwa-peristiwa 6 tahun silam yang sepertinya tidak pernah ia lupakan.
Rafael tersentak mendengarkan Ucapan Vianka. Jiwanya Lemas dia sangat bahagia namun di sisi lain dia bingung menentukan sikap terbaik , akankah pertunangannya dengan Erika di batalkan begitu saja, bagaimana kekecewaan yang di tanggung oleh keluarganya dan keluarga Rusadi, Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Vianka tentang pertunangannya dengan Erika. Rafael tahu jika dia mengatakan semua ini kepada Vianka. Vianka akan sangat terpukul, parahnya lagi dia akan sangat membenci Rafael.
***
Awal Maret 2011,
Malam ini rafael tidak bisa tidur, dia duduk di pinggir tempat tidurnya,Saat ini Dia di hadapkan pada situasi yang sangat rumit, dan sangat menguras pikirannya yaitu saat dimana dia harus menentukan pilihan dan ketika Cinta harus memilih, Rafael pun tak bisa menghindar dan keadaan ini memaksa nya untuk berpikir matang-matang,,,,
To be continued...
Langganan:
Komentar (Atom)
















