
Create by : Dian kelces
Ketika cinta harus memilih( Part I)
6 tahun silam,
Rafael, siswa SMA kelas 2 itu menggandeng tangan kekasihnya yang satu tahun lebih tua darinya dia bernama Vianka Adelia, Vianka adalah kakak kelasnya di SMA KARTINI , Vianka duduk dikelas 3. Pagi ini mereka berjalan bersama menyusuri taman, menikkmati hamparan rumput dan bunga bunga yang indah , mereka berjalan dengan senyum yang tidak pernah pudar sedikit pun. Bagi remaja seusia mereka, hal seperti itu adalah hal terindah yang tak terlupakan,mereka tak perduli ocehan teman-teman mereka yang mengatakan mereka adalah pasangan yang konyol karena jarak usia.
***
Satu tahun kemudian,
Pagi ini Vianka Adelia akan berangkat ke Jerman untuk Melanjutkan Study-nya di kota Dusseldorf, ibukota dari negara bagian Nordrheiin westfalen. Kota ini juga terkenal dengan pusat fashionnya dan butik-butiknya di sepanjang Konigsalle, Rafael adalah salah satu orang yang berat untuk untuk melepas kepergian Vianka ke Jerman, meski berat Rafael tidak mampu menahan Vianka untuk tinggal di sini.
***
Beberapa bulan setelah keberangkatan Vianka ke Jerman,
“aku tak mengerti, kenapa Vianka jadi sesibuk ini.” Keluh Rafael kepada salah satu teman se kelasnya. “dulu dia menelfonku 2 kali sehari tapi akhir-akhir ini dia menelfon aku atau sekedar mengirim email dan sms tiap 2 hari sekali.” Lanjut Rafael, temannya terus mendengarkan keluhan Rafael tentang komunikasinya dengan Vianka yang tidak lancar. Rafael percaya bahwa Vianka adalah tipe perempuan yang konsisten terhadap segala ucapan dan janji-janjinya. Meski tembok berlin memisahkan mereka.
***
Pertengahan tahun 2010,
Rafael telah menyelesaikan S1-nya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Bahasa Jerman, hingga dia Lulus menyandang gelar Sarjana, Dia masih setia dengan kekasihnya,Vianka. Meski 4 tahun terakhir ini Vianka tidak pernah memberi kabar kepada Rafael.
Awal masuk di Universitas Indonesia dia telah bertekad akan menyusul kekasihnya itu ke negara jerman setelah dia menyelesaikan S1-nya, dan sekarang Rafael telah menyelesaikan S1-nya dia sangat bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu telah datang, namun di sisi lain dia menjanjikan sesuatu kepada ayahnya 2 tahun lalu dan sekarang saatnya dia menepati janji itu tapi sayang nya sampai sekarang Rafael masih belum bisa menepati janji nya untuk memperkenalkan seorang gadis kepada orang tuanya sebagai Calon istrinya. 2 tahun yang lalu kedua orang tua nya meminta Rafael untuk menikah dengan Erika Rusadi putri tunggal dari rekan kerja ayahnya. Rafael telah menolak permintaan ayahnya ketika pertama kali di tawari untuk untuk menikah dengan Erika, namun penolakannya itu di tepis oleh ayahnya,
“jangan terlalu terburu-buru menolak perjodohan mu dengan Erika, Ayah minta perkenalkan Ayah kepada gadis yang kamu cintai,! Jika sampai kamu lulus , kamu masih belum juga memperkenalkan satu orang gadis pun pada ayah, ayah minta kamu menikah saja dengan Erika!” tegas ayahnya, tidak tahu kenapa kata setuju dari bibir rafael terucap begitu saja.
“gimana Kalo’ sampai aku Lulus Vianka belum bisa nemuin aku? Apa aku harus married dengan Erika?” ucap batinnya keras. Saat itu Rafael hanya terdiam dan keyakinannya untuk menikahi Viianka sangat kuat, namun menatap kenyataan yang terjadi , keraguan hebat menyelimuti hati nya.
Hari ini adalah saat-saat dimana dia harus memperkenalkan calon Istrinya kepada kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya telah menunggu hari ini dengan penuh suka cita, namun berbeda dengan Rafael, hatinya bimbang, tahun ini Vianka harusnya sudah pulang ke Indonesia, tapi sehelai ramputnya pun belum terlihat di depan Rafael. Sempat ada rasa jengkel di hati Rafael namun dia segera mengusir perasaan itu, Rafael mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya, dia mencoba bernegosiasi dan sekaligus meminta sedikit waktu untuk berpikir sekali lagi sebelum mengambil keputusan untuk menikah, menurut Rafael sendiri pun menikah bukan hal sepele yang harus di laksanakan dengan sembarang orang. Namun kedua orang tuanya tidak bisa bernegosiasi lagi, tahun depan di usianya yang ke 28 dia harus sudah merencanakan pernikahan, minimal dia harus bertunangan.
***
Awal tahun 2011,
Tahun baru telah lewat,awal tahun ini Vianka pulang ke Indonesia. Hatinya sangat bahagia, dia tidak sabar menemui kekasihnya itu. Di saat yang sama ketika Vianka sampai di Indonesia,ternyata Rafael telah memutuskan untuk bertunangan dengan Erika,Toh Cuma tunangan!. Rafael pun sampai di rumah keluarga Rusadi untuk melangsungkan acara pertunangannya dengan Erika. Meski setengah hati, Rafael melangkah masuk rumah dengan senyum yang misterius antara yakin dan tidak.
***
12 Februari 2011,
Rafael membuka emailnya, ada 3 email yang belum di baca. 2 email dari teman kuliahnya Hendri firmansyah yang berisi curahan hatinya mengenai seorang gadis yang menolak lamarannya untuk lebih memilih menikah dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya. Dan satunya lagi dari Danang Firdian yang berisi artikel-artikel politik. Dan 1 email dari... Vianka Adelia... saat membaca bahwaemail itu di kirim dari Jerman Rafael kaget bercampur senang, dia langsung membuka email itu,
From : VIANKA ADELIA
Date : 11 Februari 2011
“Guten Morgen (dalam bahasa Jerman;Selamat pagi), aku tau kamu masih setia menantiku, maaf kalau aku pergi terlalu lama, aku di sini merindukan kamu dan aku putuskan untuk pulang ke Indonesia bulan ini, tanggal 7 februari. Mungkin tanggal 14 februari tepat di hari ulang tahun mu baru bisa menemui mu,Aku akan kerumahmu hari itu.”
Rafael bergetar, kenapa dia tidak lebih dulu membuka Email nya daripada menyetujui pertunangannya dengan Erika? Kalau saja dia lebih dulu membuka Emailnya tentunya dia tidak akan mengambil keputusan bertunangan dengan Erika. Hatinya bimbang apa yang harus dia katakan kepada Vianka jika Vianka tahu kalau ternyata kesetiannya yang ternyata tersia-sia kan . Hatinya bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Vianka, dua hari lagi Vianka Adelia kekasih yang sangat di nanti-nantinya akan menemuinya, namun ada perasaan ragu karena 2 bulan lagi dia harus melamar Erika secara resmi.
***
14 februari 2011,
Ketika kedua pasang mata indah itu bertemu, keduanya tersentuh badai cinta yang lama tidak mereka rasakan, hati mereka meleleh bagai Es di kutub yang tersentuh mentari. Mereka teringat 6 tahun silam ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ketika mereka bolos berdua dan pergi berdua ketaman kota.
“Kamu masih seperti dulu, aku harap cintamu juga masih seindah dulu!” ucap Vianka. Rafael terus mendengarkan cerita demi cerita yang keluar dari bibir Vianka sambil terus memandangi nya.
“aku ingin kamu menikahi ku seperti harapan kita untuk hidup bersama, kamu masih ingat kan saat itu!” pinta Vianka, “saat kita duduk berdua di bawah pohon belimbing di tengah taman kota, tiba-tiba kita punya harapan buat menikah,,hehehe’ lucu yah!” lanjut Vianka dengan senyum kecilnya,Ketika ia teringat peristiwa-peristiwa 6 tahun silam yang sepertinya tidak pernah ia lupakan.
Rafael tersentak mendengarkan Ucapan Vianka. Jiwanya Lemas dia sangat bahagia namun di sisi lain dia bingung menentukan sikap terbaik , akankah pertunangannya dengan Erika di batalkan begitu saja, bagaimana kekecewaan yang di tanggung oleh keluarganya dan keluarga Rusadi, Dia juga tidak mungkin mengatakan kepada Vianka tentang pertunangannya dengan Erika. Rafael tahu jika dia mengatakan semua ini kepada Vianka. Vianka akan sangat terpukul, parahnya lagi dia akan sangat membenci Rafael.
***
Awal Maret 2011,
Malam ini rafael tidak bisa tidur, dia duduk di pinggir tempat tidurnya,Saat ini Dia di hadapkan pada situasi yang sangat rumit, dan sangat menguras pikirannya yaitu saat dimana dia harus menentukan pilihan dan ketika Cinta harus memilih, Rafael pun tak bisa menghindar dan keadaan ini memaksa nya untuk berpikir matang-matang,,,,
To be continued...











